Dejurnal.com, Bandung – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, berupa khitanan massal, santunan anak yatim, kaum dhuafa dan lansia, sekaligus pencanangan Gerakan Bulan Dana Kemanusiaan Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mako PMI Kabupaten Bandung, Jalan Al-Fathu, Soreang, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ketua PMI Kabupaten Bandung, H. Asep Deni Ramdani, S.IP., A.Md., mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI.
“Rangkaian kegiatan HUT PMI ke-81 ini diawali pada 17 September dengan upacara, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Korp Sukarela PMI Kabupaten Bandung,” ujar Asep.
Menurutnya, pada kegiatan bakti sosial kali ini, khitanan massal telah dilaksanakan sejak pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, lansia, jompo dan kaum dhuafa.
Selain kegiatan sosial, PMI Kabupaten Bandung juga mencanangkan Bulan Dana Kemanusiaan Tahun 2026.
Asep menjelaskan, PMI Kabupaten Bandung menargetkan perolehan Bulan Dana Kemanusiaan 2026 sekitar Rp1,8 miliar hingga Rp2 miliar.
Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi PMI, terutama dalam pelayanan sosial, kesehatan, kebencanaan, pelayanan darah, serta pendidikan dan pelatihan bagi relawan.
“Kami mengimbau dan memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Bulan Dana Kemanusiaan ini,” katanya.
Asep menuturkan, meskipun PMI secara nasional kini telah berusia 81 tahun, PMI Kabupaten Bandung sendiri baru berdiri pada 1985 sehingga tahun ini memasuki usia ke-41.
Dalam menjalankan tugasnya, PMI Kabupaten Bandung berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 serta Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kepalangmerahan.
“PMI berupaya mengoptimalkan pelaksanaan pelayanan kepalangmerahan sesuai tupoksinya, yaitu pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, pelayanan kebencanaan, pelayanan darah, serta pendidikan dan pelatihan bagi relawan,” jelasnya.
Memasuki usia ke-81 PMI, Asep berharap semangat kepedulian dan kebersamaan semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Menurutnya, tema peringatan HUT PMI tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Semangatnya adalah peduli, bergerak bersama. Yang pertama, kita harus lebih meningkatkan respons dan kepekaan terhadap apa pun yang ada di lingkungan sekitar kita. Kemudian bergerak secepat mungkin untuk memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat dukungan terhadap PMI, mulai dari pemerintah, masyarakat, BUMD, pihak swasta hingga insan media.
“Kita harus mengoptimalkan semua dukungan, baik dari stakeholder masyarakat, pemerintah, BUMD, swasta, maupun kawan-kawan media massa,” tandasnya.
Terkait penggunaan dana kemanusiaan, Asep menegaskan bahwa sasaran utamanya tetap diarahkan pada pelayanan yang menjadi tugas pokok PMI.
“Yang menjadi sasaran prioritas sesuai tupoksi PMI, di antaranya pelayanan kesehatan, pelayanan kebencanaan dan pelayanan sosial,” pungkasnya. ***Sopandi

















