Dejurnal.com, CIAMIS. Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 turun langsung ke Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memverifikasi berbagai inovasi dan praktik baik yang menjadi keunggulan Sindangrasa dalam kompetisi tingkat nasional.
Klarifikasi lapangan ini menjadi tahapan penting setelah peserta melewati seleksi administrasi, pemaparan kepala desa atau lurah, serta wawancara.
Melalui pemeriksaan langsung, tim penilai ingin memastikan bahwa berbagai capaian yang dilaporkan dalam dokumen dan paparan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kelurahan Sindangrasa menampilkan sejumlah inovasi yang mencakup penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi berbasis partisipasi warga.
Ketua Tim Penilai Klarifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026, Mulyo Setiono, mengatakan penilaian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keragaman karakteristik, potensi, dan keunggulan desa maupun kelurahan di seluruh Indonesia.
Untuk mengakomodasi keragaman tersebut, pelaksanaan penilaian dibagi ke dalam enam regional, yakni Regional I Sumatera, Regional II Jawa dan Bali, Regional III Kalimantan, Regional IV Sulawesi, Regional V Nusa Tenggara dan Maluku, serta Regional VI Papua.
Sebelum sampai pada tahap klarifikasi lapangan, peserta telah mengikuti seleksi administrasi, pemaparan oleh kepala desa atau lurah, dan wawancara yang berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026.
Mulyo menjelaskan, klarifikasi lapangan tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi merupakan proses untuk menguji kesesuaian antara laporan administrasi, pemaparan peserta, dan pelaksanaan program yang sebenarnya.
“Ada tiga hal utama yang akan kami lakukan. Pertama, klarifikasi dan validasi terhadap dokumen maupun pemaparan yang sudah disampaikan. Kedua, pengamatan secara langsung, dan ketiga dialog serta pendalaman terhadap informasi yang telah disampaikan,” jelas Mulyo.
Melalui tiga tahapan tersebut, tim penilai berupaya memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai berbagai inovasi yang dijalankan, termasuk pelaksanaannya serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung program kelurahan.
Hasil klarifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat pleno tim penilai sebelum penetapan hasil akhir Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Mulyo pun berharap pemerintah daerah, jajaran kelurahan, serta seluruh unsur masyarakat dapat memberikan dukungan dan informasi secara terbuka agar proses penilaian berjalan lancar dan menghasilkan gambaran yang akurat.
Sekda Ciamis Apresiasi Inovasi Berbasis Kolaborasi
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Kelurahan Sindangrasa.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menilai, kemampuan pemerintah kelurahan dalam menggerakkan potensi warga dan membangun kolaborasi menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan pembangunan.
Andang mengatakan, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Dengan APBD Kabupaten Ciamis sekitar Rp2,4 triliun, kebutuhan pembangunan di berbagai sektor harus diimbangi dengan perencanaan yang cermat dan penentuan prioritas.
Karena itu, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan melibatkan berbagai pihak.
“Kita bisa memanfaatkan kebersamaan dan kolaborasi sehingga dengan anggaran yang efektif dan efisien, tetapi tetap berdaya guna dan berhasil guna,” ujar Andang.
Ia menyebut inovasi yang dilakukan Lurah Sindangrasa bersama masyarakat sebagai sesuatu yang membanggakan bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Andang juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, kader PKK, dan seluruh unsur yang selama ini ikut mendukung berbagai program kelurahan.
Menurutnya, partisipasi warga menjadi modal penting agar pembangunan tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah.
Ia berharap berbagai praktik baik yang telah dikembangkan Sindangrasa dapat menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Ciamis, bahkan bisa diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Bagi Kelurahan Sindangrasa, verifikasi tingkat nasional ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, berbagai inovasi yang ditampilkan diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan warga. (Nay Sunarti)



















