• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, November 1, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

bydejurnalcom
Kamis, 17 September 2026
Reading Time: 4 mins read
Lapas Garut Panen 836 Kilogram Hortikultura, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pertanian

Warga Binaan Lapas Garut Sedang memetik Hasil Panen 836 Kilogram Hortikultura.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut kembali menunjukkan hasil nyata. Melalui kegiatan pertanian berbasis ketahanan pangan, sebanyak tujuh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen sebanyak 836 kilogram komoditas hortikultura dari lahan pertanian yang dikelola bersama.

Hasil panen tersebut terdiri atas 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis. Kegiatan pertanian itu dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 1 hektare yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng, lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada WBP.

BacaJuga :

Kenclengisasi BAZNAS Ciamis, Wadah Keikhlasan Berinfak Tanpa Paksaan

Pemkab Ciamis Apresiasi 106 Wisudawan Perdana INU, Dorong Lulusan Berkontribusi untuk Daerah

HUT ke-62 Partai Golkar, Senam Massal Meriahkan Alun-Alun Subang

Melalui kegiatan pertanian, para WBP mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai tahapan budidaya sekaligus memahami proses produksi hingga pemasaran hasil pertanian.

Dalam pelaksanaannya, tujuh WBP terlibat secara langsung mulai dari tahap persiapan dan pengolahan lahan, penanaman bibit, pemeliharaan, perawatan tanaman, hingga proses pemanenan.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dua petugas Lapas Garut. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan pembinaan berjalan sesuai dengan program yang telah ditetapkan serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban selama WBP berada di lokasi pertanian.

Panen 836 kilogram hortikultura tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan pembinaan di bidang pertanian dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang produktif.

Selain menghasilkan pangan, kegiatan tersebut memberikan ruang kepada WBP untuk membangun kebiasaan bekerja secara teratur, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam satu tim.

Dari Budidaya hingga Hasil Panen Terserap Pasar

Program pertanian yang dilakukan Lapas Garut tidak berhenti pada kegiatan produksi. Hasil panen juga diarahkan untuk masuk ke dalam rantai pemasaran sehingga komoditas yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.
Setelah proses pemanenan selesai, sebanyak 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis kemudian dipasarkan kepada pengepul di kawasan Pasar Ciawitali, Garut.

Pemasaran hasil pertanian tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan karena WBP tidak hanya diperkenalkan dengan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai tahapan setelah produksi.

Dengan demikian, proses pembinaan mencakup rangkaian kegiatan yang lebih lengkap, mulai dari bagaimana menyiapkan lahan, menghasilkan tanaman, melakukan panen, hingga bagaimana hasil produksi tersebut dapat disalurkan dan memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya pihaknya membangun pola pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman nyata kepada WBP.

“Ketahanan pangan kami jadikan sebagai ruang pembinaan yang nyata. Warga Binaan tidak hanya belajar menanam, tetapi mengikuti seluruh proses dari mengolah lahan, merawat tanaman, memanen, hingga melihat hasil kerjanya terserap pasar. Di sinilah pembinaan menghasilkan keterampilan sekaligus produktivitas,” ujar Rusdedy.

Menurut Rusdedy, kegiatan tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas pertanian. Proses yang dijalani WBP selama mengelola lahan diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, ketekunan, serta etos kerja.

Ia menilai keterampilan pertanian juga dapat menjadi salah satu bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Bagi kami, 836 kilogram yang dipanen hari ini bukan hanya angka produksi. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan harapan. Kami ingin setiap lahan yang dikelola menjadi ruang produktif dan setiap Warga Binaan yang terlibat memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian setelah selesai menjalani masa pidana,” lanjutnya.

Pertanian Menjadi Ruang Pembelajaran Kerja

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Garut, Asep Supriatna, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kerja yang dilakukan secara langsung di lapangan.

Menurutnya, keterlibatan WBP dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman mengenai bagaimana sebuah komoditas pangan dihasilkan melalui proses yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.

“Warga Binaan mengikuti prosesnya dari awal sampai panen. Mereka belajar bahwa menghasilkan pangan membutuhkan kerja yang konsisten. Ketika hasilnya kemudian dapat dipasarkan, mereka juga memahami bahwa keterampilan dan produktivitas memiliki nilai ekonomi,” ungkap Asep.

Dalam kegiatan tersebut, WBP tidak hanya melakukan pekerjaan fisik di lahan, tetapi juga diperkenalkan dengan pentingnya perencanaan dan pengelolaan kegiatan pertanian.

Mulai dari kondisi lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan menjadi bagian dari pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program.

Pendekatan berbasis praktik tersebut diharapkan dapat membuat proses pembinaan menjadi lebih aplikatif. WBP memperoleh pengalaman melalui aktivitas nyata, bukan hanya melalui penyampaian teori.

Optimalkan Lahan untuk Kegiatan Produktif

Pemanfaatan lahan di Bumi Perkemahan Kitri Lembah Cikoneng juga menunjukkan adanya pemanfaatan potensi lahan untuk kegiatan yang produktif. Lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut menjadi ruang bagi pelaksanaan program pertanian sekaligus sarana pembelajaran bagi WBP.

Keberadaan lahan pertanian tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan kegiatan pembinaan di sektor pangan secara lebih berkelanjutan. Komoditas yang ditanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, kebutuhan pasar, serta kemampuan pengelolaan program.

Bagi Lapas Garut, kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang menghubungkan aspek keterampilan, produktivitas dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Panen 836 kilogram hortikultura juga memperlihatkan bahwa kegiatan pembinaan dapat menghasilkan output yang dapat diukur. Namun, nilai program tidak hanya terletak pada jumlah komoditas yang berhasil dipanen.

Lebih dari itu, terdapat proses pembentukan keterampilan dan pengalaman kerja yang dijalani WBP selama mengelola lahan.

Dari Lahan Pembinaan untuk Ketahanan Pangan
Program pertanian Lapas Kelas IIA Garut pada akhirnya membawa dua tujuan yang berjalan secara bersamaan. Di satu sisi, kegiatan tersebut menghasilkan komoditas hortikultura yang dapat dimanfaatkan dan dipasarkan. Di sisi lain, kegiatan menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, ketahanan pangan ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan yang produktif. WBP mendapatkan kesempatan untuk bekerja, belajar dan menghasilkan sesuatu melalui proses yang terarah.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Garut terus mendorong pengembangan berbagai kegiatan produktif, termasuk sektor pertanian, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.

Optimalisasi lahan, peningkatan keterampilan WBP, pengembangan komoditas serta pemasaran hasil produksi menjadi bagian yang dapat terus diperkuat agar kegiatan pembinaan memberikan manfaat yang semakin luas.

Panen 750 kilogram bawang daun dan 86 kilogram kubis dengan total 836 kilogram bukan hanya menjadi catatan hasil produksi. Di balik angka tersebut terdapat proses pembelajaran, kerja sama, kedisiplinan dan tanggung jawab yang dijalankan para WBP.

Dari lahan pembinaan, pangan dihasilkan. Dari proses kerja, keterampilan ditumbuhkan. Dan melalui kegiatan produktif tersebut, Lapas Garut terus berupaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan dan pengalaman untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Kapolres Purwakarta Patroli di Waduk Jatiluhur

Next Post

Laskar Prabowo 08 Minta Klarifikasi Pola Pengadaan Beras di SPPG Cimurah

Related Posts

Persib Hajar Isenmulang Kalteng FC 4-0, Maung Bandung Kumpulkan 16 Poin
deNews

Persib Hajar Isenmulang Kalteng FC 4-0, Maung Bandung Kumpulkan 16 Poin

Minggu, 1 November 2026
Polisi  Amankan Seorang Pemuda Terduga Pelaku Curamor
Hukum dan Kriminal

Polisi Amankan Seorang Pemuda Terduga Pelaku Curamor

Minggu, 1 November 2026
Paskibra Ciamis 2027 Dimulai, Generasi Muda Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan
deNews

Paskibra Ciamis 2027 Dimulai, Generasi Muda Disiapkan Jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 1 November 2026
Kenclengisasi BAZNAS Ciamis, Wadah Keikhlasan Berinfak Tanpa Paksaan
deNews

Kenclengisasi BAZNAS Ciamis, Wadah Keikhlasan Berinfak Tanpa Paksaan

Minggu, 1 November 2026
Pemkab Ciamis Apresiasi 106 Wisudawan Perdana INU, Dorong Lulusan Berkontribusi untuk Daerah
deNews

Pemkab Ciamis Apresiasi 106 Wisudawan Perdana INU, Dorong Lulusan Berkontribusi untuk Daerah

Minggu, 1 November 2026
HUT ke-62 Partai Golkar, Senam Massal Meriahkan Alun-Alun Subang
deNews

HUT ke-62 Partai Golkar, Senam Massal Meriahkan Alun-Alun Subang

Minggu, 1 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

Foto : kegiatan kaji banding SMPN 1 Baregbeg

Keren, Sekolah Percontohan UKS Terbaik di Jawa Barat Ada di Ciamis

Minggu, 23 Maret 2025

Pemdes Cicadas Berharap PADesa Masuk Dari Wisata Curug Malela

Rabu, 13 November 2019

Polres Purwakarta Rangkul Ponpes Cireok, Tegakkan Protokol Kesehatan Gunakan Masker Di lingkungan pesantren

Minggu, 13 September 2020

8 Ekor Domba Berhasil Digondol Maling Dari Tambaksari

Selasa, 5 Mei 2020

Sekretariat DPRD Purwakarta Terima Silaturahmi PWI Hasil Konferensi

Jumat, 23 Mei 2025

Religius Rumah Tahfidz Arrasyid Bani Suhwiyan Terwujud Di kecamatan Pagaden kab Subang

Selasa, 11 Agustus 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste