• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Januari 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

KMG : Kasi Sapras Dikdas Disdikpora Karawang Diduga Berkolusi Dengan Konsultan

bydejurnalcom
Senin, 1 November 2021
Reading Time: 2 mins read
KMG : Kasi Sapras Dikdas Disdikpora Karawang Diduga Berkolusi Dengan Konsultan
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Karawang – Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras) bidang SD saat ini jadi perbincangan publik dan pemborong, pasalnya karena diduga kuat menjual belikan paket proyek pembangunan sekolah dasar yang dananya bersumber dari dana DAK APBN 2021 puluhan miliar serta diduga berkolusi dengan konsultan perencana dan pengawas AS selaku konsultan langganan Disdikpora Karawang.

Karena sejak tahun 2012 hingga 2021, posisinya sebagai konsultan perencaan dan pengawas Disdikpora tidak pernah tergantikan konsultan lainnya sehingga jadi bahan pergunjingan di kalangan publik dan para pejabat Disdikpora Karawang sendiri.

“Kami menduga ada kolusi antara Kasi Sapras bidang SD, Cece Saprudin dengan AS selaku konsultan perencanaan dan pengawasan proyek DAK,” kata Ketua Karawang Monitoring Group (KMG) Imron Rosadi S.Ag, Senin petang (1/11/2021).

BacaJuga :

Gaji PNS dan PPPK Ciamis Awal 2026 Sempat Terlambat, BPKD Jelaskan Penyebabnya

DPMD Garut Perkuat Koordinasi Pendamping Desa, Fokus Percepatan KDMP

Dukung Program Kabupaten Organik 2026, Kelurahan Cigembor Perluas Lahan Padi Organik hingga 1,3 Hektare

Menurut Imron, puluhan paket rehab SD yang dikerjakan secara penunjukan langsung (PL) maupun LSPSE, diduga kuat telah diperjual belikan oleh Kasi Sapras, karena sejak proyek tersebut digelar hingga rampung dikerjakan masih menyisakan persoalan karena masih ada pemborong yang tidak kebagian paket pekerjan sehingga gigit jari.

“Dan yang paling memprihatinkan, Kasi Sapras selaku PPTK tidak sejalan dan kerap melawan kepada Kabid selaku atasannya dan sering tidak masuk kantor dengan berbagai alasan sehingga menghambat pelayanan dibidang pendidikan dasar, kasihan bu Yani Kabid hanya kebagian masalahnya saja sedangkan awalnya yang berhubungan langsung dengan pemborong,” ungkapnya.

Dikatakan Imron, perilaku buruk Kasi Sapras, sudah bukan rahasia lagi di kalangan Disdikpora, namun tidak pernah mendapat tindakan apapapun dari Kadisdikpora.

“Entah ada apa keduanya, sehingga tidak bergeming sama sekali, termasuk dengan konsultan AS, kemungkinan mereka sudah berkolusi sehingga tidak pernah ada perusahaan konsultan selain AS di Disdikpora Karawang.

Ketua KMG menduga ada kolusi dan upeti dari AS sehingga tidak ada CV atau perusahaan konsultan perencanaan dan pengawasan lainnya yang masuk jadi mitra Disdikpora Karawang dalam proyek DAK puluhan miliar.

“Kita akan pantau terus dan menggandeng APH hingga seluruh proyek selesai apakah kontruksinya bangunannya berkualitas apa bokbrok,” ungkap Imron.

Sementara itu Kasubag Keuangan Disdikpora Dalip menegaskan bahwa AS sudah mencairkan dana konsultan perencanaan DAK bangunan sebesar Rp 200 Juta.

“Itu sudah dicairkan bulan lalu, namun untuk anggaran pengawasan masih dalam proses karena puluhan bangunan rehab ringan dan berat gedung SD belum seluruhnya rampung,” ujarnya.

Dalip mengatakan, selaku Kasubag Keuangan pihaknya tidak percepat pencairan apabila semua berkasnya lengkap. Ia juga membenarkan
soal perilaku Kasi Sapras yang jadi perbincangan publik dan para pejabat Disdikpora serta kerap dikeluhkan para rekanan.

“Banyak rekanan yang datang ke ruangan ini keluhannya sama sulit bertemu dengan yang bersangkutan, namun untuk persoalan lainnya kami tidak dapat menjelaskan karena itu urusan ia dengan mereka,” pungkas Dalip.

Data yang dihimpun Dejurnal.com, sebanyak 920 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Karawang rusaj.

Banyaknya ruang kelas rusak dengan alokasi anggaran 1 ruang kelas itu membutuhkan dana sebesar Rp 100 juta per ruang kelas, jadi kalau dihitung dari jumlah sekolah yang rusak itu membutuhkan kisaran anggaran sekitar Rp 92 miliar, penyelesaian ruang kelas rusak direncakan rampung hingga tahun 2024, sesuai target RPJMD kepemimpinan Cellica- Aep.

Kalau dihitung dari 920 ruang kelas untuk diperbaiki dibagi 4 tahun itu hingga tahun 2024 sekitar 230 ruang kelas atau sekitar 23 milliar anggaran yang dibutuhkan pertahun dengan APBN.

Dikabarkan Disdikpora telah mengajukan 72 ruang kelas untuk diperbaiki di Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2022, sedangkan 72 ruang kelas di APBD tahun 2022 sudah diusulkan ke Dinas PUPR 300 ruang kelas, dengan dana APBD 2 tahun 2022.***RF

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

September 2021 PERUMDA Air Minum Tirta Raharja Tambah Pelanggan 107.000

Next Post

Menimbang Capim Hasil Pertimbangan Baznas Pusat Untuk Ditimbang Bupati Garut

Related Posts

Perkuat Budaya Kerja BerAKHLAK, Bapenda Ciamis Apresiasi Pegawai Terbaik Desember 2025
deNews

Perkuat Budaya Kerja BerAKHLAK, Bapenda Ciamis Apresiasi Pegawai Terbaik Desember 2025

Rabu, 7 Januari 2026
BumDesa

Program Ketahanan Pangan BUMDes Marga Bhakti Persada Siapkan Beras Bagus Harga Terjangkau Warga

Rabu, 7 Januari 2026
Sorotan Terhadap Penempatan Jabatan di Dinas Pendidikan Garut, Pian Sopyan Pertanyakan Kompetensi dan Proses Uji Kelayakan.
deNews

Sorotan Terhadap Penempatan Jabatan di Dinas Pendidikan Garut, Pian Sopyan Pertanyakan Kompetensi dan Proses Uji Kelayakan.

Rabu, 7 Januari 2026
Gaji PNS dan PPPK Ciamis Awal 2026 Sempat Terlambat, BPKD Jelaskan Penyebabnya
deNews

Gaji PNS dan PPPK Ciamis Awal 2026 Sempat Terlambat, BPKD Jelaskan Penyebabnya

Rabu, 7 Januari 2026
DPMD Garut Perkuat Koordinasi Pendamping Desa, Fokus Percepatan KDMP
GerbangDesa

DPMD Garut Perkuat Koordinasi Pendamping Desa, Fokus Percepatan KDMP

Rabu, 7 Januari 2026
Dukung Program Kabupaten Organik 2026, Kelurahan Cigembor Perluas Lahan Padi Organik hingga 1,3 Hektare
deNews

Dukung Program Kabupaten Organik 2026, Kelurahan Cigembor Perluas Lahan Padi Organik hingga 1,3 Hektare

Rabu, 7 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

Cerita Warga : Situs Makam Tumenggung Ardikusumah di Garut Disebut Makam Astana Kalong

Jumat, 30 Juni 2023

KabarDaerah

Buru Pembuat Macet dan Pemeras Warga, Puluhan Preman Digaruk Polres Garut

Rabu, 14 Juni 2023

Bantuan Sapi Program UPPO Garut, Hilang atau Dijual Kelompok?

Kamis, 24 Oktober 2019

Curi Data Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Pasutri di Subang Terancam Penjara

Selasa, 29 April 2025

Ratusan Buruh PT. Danbi International Demo, Tuntut Kepastian Hak Pasca PHK Massal

Rabu, 11 Juni 2025

Dorong Efisiensi dan Transparansi Layanan Administratif, Desa Pawindan Gelar Sosialisasi Desa Digital “Super Desa” Bersama Diskominfo

Senin, 19 Mei 2025

Polres Garut Gelar Sertijab Kapolres Dengan Prosesi Pedang Pora

Rabu, 16 Juni 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste