Dejurnal.com | SUBANG — Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan mulai diwujudkan melalui pembangunan Pondok Pesantren Hamzanwadi di Kampung Tanjung Sari, RT 21/RW 07, Desa Tanjung, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pembangunan tersebut kini memasuki tahap awal berupa pemerataan lahan seluas 3.054 meter persegi yang telah bersertifikat wakaf. Tahapan ini dilakukan untuk mempersiapkan tata letak lahan sebelum pembangunan berbagai fasilitas pendidikan dan pelayanan sosial dilaksanakan.
Ustaz Imron Rosadi mengatakan, dimulainya pemerataan lahan menjadi langkah penting dalam mewujudkan cita-cita bersama membangun lembaga pendidikan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, proses tersebut tidak terlepas dari perjuangan, kebersamaan, serta dukungan para donatur yang secara sukarela membantu pembangunan melalui swadaya.
“Alhamdulillah, pemerataan lahan untuk Pondok Pesantren Hamzanwadi sudah mulai berjalan berkat perjuangan kita semua di jalan Allah. Meskipun dalam perjuangan ini ada halangan dan rintangan, jadikanlah semuanya sebagai hikmah untuk menuju kesuksesan,” ujar Imron, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, lahan wakaf tersebut direncanakan menjadi pusat pendidikan keagamaan sekaligus wadah pelayanan sosial bagi masyarakat.
Ke depan, Pondok Pesantren Hamzanwadi direncanakan menaungi sejumlah program, di antaranya pendidikan pesantren, panti asuhan bagi anak yatim piatu dan fakir miskin, Majelis Taklim Al Masyhur, Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta usaha ekonomi produktif.
Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
H. Sahroni Harapkan Dukungan Pemerintah
Sementara itu, H. Sahroni berharap pembangunan Pondok Pesantren Hamzanwadi dapat menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan berbasis keagamaan, khususnya bagi masyarakat Desa Tanjung dan wilayah lain yang membutuhkan.
Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah setempat, Pemerintah Kabupaten Subang, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar rencana pembangunan tersebut dapat berjalan dengan baik.
Menurut Sahroni, dukungan berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah sangat penting untuk mendorong keberlanjutan pembangunan lembaga pendidikan keagamaan.
“Pembangunan Pondok Pesantren Hamzanwadi ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama. Semoga diberikan kelancaran dan keberkahan,” ujarnya.
Sahroni menegaskan bahwa pengurugan dan pemerataan lahan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar bersama dalam membangun sarana pendidikan yang bermanfaat bagi umat.
Pendanaan pembangunan diupayakan melalui swadaya dan sumbangan para donatur yang dikenal sebagai hamba Allah. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengawali pembangunan pondok pesantren.
Ia berharap kepedulian, semangat gotong royong, serta dukungan dari seluruh pihak dapat terus terjaga hingga pembangunan Pondok Pesantren Hamzanwadi selesai dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dimulainya pemerataan lahan ini, pembangunan Ponpes Hamzanwadi diharapkan menjadi awal dari hadirnya fasilitas pendidikan keagamaan dan pelayanan sosial yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas
[Asep]




















