• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Juli 12, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Keseimbangan Menuju Pengejawantahan Keadilan

bydejurnalcom
Minggu, 20 Juni 2021
Reading Time: 5 mins read
Keseimbangan Menuju Pengejawantahan Keadilan
ShareTweetSend

Oleh : Joko Budi Santoso, M.A

Implementasi Perbuatan Adil

Kondisi yang tidak seimbang seringkali melahirkan beragam persoalan. Kita Terlalu banyak makan tubuh menjadi tambun, kurang makan pun badan menjadi kurus. Tidur terlalu banyak membuat badan menjadi lemas, kurang tidurpun tubuh rentan diserang pennyakit. Kondisi ini jelas mengisyaratkan kepada kita agar dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan proporsinya.

BacaJuga :

Unigal Juara 1 Anugerah Humas Diktisaintek Wilayah IV, Bukti Komunikasi Publik Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Festival Anak Hebat : Ajang Berkarya Anak Berkebutuhan Khusus

Malam Minggu di Ciamis? Ini 5 Tempat Nongkrong Live Music yang Lagi Hits

Segala sesuatu yang sesuai dengan proporsinya merupakan implematansi dari perbutan adil, bukan akan adil itu dapat diartikan dengan menempatkan segala sesuatu berdasarkan proporsinya? Jika hal ini terjadi maka telah terjadi perbuatan adil.

Benarkah Keadilan Adalah Ketidakadilan

Pandangan saya tentang keadilan yang secara sederhana berdasarkan apa yang terjelaskan dalam pelajaran PKn mengacu pada pendapat aristoteles bahwa macam-macam keadilan adalah keadilan distributif, komutatif , kodrat alam, dan keadailan konvensional. Serta sebagaimana yang di ungkapkan oleh Notonegoro bahwa keadilan itu ada juga yang disebut keadilan legalitas atau keadilan hukum. Keadilan distributif, yaitu keadilan yang diberikan pada seseorang dengan melihat jasa-jasanya, misalnya gaji karyawan tidak sama satu sama lain di lihat dari produktiftasnya. Keadilan Komutatif, yaitu keadilan yang diberikan pada seseorang dengan tidak melihat jasa-jasa yang telah diperbuatnya. misalnya perlakukan setiap orang di muka hukum.

Keadilan kodrat alam adalah bersumber dari hukum alam, misalnya jika kita memperlakukan orang dengan baik maka akan diperlakukanyalah kita dengan baik pula. Keadilan konvensional yaitu keadilan yang diberikan atas`dasar kekuasaan khusus, misalkan setiap warga negara harus mentaati peraturan yang telah ditetapkan. Sedangkan keadilan legalitas atau keadilan hukum dicontohkan hukum yang dijatuhkan pada seseorang di pengadilan.

Namun hal yang lebih prinsif dari pada sekedar berteori, saya memberikan prespektif lebih dalam bahwa keadilan itu hanyalah merupakan media yang berbentuk abstrak, karena itu adil memiliki nilai relatif yang sangat tinggi untuk mempuyai bentuk yang berbeda.

Mengapa karena keadilan relatif bisa dimasukan kedalam macam-macam jenis kedilan tadi. Hal ini menurut saya adalah sebuah frame, keadilan berfungsi memberikan pembenaran atas suatau peristiwa yang terjadi dimana keadilan menjadi satu refrensi utama.

Kondisi ini menciptakan inkosistensi yang muaranya justru hal yang kontra prokduktif dari makna haqiqi keadilan. Perbedaan bentuk keadilan inilah yang kemudian melahirkan penafsiran lain tentang bentuk keadilan yang sama dengan ketidakadilan. Jika demikian mungkin benar bahwa Keadilan adalah sesunguhnya ketidakadilan itu sendiri.

Siapa Pemembuat Ketidakdilan.

Ketika adil memiliki nilai relatif sangat tinggi kemudian mempuyai bentuk keadilan yang berbeda, maka siapakah yang dapat membuatnya demikian? Menurut saya ada dua subjek yang dapat melakukan itu. Pertama individu sebagai makluk pribadi, kedua individu yang mempunyai kekuasaaan baik kekuasaan birokratitik maupun non birokratik.

Lihat saja beragam persoalan seperti tubuh menjadi tambun akibat dari individu yang tidak bisa mengontrol pola makan. serangan penyakit akut dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. Padahal hal itu bisa dicegah bukan? inilah contoh riil bahwa individu sebagai makluk pribadi merupakan sumber ketidakadilan dalam konten perkembangan dan kesehatan tubuh.

Individu yang mempunyai kekuasaaan kekuasaan birokratitik berdasarkan fakta yang ada merupakan tokoh utama pembentuk adil menjadi relatif berbeda. Kita masih ingat lagu Bento yang dinyanyikan penyanyi fonomenal Iwan Fals. Bahwa hukum sebagai pengejawantahan keadilan hanya berlaku bagi Maling Kelas Teri, Bandit Kelas Coro yang menjadi tong sampah bagi Elit Biroakrasi kala itu. Mereka sebenarnya adalah Bandit Kelas Kakap yang asik tipu-tipu, loby dan upeti sebagai menu sarapan paginya justru kebal hukum. Mereka jagonya menciptakan peran sebagai Mr. Clean, padahal akrab dengan kotoran hasil korupsi dan manipulasi. Hal ini murapakan embrio lahirnya budaya KKN dikalangan birokrasi pelayan publik.

Individu yang mempunyai kekuasaaan kekuasaan non birokratik juga banyak peristiwa yang membenarkan bahwa mereka adalah subjek yang dapat melakukan pemberlakuan keadilan. Lihat saja cara para preman, jawara, tokoh masrakat, atau apapun namanya yang menggambarkan orang yang memeiliki kekuasaan dalam komunitas tertentu. Meraka akan berkecenderungan mengambil keputusan yang akan melindungi kekuasaannya. Bagi seorang preman dianggap adil jika dapat menuntaskan dendam dengan membunuh, padahal membunuh jelas menanggar hukum sebab negara ini menganut asas praduga tak bersalah.

Berdasarkan hal itu maka jangan heran kalau dalam setiap episode hidup ini selalu ada cerita tentang ketidakadilan. Mengapa? Karena dibalik semua peristiwa itu ada subjek Pembuat Ketidakdilan.

Pengakuan Dan Perlakuan Keadilan

Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajiban, atau dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjelankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.

Keadilan itu merupakan suatu perlakuan antara hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan secara seimbang. Setiap orang ingin merasakan keadilan yang sama antara sesama manusia. Adil dalam melaksanakan suatu keadaan atau masalah merupakan jiwa seseorang yang memiliki jiwa social yang tinggi. Setiap warga Negara Indonesia pun wajib memperoleh keadilan yang merata dengan yang lainnya sesuai dengan HAM dalam bidang hokum, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap hari. oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Maka dari itu keadilan sangat penting untuk kehidupan sehari – hari, karena akan mensejahterakan semua umat manusia. Keadilan terdapat dalam pancasila, terutama dalam sila kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Yang artinya seluruh warga Negara Indonesia berhak mendapatkan keadilan yang merata dari pihak yang berwenang.

Jadi antara hak dan kewajiban perlu diserasikan agar tercipta kehidupan yang harmonis, karena kehidupan seperti itulah yang diinginkan oleh setiap umat manusia. Setiap manusia mempunyai hak dan kewajiban yang perlu dikerjakan bersama – sama tanpa adannya berat sebelah yang artinya hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang.
Untuk itu Segala sesuatu yang sesuai dengan proporsinya merupakan implematansi dari perbutan adil, maka kondisi yang menciptakan inkosistensi hendaknya dipahaami sebagai hal yang akan menciderai makna haqiqi keadilan.

Sikap mau melihat dari sudut pandang orang lain akan dapat melihat Perbedaan bentuk keadilan. Jika ada upaya serius dalam menciptakan kesimbangan menuju pengejawantahan keadilan dari para subjek yang berkuasa atas dirinya, birokrat, dan non birokrat, maka hal yang dirasakan seperti ketidakadilan niscaya akan sirna.

*) Penulis pengamat sosial dan hukum, tinggal di Indramayu

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Dari Ponorogo, KWP Kutuk Pembunuhan Jurnalis

Next Post

PPKM Mikro di perpanjang, Ponorogo Institute : Sayangi Keluarga Anda, Protokol Kesehatan menjadi Kunci Utama

Related Posts

Ketua BPPD Ciamis Apresiasi Peluncuran Batik Cakra Galuh, Warisan Filosofi Galuh Didorong Jadi Ikon Wisata Budaya
deNews

Ketua BPPD Ciamis Apresiasi Peluncuran Batik Cakra Galuh, Warisan Filosofi Galuh Didorong Jadi Ikon Wisata Budaya

Sabtu, 11 Juli 2026
Kolaborasi Teater Indonesia-Jepang Kembali Berlanjut, Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam Angkat Dialog Tubuh, Kekuasaan, dan Ingatan
deNews

Kolaborasi Teater Indonesia-Jepang Kembali Berlanjut, Crossing Text 2.0: Warisan Bunga Hitam Angkat Dialog Tubuh, Kekuasaan, dan Ingatan

Sabtu, 11 Juli 2026
Damkar Ciamis Turun ke Alun-alun di Malam Minggu, Ternyata Bukan Padamkan Kebakaran
deNews

Damkar Ciamis Turun ke Alun-alun di Malam Minggu, Ternyata Bukan Padamkan Kebakaran

Sabtu, 11 Juli 2026
Unigal Juara 1 Anugerah Humas Diktisaintek Wilayah IV, Bukti Komunikasi Publik Kampus Berdampak bagi Masyarakat
deNews

Unigal Juara 1 Anugerah Humas Diktisaintek Wilayah IV, Bukti Komunikasi Publik Kampus Berdampak bagi Masyarakat

Sabtu, 11 Juli 2026
Festival Anak Hebat : Ajang Berkarya Anak Berkebutuhan Khusus
deNews

Festival Anak Hebat : Ajang Berkarya Anak Berkebutuhan Khusus

Sabtu, 11 Juli 2026
Malam Minggu di Ciamis? Ini 5 Tempat Nongkrong Live Music yang Lagi Hits
deNews

Malam Minggu di Ciamis? Ini 5 Tempat Nongkrong Live Music yang Lagi Hits

Sabtu, 11 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

CSR Manggis, Masyarakat Jamali Kademangan Akan Audiensikan ke DPRD Cianjur

Jumat, 13 Desember 2019

KabarDaerah

Ketua DPP FPPG, Asep Nurjaman

FPPG Minta DPMD Kabupaten Garut Lakukan Verifikasi Balon Kades Secara Terbuka

Minggu, 25 April 2021

Aksi Demo Ratusan Remaja Putra/i Digedung DPRD Subang Akhirnya Di amankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2020

Tinjau Jembatan Apung Cijeruk yang Ambruk, Bupati Bandung Larang Difungsikan Lagi

Sabtu, 24 Mei 2025

Desa Serangmekar Gelar Musdes Penataan Desa, Ini Kata Babinsa Peltu Taufik Asodiki

Rabu, 30 April 2025
Ratusan guru ngaji menerima sembako. (Sopandi/ dejurnal.com).

Ratusan Guru Ngaji di Kecamatan Margahayu Terima Sembako Hari Ini

Senin, 2 Januari 2023

Ribuan Buruh Garut Berangkat ke Monas untuk Peringati May Day 2025

Kamis, 1 Mei 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste