• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, September 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dari Ibadah hingga Olah Napas, H. Akasah Ceritakan Pengalaman di Pesantren Ampuh Darussalam

bydejurnalcom
Kamis, 17 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Dari Ibadah hingga Olah Napas, H. Akasah Ceritakan Pengalaman di Pesantren Ampuh Darussalam
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS.  Ada yang datang ke pesantren untuk memperdalam ilmu agama. Ada pula yang menjadikannya sebagai ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melihat kembali perjalanan diri, lalu perlahan memperbaiki kebiasaan.

Hal itulah yang dirasakan Ketua Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis, H. Akasah, setelah mengikuti kegiatan Pesantren Ampuh Darussalam.

Menurut Akasah, Pesantren Ampuh bukan sekadar kegiatan keagamaan. Konsep yang digagas pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi, yang akrab disapa Ang Icep, tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperkuat sisi rohani sekaligus menjaga kondisi jasmani.

BacaJuga :

Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita

KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi

“Pesantren itu membawa kita kepada ajaran kebaikan. Bagi saya pribadi, ini menjadi bagian dari hidup. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini menjadi salah satu jembatan yang membawa kita kepada husnul khatimah,” kata Akasah.

Ia menilai pendekatan yang digunakan dalam Pesantren Ampuh cukup dekat dengan kebutuhan peserta. Pembinaan tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan agama, tetapi juga mengajak peserta kembali melihat praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya dengan mengulang kembali dasar-dasar keagamaan, memperbaiki pelaksanaan salat, serta mengevaluasi hal-hal yang selama ini masih dirasakan kurang.

“Yang rohani jelas. Kita mengulang kembali dari bab-bab yang dulu pernah dipelajari, kemudian salat diperbaiki, yang masih kurang diperdalam lagi. Termasuk bagaimana kehalusan hati kita,” ujarnya.

Di sisi lain, peserta juga mendapatkan kegiatan yang berkaitan dengan kebugaran. Salah satu yang menarik perhatian Akasah adalah latihan pengolahan napas.

Bagi Akasah, materi tersebut memiliki pengalaman tersendiri. Ia mengaku pernah menjadi perokok dan merasakan bahwa latihan pernapasan yang diberikan membuat dirinya lebih sadar terhadap kondisi tubuh.

“Dari apa yang diberikan, saya merasakan kesegaran dan kesadaran. Ada perkembangan dalam keseharian, dalam kehidupan, termasuk dalam pola beragama,” tuturnya.

Perubahan itu, menurut Akasah, tidak serta-merta terjadi dalam satu waktu. Namun, perlahan ia mulai merasakan adanya dorongan untuk lebih tertib menjalankan kewajiban dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari.

Ia pun mulai mengajak orang-orang di sekitarnya untuk mengenal kegiatan tersebut.

Belajar Agama dengan Suasana Santai

Salah satu hal yang membuat Akasah tertarik adalah cara penyampaian materi yang tidak terlalu kaku.

Peserta dapat mengikuti pembinaan dalam suasana yang santai. Menurut dia, pendekatan seperti itu justru membuat materi lebih mudah diterima, terutama bagi peserta yang sudah memasuki usia lanjut.

“Enaknya kita bisa menerima pelajaran itu seperti santai saja, sehingga enjoy. Apalagi kalau yang dibimbing teman-teman lansia, tentu tidak mungkin disamakan dengan cara membimbing anak muda,” katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting karena kebutuhan peserta dari kelompok usia berbeda-beda. Pembinaan harus tetap memberikan substansi keagamaan, tetapi disampaikan dengan cara yang membuat peserta nyaman mengikuti prosesnya.

Bagi Akasah, suasana seperti itu membuat kegiatan pesantren tidak terasa sebagai beban. Peserta justru memiliki ruang untuk belajar, berbincang, berolahraga, sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan masing-masing.

Pesantren Ampuh Menginap di Wisma Ikada

Pesantren Ampuh Darussalam juga memiliki konsep kegiatan menginap. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wisma Ikada dan dirancang agar peserta memiliki waktu lebih panjang untuk mengikuti rangkaian pembinaan.

Akasah menyebut, kegiatan menginap sebelumnya direncanakan berlangsung dua bulan sekali. Namun, pelaksanaannya masih melihat jumlah peminat dan kemampuan daya tampung tempat.

“Awalnya direncanakan dua bulan sekali. Tetapi melihat sekarang, tergantung peminat dan kapasitas daya tampung. Bisa saja satu bulan sekali, tetapi jumlah pesertanya disesuaikan,” jelasnya.

Konsep menginap membuat peserta tidak hanya mengikuti satu atau dua materi. Waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan rohani dan jasmani secara lebih utuh.

Namun, keberlanjutan kegiatan tersebut juga membutuhkan dukungan operasional, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan fasilitas selama peserta mengikuti program.

Akasah mengatakan komunikasi dengan sejumlah pihak terus dilakukan untuk mencari dukungan. Salah satu yang diharapkan adalah adanya donatur yang dapat membantu keberlangsungan program.

“Saat ini kami masih berhubungan dengan teman-teman. Saya baru bisa mengirim doa, mudah-mudahan rezekinya diluaskan. Ke depan tentu mudah-mudahan ada dukungan yang lebih nyata,” katanya.

Perubahan Perlahan Terlihat di Rumah

Pengalaman mengikuti Pesantren Ampuh rupanya tidak hanya dirasakan oleh Akasah sendiri.

Sang istri, Ratna Akasah, mengakui adanya perubahan dalam keseharian suaminya setelah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ratna, perubahan itu memang berlangsung secara perlahan. Salah satu yang paling terlihat adalah keteraturan dalam menjalankan ibadah.

“Sedikit demi sedikit ada perubahan. Sekarang ibadahnya menjadi lebih teratur,” ujar Ratna.

Bagi keluarga Akasah, perubahan kecil tersebut justru menjadi bagian penting dari proses memperbaiki diri.

Pesantren tidak hanya berhenti pada materi yang diterima selama kegiatan, tetapi diharapkan berlanjut ketika peserta kembali ke rumah dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Pengalaman Akasah menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dapat hadir dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan peserta. Tidak hanya mengasah sisi spiritual, tetapi juga mengajak menjaga tubuh, membangun kebersamaan, dan menata kembali kebiasaan.

Di situlah Pesantren Ampuh Darussalam yang digagas Ang Icep menemukan ruangnya mengajak peserta kembali belajar, memperbaiki yang masih kurang, lalu membawa perubahan itu pulang ke kehidupan sehari-hari. (Nay Sunarti)

 

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dari Balai Desa ke Tribun Utara, Garda PSGC Resmi Dibentuk di Ciamis

Related Posts

Dari Balai Desa ke Tribun Utara, Garda PSGC Resmi Dibentuk di Ciamis
deNews

Dari Balai Desa ke Tribun Utara, Garda PSGC Resmi Dibentuk di Ciamis

Kamis, 17 September 2026
“Sing Tenang Kita Semua Bersaudara”, Bupati Herdiat Minta Perangkat Desa Ciamis Tetap Semangat Meski Anggaran Terbatas
deNews

“Sing Tenang Kita Semua Bersaudara”, Bupati Herdiat Minta Perangkat Desa Ciamis Tetap Semangat Meski Anggaran Terbatas

Kamis, 17 September 2026
Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah
deNews

Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah

Kamis, 17 September 2026
Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian
deNews

Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Kamis, 17 September 2026
Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita
deNews

Narsum dari PWI Kabupaten Bandung Bekali Warga KIM Teknik Dasar Menulis Berita

Rabu, 16 September 2026
KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi
deNews

KRAK Soroti Promo Sambungan Baru PDAM Tirta Intan, Minta Spesifikasi Dikembalikan dan Pelayanan Pelanggan Dibenahi

Rabu, 16 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Pertanyakan Potongan TPG 2,5 Persen Untuk Zakat, Disdik Garut Jadi Am(b)ilin?

Selasa, 27 April 2021
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Om Zein Harap Konferensi PWI Lahirkan Gagasan Istimewa untuk Purwakarta Istimewa

Rabu, 30 April 2025

H. Dedi Sutardi, Anggota DPRD Purwakarta Fraksi PKS Gelar Reses Masa Sidang III di Desa Payindangan

Sabtu, 20 Agustus 2022

Brigez Banjar, Ciamis Dan Tasimalaya Sumbang Sembako Bagi Korban Banjir Garut

Senin, 26 Oktober 2020
Camat Pagaden Hj.Tri Utami, S.Sos., M.Si

Camat Pagaden Bersama Unsur Muspika dan Muspida Sosialisasikan Bahaya Narkoba

Selasa, 5 Oktober 2021

Sempat Berkompetisi Perebutkan Rekom Gerindra, Yudi R Darajat Dukung Syakur Putri Tandang ke Pendopo

Rabu, 28 Agustus 2024

Tak Pernah Dapat Program Rutilahu, Kades Ciudian Bangun Rumah Jompo Secara Gotong Royong

Senin, 12 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste