CIAMIS, deJurnal,- Sebanyak 561 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Ciamis mendapat alokasi Program Bedah Rumah Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Penyerahan buku tabungan kepada penerima manfaat program tersebut dilaksanakan Jumat (21/8/2026).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memperbaiki rumah agar lebih layak, aman dan sehat.
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya meminta penerima manfaat memanfaatkan bantuan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, bantuan pemerintah harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan rehabilitasi rumah.
“Bantuan ini harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Kalau bantuan tahap pertama ini dimanfaatkan dengan benar, tentunya akan mempermudah tahapan berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, ketepatan penggunaan bantuan menjadi hal penting karena program tersebut tidak berhenti pada penyaluran, tetapi harus berujung pada perbaikan rumah penerima manfaat.
Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong
Bupati Herdiat menjelaskan, Program Bedah Rumah merupakan bantuan stimulan pemerintah. Artinya, bantuan tersebut menjadi pemicu agar masyarakat turut berperan dalam proses pembangunan melalui swadaya dan gotong royong.
“Ini bantuan stimulan, bantuan pemerintah yang memancing peran serta masyarakat, baik gotong royong maupun swadaya,” katanya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, penanganan Rutilahu menjadi salah satu program yang terus didorong. Herdiat mengatakan dirinya kerap turun langsung untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Rutilahu adalah program prioritas kami. Biasanya saya suka dor to dor, saya serahkan langsung. Ini penting untuk memastikan bantuan betul-betul sampai dan betul-betul bisa direalisasikan,” ungkapnya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi semakin penting di tengah kondisi kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
Bupati Herdiat bahkan mengaku bangga dengan semangat gotong royong masyarakat Ciamis yang menurutnya masih sangat kuat.
“Saya bangga menjadi orang Ciamis. Masyarakatnya punya semangat juang dan gotong royong yang luar biasa. Di tengah APBD yang defisit, kebersamaan ini menjadi kekuatan,” tuturnya.
Camat dan Kades Diminta Aktif Gerakkan Warga
Untuk mempercepat pelaksanaan bedah rumah, bupati meminta camat dan kepala desa tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi ikut menggerakkan masyarakat di lingkungannya.
Menurutnya, gotong royong dapat membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan pembangunan yang tidak seluruhnya dapat ditanggung oleh bantuan pemerintah.
“Camat dan kepala desa diharapkan dapat membantu menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk bergotong royong,” pesan Herdiat.
Ia menilai kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk mempercepat penanganan Rutilahu, terlebih ketika kemampuan anggaran daerah menghadapi berbagai keterbatasan.
561 Rumah Mendapat Bantuan Rp20 Juta
Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Slamet Budi Wibowo, S.P., M.Si., mengatakan Kabupaten Ciamis pada tahun anggaran 2026 memperoleh alokasi Program Bedah Rumah sebanyak 561 unit.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Bantuan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan material sebesar Rp17,5 juta dan upah kerja sebesar Rp2,5 juta.
Dari total 561 unit rumah tersebut, sebanyak 201 unit telah masuk tahap pelaksanaan, sedangkan 360 unit lainnya masih dalam proses verifikasi.
Pemerintah daerah berharap seluruh rumah yang mendapat alokasi bantuan dapat direhabilitasi dan diselesaikan hingga akhir tahun 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni sekaligus mendukung target pembangunan tiga juta rumah.
Seiring adanya Peraturan Menteri PKP Tahun 2026, program yang sebelumnya dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kini menggunakan istilah Program Bedah Rumah.
Dalam pelaksanaannya, penerima manfaat mendapatkan rekening sebagai sarana penyaluran bantuan. Penggunaan dana untuk material dilakukan sesuai kebutuhan rumah yang telah dihitung melalui proses pendampingan.
Skema tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga penyaluran bantuan agar lebih tertib dan tepat sasaran.
Pemkab Ciamis Terus Perjuangkan Tambahan Bantuan
Alokasi 561 unit rumah tersebut belum mampu menuntaskan seluruh kebutuhan penanganan Rutilahu di Kabupaten Ciamis. Karena itu, Pemkab Ciamis terus berupaya mencari dukungan pendanaan dari berbagai sumber.
Kolaborasi dilakukan melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten serta partisipasi masyarakat.
“Kita terus berupaya melalui kolaborasi semua pihak, pendanaan dari APBN, APBD provinsi, kabupaten, terus berusaha untuk mengurangi jumlah Rutilahu di Kabupaten Ciamis,” kata Slamet.
Ia berharap alokasi bantuan untuk Kabupaten Ciamis dapat terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya, alokasi ke depannya untuk Kabupaten Ciamis, baik dari pusat maupun provinsi, bisa terus meningkat,” ujarnya.
Penerima Manfaat Bersyukur Dapat Bantuan
Salah seorang penerima manfaat, Nanang Heryana (65), warga Dusun Lawong, Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, menyampaikan rasa syukurnya setelah mendapat bantuan Program Bedah Rumah 2026.
Nanang yang sehari-hari bekerja serabutan mengatakan bantuan itu sangat berarti bagi keluarganya. Ia tinggal bersama istri dan anaknya dengan kondisi ekonomi yang sederhana.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, pemerintah desa, pendamping dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pelaksanaan program.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis dan semua pihak yang sudah membantu prosesnya. Saya merasa sangat beruntung mendapatkan bantuan ini. Tidak menyangka rumah saya akhirnya bisa diperbaiki,” ungkap Nanang.
Di usianya yang tidak lagi muda, Nanang mengaku semakin sulit mengandalkan pekerjaan fisik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, bantuan rehabilitasi rumah menjadi sesuatu yang sangat disyukurinya.
“Sehari-hari saya bekerja serabutan. Sekarang usia juga sudah tidak muda, jadi untuk bekerja cukup sulit. Dengan bantuan ini saya sangat bersyukur,” katanya.
Nanang berharap proses pembangunan rumahnya dapat berjalan lancar. Ia juga mengandalkan dukungan warga sekitar melalui gotong royong agar bantuan pemerintah tersebut dapat memberikan hasil maksimal.
Baginya, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memberikan harapan bagi keluarga untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman dan layak. (Nay Sunarti)
















