Dejurnal.com, CIAMIS. Kabupaten Ciamis mendapat pesan khusus dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Ciamis, Kamis (17/9/2026).
Di tengah pertemuan dengan jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen daerah, Pipit menyoroti karakter masyarakat Ciamis yang dikenal santun serta memiliki kehidupan sosial yang relatif kuat dalam menghargai keberagaman.
Menurut Kapolda Jabar, karakter tersebut merupakan modal sosial yang penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Ciamis.
Ia menyebut Ciamis memiliki identitas yang kuat sebagai kota santri. Namun, identitas tersebut menurutnya perlu berjalan beriringan dengan semangat toleransi yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
“Saya yakin di sini adalah kota santri, masyarakatnya santun,” ujar Pipit saat ditemui di Mapolres Ciamis.
Kapolda Jabar berharap citra tersebut terus dipelihara, terutama dalam kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan suku yang beragam.
Ia menilai toleransi bukan sekadar citra daerah, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial yang perlu dijaga bersama agar Ciamis tetap menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Saya ingin citra itu dipertahankan karena ini merupakan salah satu kabupaten yang memiliki toleransi tinggi terhadap keberagaman agama dan keberagaman suku,” katanya.
Kapolda Jabar pun mengajak seluruh unsur masyarakat untuk tidak berhenti merawat hubungan sosial yang sudah terbangun. Menurutnya, keamanan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, legislatif hingga masyarakat secara luas.
“Kita harus jaga bersama. Jadikan Ciamis ini terkenal karena kabupaten yang sangat toleran kepada siapa pun,” ujarnya.
Jawara, Cara Polda Jabar Merawat Kondusivitas
Dalam kunjungan kerja tersebut, Pipit juga menjelaskan semangat kerja Polda Jawa Barat yang dirangkum dalam tagline Jaga dan Rawat Jawa Barat (Jawara).
Tagline itu, kata dia, lahir dari kebutuhan untuk menghadapi persoalan Jawa Barat yang kompleks. Jumlah penduduk yang besar serta beragam persoalan sosial, ekonomi dan keamanan membutuhkan pola kerja kepolisian yang tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional.
Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran kepolisian agar bekerja secara adaptif, responsif dan kolaboratif sekaligus mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Ciamis, Kapolda Jabar juga berdiskusi dengan Forkopimda serta tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai berbagai isu yang berkembang di daerah.
“Bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi secara adaptif, bekerja secara responsif dan kolaboratif, tetapi juga mampu memberikan solusi-solusinya,” katanya.
Kapolda Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Bencana
Selain persoalan toleransi dan keamanan, Pipit turut menyoroti kondisi kekeringan yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Ia meminta masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar tidak ragu menghubungi kepolisian. Jajaran kepolisian, kata dia, telah diarahkan untuk merespons kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Saat ini sedang kekeringan di wilayah kita. Tentunya masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan, silakan hubungi polisi,” ujarnya.
Irjen Pol Dr. Pipit juga mengingatkan masyarakat untuk mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Pergantian musim, menurutnya, perlu diikuti kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir bandang maupun tanah longsor.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk tidak hanya bertindak ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga membangun kesiapsiagaan bersama masyarakat.
Serahkan Bantuan dan Sumur Bor Jawara
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Jabar menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga Ciamis. Bantuan tersebut berupa paket sembako dan sarana pendukung usaha berupa gerobak.
Selain bantuan sosial, dilakukan pula penyerahan sumur bor Jawara sebagai bagian dari respons terhadap kebutuhan air masyarakat.
Bantuan itu menjadi salah satu bentuk kehadiran kepolisian dalam merespons persoalan yang dihadapi warga, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun menjalankan usaha.
Irjen Pol Dr. Pipit menegaskan, tugas kepolisian tidak berhenti pada menjaga keamanan dan ketertiban. Komunikasi dengan masyarakat serta kemampuan merespons kebutuhan warga juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian.
Melalui semangat Jaga dan Rawat Jawa Barat, ia berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga terus diperkuat.
Khusus untuk Ciamis, pesan yang ditinggalkan cukup jelas: identitas sebagai kota santri harus berjalan bersama dengan sikap santun dan toleransi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Dengan modal sosial tersebut, Pipit berharap Ciamis terus menjadi daerah yang mampu menjaga kerukunan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. (Nays Sunarti)


















