CIAMIS, deJurnal,- RSUD Ciamis bergerak cepat menangani balita berusia tiga tahun asal Kecamatan Tambaksari yang dirujuk setelah ditemukan mengalami berat badan di bawah standar pertumbuhan. Rabu (26/08/2026)
Pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mencari penyebab berat badan anak tidak mengalami peningkatan.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, mengatakan balita tersebut ditemukan melalui penjaringan yang dilakukan Puskesmas.
Setelah mendapat laporan, pihak rumah sakit langsung memberikan perhatian dan menempatkan balita tersebut sebagai pasien yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Memang hari ini kita mendapat rujukan. Laporannya sebenarnya sudah masuk sejak Senin, 24 Agustus 2026 pldan yang menemukan pertama adalah pihak Puskesmas melalui hasil penjaringan. Dari hasil pemeriksaan didapatkan memang underweight,” ujar dr. Bayu.

Meski memiliki berat badan di bawah standar, kondisi umum anak saat diperiksa di RSUD Ciamis relatif baik. Balita tersebut masih aktif dan pola makannya dinilai cukup bagus.
Namun, kondisi berat badan yang tidak bertambah dalam kurun waktu cukup panjang tetap membutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh.
Tercatat Gizi Kurang Sejak 2025
Dari catatan pemantauan kesehatan, balita tersebut sebenarnya sudah tercatat mengalami gizi kurang sejak 2025. Selama periode tersebut, anak juga telah mendapatkan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala.
Namun, yang menjadi perhatian adalah berat badan anak tidak menunjukkan peningkatan yang berarti dalam rentang waktu tersebut. Kondisi ini kemudian menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencari faktor yang menyebabkan pertumbuhan berat badan anak terhambat.
Bayu menegaskan, kondisi tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai akibat dari pola makan. Tim medis masih perlu memastikan apakah terdapat faktor medis lain yang memengaruhi pertumbuhan anak.
“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan. Tidak bisa langsung menyimpulkan penyebabnya. Harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh supaya diagnosisnya tepat, sehingga tindakan terapi dan penanganan selanjutnya juga bisa lebih baik,” katanya.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh dan melihat kemungkinan adanya gangguan yang berkaitan dengan pertumbuhan maupun berat badan.
RSUD Ciamis Tangani Biaya Pemeriksaan
Selain memberikan pemeriksaan, RSUD Ciamis memastikan persoalan pembiayaan tidak menjadi hambatan bagi keluarga dalam mendapatkan pelayanan.
Bayu mengatakan pihak rumah sakit telah menangani kebutuhan pembiayaan pemeriksaan sehingga keluarga dapat lebih fokus mendampingi anak selama menjalani proses penanganan.
“Untuk perhatian dan pembiayaan sudah kita tangani. Keluarga tidak perlu memikirkan lagi prosesnya. Yang paling penting sekarang adalah penegakan diagnosis dan mencari tahu kenapa berat badan anak ini tidak bertambah,” ujarnya.
Menurut Bayu, langkah tersebut merupakan bentuk respons rumah sakit terhadap kasus yang membutuhkan penanganan cepat. Setelah hasil pemeriksaan lengkap diperoleh, tim medis akan menentukan langkah selanjutnya sesuai kondisi pasien.
Deteksi Dini Jadi Kunci
Kasus balita asal Tambaksari tersebut juga menjadi perhatian terhadap pentingnya deteksi dini masalah pertumbuhan anak. Bayu mengatakan pemantauan tumbuh kembang harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.
Posyandu, keluarga, kader kesehatan dan Puskesmas memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan anak terus dipantau. Penimbangan rutin setiap bulan dapat menjadi indikator awal untuk mengetahui apabila berat badan anak tidak bertambah sesuai usianya.
“Deteksi dini ini tidak hanya harus mengandalkan pihak kesehatan. Masyarakat juga diharapkan ikut aktif. Posyandu sudah berjalan sejak dulu dan ada penimbangan setiap bulan. Dari situ kondisi anak seharusnya bisa diketahui sejak awal,” jelas Bayu.
Ia berharap masyarakat tidak menganggap sepele apabila menemukan berat badan anak tidak mengalami kenaikan. Informasi tersebut perlu segera disampaikan kepada kader Posyandu atau tenaga kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Masyarakat Didorong Lebih Aktif
Bayu menilai upaya penanganan masalah gizi tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada fasilitas kesehatan. Dengan jumlah tenaga kesehatan yang harus melayani masyarakat dalam cakupan luas, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari sistem pemantauan kesehatan.
Karena itu, program pemberdayaan masyarakat perlu terus diperkuat agar keluarga dan lingkungan sekitar memiliki kemampuan untuk mengenali tanda-tanda masalah kesehatan pada anak.
“Program pemberdayaan masyarakat justru harus ditonjolkan, sehingga masyarakat bisa lebih aktif, lebih mandiri dan lebih berdaya. Tidak hanya harus menunggu ketika sudah sakit dan kemudian dirawat,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak tahap awal akan membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah masalah kesehatan anak berkembang menjadi lebih berat.
RSUD Tunggu Hasil Pemeriksaan
Saat ini, RSUD Ciamis masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan kondisi medis balita tersebut. Rumah sakit belum memberikan kesimpulan mengenai penyebab berat badan anak yang tidak bertambah sebelum seluruh pemeriksaan selesai.
Bayu menegaskan penanganan akan dilakukan berdasarkan hasil diagnosis agar terapi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasien.
“Kita tetap lihat hasilnya. Tidak bisa langsung menyimpulkan sebelum pemeriksaan lengkap,” ujarnya.
RSUD Ciamis memastikan perkembangan balita tersebut akan terus dipantau. Koordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait juga menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan tidak berhenti setelah pasien mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan secara rutin. Dengan deteksi lebih awal dan respons cepat dari seluruh pihak, masalah gizi pada anak diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. (Nay Sunarti)

















