Dejurnal.com, CIAMIS — Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kecamatan Baregbeg tidak hanya berbicara soal membagikan makanan berbahan ikan.
Di balik gerakan tersebut, ada peran para Bunda Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Desa yang didorong menjadi penggerak kebiasaan makan ikan di tengah keluarga.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Gemarikan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kecamatan Baregbeg ke-22 di Aula Kantor Kecamatan Baregbeg, Senin (28/9/2026).
Bunda Forikan Desa se-Kecamatan Baregbeg hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka diharapkan tidak sekadar menjadi simbol kampanye, tetapi ikut membawa pesan Gemarikan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Ketua Bunda Forikan Kecamatan Baregbeg, Ida Hidayati Eka, mengatakan konsumsi ikan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Menurutnya, ikan mengandung protein, asam lemak omega-3, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Asupan tersebut menjadi semakin penting bagi anak-anak dan ibu hamil dalam mendukung pertumbuhan serta menjaga kualitas kesehatan.
“Pemenuhan gizi berbahan dasar ikan sangat penting, terutama bagi tumbuh kembang anak-anak, ibu hamil, serta dalam upaya pencegahan stunting,” kata Ida.
Ia menegaskan, Gemarikan tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut perlu diteruskan menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah.
Karena itu, para Bunda Forikan Desa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan mengajak keluarga mengenal manfaat ikan sekaligus membiasakan anak-anak mengonsumsinya.
Dari Meja Makan ke Lingkungan Desa
Ida mengatakan, keluarga menjadi salah satu pintu penting dalam membangun kebiasaan makan sehat. Edukasi tentang manfaat ikan dapat dimulai dari hal sederhana, yakni dari menu yang disajikan setiap hari.
Selain memberikan pemahaman mengenai gizi, Bunda Forikan juga didorong mengembangkan kreativitas dalam mengolah ikan.
Menurutnya, menu ikan tidak harus selalu disajikan dengan cara yang sama. Berbagai olahan dapat dibuat lebih menarik agar anak-anak tidak merasa bosan.
“Kita dorong kreativitas olahan pangan lokal berbahan dasar ikan yang menarik, lezat dan disukai anak-anak,” ujarnya.
Langkah tersebut dinilai penting karena salah satu tantangan dalam meningkatkan konsumsi ikan bukan semata-mata ketersediaan bahan pangan, tetapi bagaimana ikan dapat diterima oleh seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak.
Dari rumah, kebiasaan tersebut kemudian diharapkan menyebar ke lingkungan masyarakat melalui peran Bunda Forikan di masing-masing desa.
Perkuat Kolaborasi
Ida juga mendorong sinergi antara Bunda Forikan, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Disnakkan Kabupaten Ciamis dan kader PKK.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar kampanye Gemarikan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan terus berjalan dan menyentuh lebih banyak keluarga.
“Terus berkolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis serta kader PKK agar program Gemarikan berjalan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pemberian paket olahan ikan juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong konsumsi ikan masyarakat.
Paket tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi keluarga untuk mengembangkan berbagai menu berbahan ikan dengan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Ida menyampaikan apresiasi kepada panitia Hari Jadi Kecamatan Baregbeg, Disnakkan Kabupaten Ciamis dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Gemarikan.
Ia berharap momentum Hari Jadi Kecamatan Baregbeg ke-22 menjadi penyemangat untuk membangun kebiasaan makan ikan di tengah masyarakat.
“Mari kita sukseskan Gemarikan demi melahirkan generasi Baregbeg yang sehat, cerdas dan tangguh,” ujarnya.
Bagi para Bunda Forikan, gerakan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang ikan di atas piring. Lebih jauh, Gemarikan menjadi upaya membangun kebiasaan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menyiapkan generasi yang sehat sejak dari rumah. (Nay Sunarti)




















