CIAMIS, deJurnal,- Jembatan Cirahong semakin diperkuat sebagai alternatif destinasi wisata di Kabupaten Ciamis.
Selain berfungsi sebagai penghubung wilayah, jembatan ini juga menyimpan sejarah panjang yang menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata daerah.

Ketua BP2D Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menegaskan bahwa kekuatan utama Jembatan Cirahong terletak pada perpaduan antara nilai historis dan potensi wisata kekinian.
“Cirahong bukan hanya jembatan, tapi warisan sejarah yang punya cerita besar dan relevan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif,” ujarnya. Rabu (08/04/2026)
Endang menerangkan secara historis, Jembatan Cirahong dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1893 sebagai bagian dari proyek jalur rel kereta api.
“Pembangunan ini tidak lepas dari peran Bupati Ciamis ke-18, Kanjeng Prebu Raden Adipati Arya Kusumadiningrat, yang berhasil meyakinkan Ratu Wilhelmina agar jalur rel melintasi wilayah Ciamis,” terangnya.
Lebih lanjut Endang menuturkan pada awalnya, jalur kereta api tersebut tidak direncanakan melewati Ciamis karena tingginya biaya pembangunan.
Namun melalui diplomasi dan perjuangan tokoh lokal, jalur tersebut akhirnya dialihkan.
“Keputusan ini menjadi titik penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah Ciamis pada masa itu,” terangnya.
Lebih dari 130 tahun berdiri, Jembatan Cirahong tetap kokoh dan aktif digunakan hingga kini.
Keunikan jembatan terletak pada fungsi gandanya sebagai jalur rel kereta api sekaligus perlintasan sepeda motor dalam satu konstruksi menjadikannya salah satu yang langka di Indonesia.
Seiring waktu, kawasan sekitar jembatan berkembang menjadi ruang publik yang hidup.

Kehadiran kuliner khas seperti sorabi Cirahong menjadi daya tarik tambahan, terutama bagi pengunjung yang datang pada pagi hari untuk sarapan atau sekadar bersantai.

Selain itu, area sekitar juga dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari berkumpul, nongkrong, berswafoto dengan latar jembatan bersejarah, hingga berolahraga ringan seperti jogging.
“Ini yang menjadikan Cirahong memiliki daya tarik lengkap. Ada sejarah, ada keunikan, dan ada kehidupan masyarakat yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi,” tambah Endang.
Menurut Endang BP2D Ciamis pun terus mendorong promosi dan pengembangan kawasan agar Jembatan Cirahong semakin dikenal luas sebagai alternatif wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif.
“Bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata singkat dengan nilai sejarah yang kuat, Cirahong adalah pilihan yang tepat. Wisata di Ciamis saja,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















