Dejurnal.com, Garut— Padepokan Pencak Silat Sinar Pusaka Putra Pusat memperingati Milad ke-66 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026, bertempat di Gedung Sarana Olahraga (SOR) R.A.A. Adiwijaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan panjang sebuah padepokan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan prestasi, serta meneguhkan komitmen dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut diikuti para pesilat dari sejumlah kabupaten di wilayah Jawa Barat dan Banten. Kehadiran peserta lintas daerah menjadi gambaran bahwa pencak silat masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Selain sebagai seni bela diri tradisional, pencak silat juga menjadi media pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, pengendalian diri, serta penguatan nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan oleh para leluhur.
Selama 66 tahun perjalanan, Sinar Pusaka Putra Pusat terus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan tradisi pencak silat. Usia yang panjang tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mempertahankan sebuah perguruan bukan hanya tentang menjaga nama dan sejarah, melainkan juga memastikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Filosofi Milad: Merawat Akar, Menumbuhkan Generasi Penerus
Peringatan Milad ke-66 ini mengusung semangat “Sapaneja Miara Tangkal nu Ngarudaka Sangkan Ka Ala Buahna.” Ungkapan bernuansa filosofis tersebut membawa pesan tentang pentingnya merawat dan memelihara pohon agar kelak menghasilkan buah yang baik.
Filosofi ini memiliki makna mendalam apabila dikaitkan dengan perjalanan sebuah padepokan pencak silat. Para pendiri dan guru ibarat akar serta batang pohon yang menopang kehidupan perguruan. Sementara itu, para murid dan generasi muda merupakan tunas yang harus dirawat, dibimbing, serta dibekali nilai-nilai kebaikan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam proses pembinaan pencak silat, kemampuan teknik saja tidak cukup. Seorang pesilat juga perlu memiliki sikap hormat kepada guru, tanggung jawab terhadap perguruan, keteguhan mental, serta kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai situasi.
Karena itu, filosofi yang diusung dalam Milad ke-66 Sinar Pusaka Putra Pusat menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah perguruan tidak hanya diukur dari banyaknya anggota atau jumlah penghargaan yang diraih. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kualitas karakter para pesilat dan kemampuan mereka menjaga kehormatan serta nilai-nilai luhur pencak silat.
Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri, tetapi Pembentukan Karakter
Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pilihan olahraga bagi generasi muda, pencak silat memiliki tantangan tersendiri untuk terus menarik minat anak-anak dan remaja.
Pencak silat bukan semata-mata tentang gerakan menyerang, menangkis, atau menjatuhkan lawan. Di dalamnya terdapat pendidikan mengenai kesabaran, konsistensi, keberanian, sportivitas, penghormatan kepada orang lain, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik. Pesilat diharapkan mampu menerapkan kedisiplinan yang diperoleh selama latihan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Oleh karena itu, keberadaan padepokan pencak silat memiliki peran strategis dalam membangun ruang pembinaan positif bagi generasi muda. Melalui latihan yang terarah dan pendampingan para pelatih, anak-anak dan remaja dapat mengembangkan potensi, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar menghargai proses untuk mencapai sebuah prestasi.
Muhamad Andhi Satria Firmansyah, Bukti Semangat Generasi Muda Berprestasi
Semangat pembinaan generasi muda dalam dunia pencak silat turut tercermin melalui prestasi Muhamad Andhi Satria Firmansyah, siswa kelas 7A SMPN 1 Garut, yang berhasil meraih medali emas pada kategori pemasalan pra-remaja.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus gambaran bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk berkembang melalui olahraga tradisional apabila mendapatkan kesempatan berlatih, bimbingan, dan dukungan yang memadai.
Sebelum meraih medali emas tersebut, Muhamad Andhi Satria Firmansyah juga telah mengoleksi sejumlah medali, piala, dan sertifikat dari berbagai ajang pencak silat di Kabupaten Garut. Deretan pencapaian itu menunjukkan adanya proses pembelajaran dan perjuangan yang patut diapresiasi.
Meraih prestasi dalam pencak silat tentu tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, kedisiplinan, kesiapan mental, penguasaan teknik, serta kemampuan menjaga konsentrasi ketika menghadapi lawan di arena pertandingan.
Bagi seorang pelajar, membagi waktu antara pendidikan formal dan latihan olahraga juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, keberhasilan meraih medali emas dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan tanpa mengabaikan kewajiban dalam menempuh pendidikan.
Prestasi Muhamad Andhi Satria Firmansyah diharapkan dapat menginspirasi pelajar lainnya agar berani mengembangkan bakat dan minat melalui kegiatan positif. Pencak silat dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk mengukir prestasi sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya bangsa.
Namun, prestasi seorang pesilat tidak semestinya berhenti pada perolehan medali atau piala. Lebih penting lagi, keberhasilan tersebut harus menjadi awal untuk membangun mentalitas juara yang rendah hati, menghormati lawan, menaati aturan, dan terus berusaha meningkatkan kemampuan.
Milad ke-66 Menjadi Momentum Memperkuat Persaudaraan Antar pesilat
Selain menjadi ruang untuk mengenang perjalanan padepokan, Milad ke-66 Sinar Pusaka Putra Pusat juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antar pesilat dari berbagai daerah.
Pertemuan para pesilat Jawa Barat dan Banten membuka ruang untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memperluas jaringan persaudaraan. Interaksi semacam ini penting untuk membangun solidaritas di antara perguruan sekaligus memperkuat semangat bersama dalam memajukan pencak silat.
Persaudaraan merupakan salah satu nilai penting yang harus terus dijaga dalam dunia bela diri. Perbedaan perguruan, aliran, teknik, maupun daerah asal seharusnya tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan.
Sebaliknya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya pengetahuan, meningkatkan kualitas pembinaan, dan memperluas kontribusi pencak silat bagi masyarakat.
Melalui momentum milad, para pesilat juga diharapkan semakin memahami bahwa nama baik perguruan harus dijaga melalui perilaku yang santun, sikap yang bertanggung jawab, dan kemampuan menempatkan ilmu bela diri secara tepat.
Dengan demikian, pencak silat tidak hanya dikenal karena kemampuan para pesilatnya di arena pertandingan, tetapi juga karena kontribusinya dalam menciptakan lingkungan sosial yang tertib, damai, dan saling menghormati.
Pelestarian Pencak Silat Membutuhkan Pembinaan Berkelanjutan
Di tengah arus modernisasi, pelestarian pencak silat membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan. Peringatan milad memang memiliki nilai penting sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi keberlangsungan tradisi ini sangat ditentukan oleh konsistensi pembinaan setelah kegiatan berakhir.
Perguruan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas latihan, menanamkan nilai-nilai budaya, dan mempersiapkan generasi penerus. Para pelatih juga berperan penting dalam memastikan bahwa setiap murid memahami bukan hanya teknik bela diri, tetapi juga etika dan tanggung jawab sebagai seorang pesilat.
Sementara itu, keluarga dan masyarakat dapat memberikan dukungan dengan mendorong anak-anak mengikuti kegiatan olahraga yang positif. Sekolah pun dapat menjadi ruang untuk mengenalkan pencak silat sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus sarana pengembangan bakat siswa.
Dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya juga diperlukan, terutama dalam membuka kesempatan bagi perguruan untuk mengembangkan pembinaan, mengikuti kompetisi, serta memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat yang lebih luas.
Pembinaan yang berkelanjutan akan memberikan peluang bagi lahirnya lebih banyak pesilat berprestasi. Pada saat yang sama, upaya tersebut dapat memastikan bahwa nilai-nilai tradisional pencak silat tetap terpelihara tanpa menutup diri terhadap perkembangan olahraga modern.
Menjaga Warisan Leluhur, Menyiapkan Masa Depan Pencak Silat
Peringatan Milad ke-66 Sinar Pusaka Putra Pusat di SOR R.A.A. Adiwijaya Garut pada 23–25 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pentingnya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Enam puluh enam tahun perjalanan merupakan bagian dari sejarah yang patut dihargai. Namun, perjalanan panjang tersebut juga membawa tanggung jawab untuk terus beradaptasi, memperkuat regenerasi, dan memastikan bahwa pencak silat tetap relevan bagi generasi masa kini maupun masa depan.
Kehadiran pesilat dari berbagai daerah, semangat persaudaraan yang dibangun, serta prestasi generasi muda seperti Muhamad Andhi Satria Firmansyah menjadi gambaran bahwa pencak silat masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Harapannya, Sinar Pusaka Putra Pusat terus melahirkan pesilat yang tidak hanya unggul dalam kemampuan bela diri, tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung sportivitas, menghormati sesama, dan memiliki kebanggaan terhadap budaya bangsa.
Sebab, menjaga pencak silat bukan hanya tugas para pesilat atau perguruan tertentu. Pelestarian warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama agar kekayaan budaya Indonesia tidak sekadar dikenang dalam catatan sejarah, melainkan tetap hidup dalam praktik, nilai, dan perilaku generasi penerus.
Enam puluh enam tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan amanah untuk merawat akar tradisi, menumbuhkan tunas generasi, dan memastikan buah perjuangan para ke pendahulu terus memberikan manfaat bagi bangsa. Selama nilai-nilai luhur pencak silat tetap diajarkan dan diamalkan, selama itu pula warisan leluhur akan terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.***Willy Esha

















