Dejurnal.com, CIAMIS. Kabupaten Ciamis memasang target juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-8 tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.
Sebanyak 28 peserta disiapkan untuk berlaga di seluruh 14 mata lomba, membawa harapan agar prestasi Ciamis kembali bersinar di tingkat provinsi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, secara resmi melepas kafilah Porsadin di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Kontingen berangkat dengan semangat yang terangkum dalam motto “Ciamis Datang Tandang Makalangan Mulang Mawa Kahayang, Ciamis Juara di Hate Jawara di Arena”.
Motto tersebut menjadi penyemangat bagi peserta untuk tampil percaya diri, berjuang maksimal, dan menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi.
Dalam kesempatan itu, Andang menyampaikan apresiasi kepada para peserta, pembimbing, ofisial, dan panitia yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porsadin tingkat Jawa Barat. Ia berharap kerja keras selama latihan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Lomba itu pasti ada kalah dan menang. Namun, dengan latihan dan kerja keras, anak-anak kita sudah membuktikan keberaniannya. Saya berharap saat perlombaan nanti mereka siap, tidak gemetar, dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya,” ujar Andang.
Menurutnya, kesiapan menghadapi perlombaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding.
Karena itu, peserta diharapkan mampu menjaga konsentrasi, percaya diri, dan tetap tenang ketika menghadapi lawan dari berbagai daerah.
Andang juga menekankan pentingnya peran pembimbing dan ofisial dalam mendampingi peserta, termasuk memberikan arahan serta menyiapkan strategi sesuai cabang lomba yang diikuti.
Dukungan orang tua dan masyarakat pun diharapkan dapat menambah motivasi para peserta selama berkompetisi.
Prestasi dan Akhlak Harus Berjalan Seiring
Di balik target juara umum, Andang mengingatkan bahwa Porsadin bukan semata-mata ajang untuk mengejar kemenangan.
Kompetisi tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk membangun karakter, menumbuhkan sportivitas, dan menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berpesan agar peserta tetap rendah hati apabila berhasil meraih prestasi dan tidak berkecil hati jika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan.
“Yang paling penting adalah akhlaknya. Jangan sampai ketika menjadi juara, anak-anak justru menjadi sombong. Juara itu bukan semata-mata karena diri kita, tetapi hasil usaha dan kesempatan yang diberikan Allah SWT. Karena itu, ketika meraih juara, kita harus tetap bersyukur,” tuturnya.
Selain menjaga sikap, para peserta diminta memperhatikan kesehatan, mengatur pola makan, dan menjaga kondisi fisik selama mengikuti rangkaian perlombaan.
Andang berharap pengalaman di Porsadin dapat memperluas wawasan sekaligus menambah kepercayaan diri para santri ketika berhadapan dengan peserta dari daerah lain.
Ciamis Ikuti Seluruh 14 Mata Lomba
Ketua Pelaksana Porsadin ke-8 Kabupaten Ciamis, Anwar Baihaqi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Ciamis mengikutsertakan peserta pada seluruh 14 mata lomba yang dipertandingkan, mencakup bidang akademik, olahraga, dan seni.
Kontingen tersebut terdiri dari 28 peserta, 12 ofisial, 14 pembimbing, serta 16 panitia. Selain itu, dukungan diperkirakan datang dari sekitar 150 orang yang akan menjadi suporter untuk memberikan semangat kepada kafilah Ciamis.
Untuk menyesuaikan jadwal pertandingan, pemberangkatan kontingen dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama telah diberangkatkan lebih awal untuk mengikuti pertandingan bulutangkis yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Anwar mengatakan, Ciamis memiliki catatan prestasi dalam perjalanan Porsadin tingkat Jawa Barat. Kabupaten ini pernah meraih gelar juara umum pada penyelenggaraan pertama dan keempat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu motivasi bagi kontingen untuk kembali bersaing memperebutkan posisi tertinggi pada Porsadin ke-8.
“Kabupaten Ciamis pernah menjadi juara umum Porsadin pertama dan keempat. Mudah-mudahan pada Porsadin ke-8 ini, Ciamis kembali bisa meraih juara umum. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar anak-anak, ofisial, dan pembimbing dapat membawa nama baik Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, persiapan kontingen merupakan hasil kerja bersama peserta, pembimbing, ofisial, panitia, dan berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu para peserta menjalani pertandingan dengan baik hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Melalui Porsadin ke-8 tingkat Jawa Barat, Kabupaten Ciamis berharap dapat menunjukkan kemampuan terbaik para santri sekaligus memperkuat eksistensi pendidikan diniyah dalam mengembangkan potensi generasi muda.
Target juara umum menjadi motivasi bagi kafilah Ciamis untuk berjuang di arena. Namun, lebih dari sekadar hasil pertandingan, pengalaman, sportivitas, kebersamaan, dan akhlak tetap menjadi nilai penting yang diharapkan dibawa pulang oleh seluruh peserta. (Nay Sunarti)




















