Sabtu, 15 Juni 2024
BerandadeBisnisPersoalan Mini Market Tak Jelas, LSM Penjara Garut Ancam Demo

Persoalan Mini Market Tak Jelas, LSM Penjara Garut Ancam Demo

Dejurnal.com, Garut – Selain masalah adanya dugaan jual beli kouta dalam perizinan mini market yang diakibatkan lemahnya unsur pengawasan perizinan dan penegakan Perda di Kabupaten Garut, juga adanya indikasi dugaan keterlibatan pejabat publik di lingkup Pemkab Garut dalam meloloskan perizinan.

Adanya dugaan keterlibatan Pejabat Publik ini justru yang membuat lamban penangan kasus tersebut, sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Industri – ESDM (Kadisperindag-ESDM) Kabupaten Garut saat dimintai keterangan selepas audensi dengan LSM PENJARA di Kantor DPMPT Kabupaten Garut.

Mantan Sekretaris DPMPT yang jadi Kadisperindag ESDM ini menyampaikan kepada Dejurnal.com bahwa dirinya sudah kontak dengan pejabat publik yang dimaksud.

” Saya sudah kontak orangnya tadi kok, yaitu Pa Asda kalau terkait titik yang di cempaka yah,” ungkapnya.

Sementara menurut Ketua LSM PENJARA Kusep Kuswandi, sampai saat ini baik tentang Indomaret Ciateul dan kuota serta data perizinan tidak ada kejelasan, pantas mandul kinerja para Penegak Perda Satpol PP kalau benar itu ada keterlibatan pejabat publik setingkat Asisten Daerah, jelas ini telah menyalahi aturan.

“Nantinya jika siapapun yang terlibat didalamnya harus bisa mempertanggung jawabkannya,” Tegas Kusep.

Kehadiran mini market yang menjamur di Kabupaten Garut menurut Ketua LSM PENJARA jelas sekali mengganggu roda perekonomian di masyarakat Garut.

Sementara saat dimintai tanggapan terkait pelayanan kirim ambil uang yang begitu ribetnya di salah satu mini market yaitu Alfamart di Jalan Pramuka samping Kecamatan Garut Kota, Ketua LSM Penjara mengatakan bahwa hal tersebut memang betul ada beberapa kali laporan secara personal kepada LSM PENJARA.

“Mereka dibuat pusing dan mesti sesuai aturan sehingga tidak jadi solusi membantu kesulitan warga, pelayanannya kaku mesti sesuai SOP Alfamart bukan perbankan tapi toko masa seribet itu ada warga Kabupaten Garut minta dikirim uang melalui Alfamart ketika KTPnya habis tidak bisa mengambil uang padahal itu bukan uang dia, selama pengirim dan penerima jelas yah tidak mesti dibuat ribet tinggal kasihkan saja,” Ungkapnya.

Ketua LSM PENJARA menghimbau, semestinya pihak manajemen Alfamart tidak sebegitunya sehingga pelayan toko jadi kaku padahal mungkin saat itu butuh kenapa minta dikirim sama keluarganya karena kondisi dan semestinya dapat membantu bukan mempersulit warga dimana hati nuraninya.

“Memang sudah tidak beres, makanya kenapa kami akan melakukan demo dan turun ke jalan, karena kita sudah tidak dihargai,” pungkas Kusep ***Yohaness.

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI