CIAMIS, deJurnal – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ciamis (Bapenda) terus menggencarkan sosialisasi kebijakan pajak daerah dan transformasi layanan digital Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di enam eks kewedanaan di wilayah Kabupaten Ciamis mulai 24 Februari hingga 4 Maret 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus penguatan pemahaman aparatur pemerintahan hingga tingkat desa terkait sistem pembayaran pajak berbasis digital.

Sosialisasi perdana dilaksanakan pada 24 Februari 2026 di eks Kewedanaan Banjarsari, bertempat di Kantor Kecamatan Banjarsari. Selanjutnya kegiatan serupa digelar di wilayah Panjalu, Sindangkasih, Ciamis, Rancah, dan Kawali.
Peserta yang hadir secara langsung terdiri dari para camat dan kepala desa. Sementara itu, kepala dusun, kolektor PBB-P2 kecamatan dan desa/kelurahan, Ketua RT, Ketua RW, hingga petugas pemungut serta penelusur KTMDU/KBMDU mengikuti kegiatan secara daring.
Dalam sosialisasi ditegaskan bahwa pembayaran pajak kini tidak lagi harus melalui kolektor. Masyarakat sudah dapat melakukan pembayaran secara mandiri melalui berbagai kanal digital yang telah disediakan pemerintah daerah.

Kepala Bapenda Ciamis, Dr. Aef Saefuloh, M.Si., melalui Kabid Perencanaan, Pengembangan dan PAD, Hendrayanti, menjelaskan kebijakan pajak daerah tahun 2026 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 serta Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Target Pajak Daerah Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp145,62 miliar atau 38,70 persen dari total target PAD sebesar Rp376,31 miliar. Pajak daerah menjadi komponen strategis dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Untuk PBB-P2, ketetapan tahun 2026 sebesar Rp29,98 miliar yang bersumber dari 1.363.814 Nomor Objek Pajak (NOP). Pemerintah daerah memastikan tidak ada kenaikan tarif PBB-P2 pada tahun ini sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas ekonomi.
Perkuat Digitalisasi dan Transparansi
Sebagai bagian dari transformasi digital, Bapenda telah menerapkan berbagai inovasi layanan, antara lain:
– Pembayaran pajak melalui QRIS dan virtual account kolektif desa
– Layanan PBB Online melalui aplikasi SiJago
– Wajib Pajak Online (WPO) untuk Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti rumah makan dan restoran
– Penggunaan tapping box
– Dashboard monitoring pajak daerah
– Program HotMakNyus
“Untuk pembayaran PBB, masyarakat dapat memanfaatkan 21 kanal pembayaran, termasuk melalui Alfamart, Indomaret, kantor pos, QRIS, serta platform digital seperti Traveloka dan Tokopedia,” imbuh Hendrayanti.
Melalui dashboard monitoring, pemerintah kecamatan dan desa kini dapat memantau pergerakan setoran pajak setiap hari. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah.
Meski infrastruktur jaringan di Kabupaten Ciamis relatif aman dan tidak mengalami kendala blankspot yang signifikan, tantangan masih ditemukan pada aspek literasi digital, terutama di wilayah pelosok dengan karakter masyarakat agraris.
Namun demikian, antusiasme aparatur kecamatan dan desa dinilai cukup tinggi. Seluruh camat dan mayoritas kepala desa hadir serta menyatakan komitmen mendukung percepatan pembayaran pajak, termasuk program penyetoran 1×24 jam dan penuntasan tunggakan.
“Digitalisasi ini bertujuan meningkatkan transparansi dan memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya. Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” tegasnya.
Hendrayanti berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat pada 2026. Optimalisasi pajak daerah menjadi kunci dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pemenuhan fasilitas umum, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ciamis.
“Melalui sinergi antara kecamatan, pemerintah desa, kolektor, dan seluruh pemangku kepentingan, optimalisasi pendapatan daerah ditargetkan berjalan transparan, akuntabel, dan berbasis digital demi terwujudnya Ciamis yang semakin maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)


















