Dejurnal.com, Bandung – Ngabodor Sorangan (Borangan) adalah salah satu dari 7 mata mata lomba pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD tingkat Kabupaten Bandung yang digelar di SDN Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin 23 September 2026.
Kriteria cerita lucu dalam Borangan atau Stand-Up Comedy khas Sunda berfokus pada orisinalitas materi, ketepatan penggunaan bahasa Sunda, kesesuaian durasi, serta kemampuan mengundang tawa tanpa menyinggung SARA.
Khaiza Rizkian Nada, adalah salah satu peserta FTBI dari SDN Rancakoleka 02. Siswa kelas 5 i ini turut ambil bagian dalam kegiatan dalam Borangan sebagai perwakilan sekolahnya.
Dalam penampilannya, Khaiza membawakan dongeng tanpa judul khusus. Cerita yang disampaikan mengangkat berbagai hal yang dekat dengan kehidupan dan isu yang sedang ramai diperbincangkan, di antaranya tentang sekolah, Gunung Krakatau, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski mengaku tidak terlalu memikirkan bagian lucu dalam cerita yang dibawakannya, Khaiza tetap merasa senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang, karena menambah pengalaman,” ujar putri bungsu dari 3 bersaudar keluarga Dadang Sofian dengan Elis Khodijah ini seusai tampil.
Khaiza juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam FTBI merupakan pengalaman baru yang menyenangkan. Ia mengikuti kegiatan tersebut sebagai perwakilan SDN Rancakoleka 02 setelah menjuarai Borangan di tingkat kecamatan.
Khaiza juga mengaku tidak terlalu memikirkan jadi juara. “Menambah pengalaman saja,” kata gadis cilik kelahiran Bandung, 5 Juni 2015 ini.***Sopandi


















