CIAMIS, deJurnal,- Prestasi Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, kembali mendapat pengakuan di tingkat regional.
Setelah meraih Juara I Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Barat 2025, Lurah Sindangrasa Derry Yusman diundang langsung oleh Wali Kota Bekasi untuk menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Camat dan Lurah se-Kota Bekasi.
Kegiatan yang digelar di kawasan Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026), itu diikuti para camat dan lurah se-Kota Bekasi. 
Kehadiran Lurah Derry menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Kelurahan Sindangrasa membangun tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat hingga menjadi kelurahan terbaik di Jawa Barat.
Di hadapan peserta, Derry tidak hanya memaparkan berbagai inovasi yang dijalankan di Kelurahan Sindangrasa, tetapi juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih bukan hasil kerja aparatur pemerintah semata.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Bapak Wali Kota, atas kepercayaan yang diberikan kepada Kelurahan Sindangrasa untuk berbagi pengalaman dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan. Undangan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Derry Yusman kepada deJurnal melalui pesan WhatsApp, Senin pagi (20/7/2026).
Menurut Derry, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga wadah bertukar gagasan antardaerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan dekat dengan masyarakat.
“Apa yang kami sampaikan bukan berarti Kelurahan Sindangrasa sudah paling baik. Kami justru datang untuk saling belajar. Setiap daerah memiliki keunggulan masing-masing. Kami berbagi apa yang sudah kami lakukan, sekaligus membawa pulang berbagai pengalaman dan inovasi dari daerah lain yang dapat diterapkan di Ciamis,” katanya.
Derry menuturkan, keberhasilan Sindangrasa lahir dari kolaborasi yang kuat bukan karena aparatur pemerintahannya semata, tetapi karena peran serta masyarakat yang luar biasa.
“Warga mau terlibat dan mendukung setiap program pemerintah. Karena itu, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Derry menjelaskan, partisipasi warga menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan keterlibatan masyarakat membuat banyak kegiatan dapat terlaksana tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kemampuan anggaran pemerintah.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan kepada Pemerintah Kota Bekasi juga lahir dari kebutuhan masyarakat.
Banyak program gotong royong yang melibatkan masyarakat di Kelurahan Sindangrasa salah satunya MASAGI (Masyarakat Sindangrasa Gemar Infaq) yang memperkuat kepedulian sosial warga.
Program Masagi juga mengantarkan Sindangrasa menjadi Kampung Zakat pelopor pertama tingkat kelurahan di Ciamis dengan mengusung tema “Bersama Zakat Mewujudkan Sindangrasa Peduli, Mandiri, dan Sejahtera”.
Pilar Utama Program Masagi yaitu Sindangrasa Peduli, Sindangrasa Sehat, Sindangrasa Agamis, Sindangrasa Cerdas dan terakhir Sindangrasa Sejahtera sebagaiman mengikuti program dari BAZNAS Kabupaten Ciamis.
Selain program MASAGI Sindangrasa juga menjalankan program penanganan dan pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga asuh.
Keberhasilan berbagai program Kelurahan Sindangrasa tersebut mengantarkannya meraih Pinunjul I Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, sebuah penghargaan bergengsi yang menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan pemerintahan kelurahan di Jawa Barat.
Prestasi itu juga mendapat perhatian Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya. Saat menghadiri resepsi Hari Ulang Tahun ke-79 Koperasi di Gedung Dekopinda Kabupaten Ciamis, Sabtu (18/7/2026), bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berprestasi.
Ia mengungkapkan, kondisi fiskal Kabupaten Ciamis saat ini memang menghadapi tantangan akibat keterbatasan APBD.
Namun, hal tersebut tidak menghalangi perangkat daerah maupun pemerintah desa dan kelurahan untuk terus menghadirkan inovasi.
“Bayangkan saja, Kelurahan Sindangrasa hanya mendapat dukungan anggaran sekitar Rp280 juta dalam setahun. Angka itu sangat jauh dibandingkan daerah lain yang anggarannya bisa mencapai Rp4 miliar. Tetapi justru Sindangrasa yang berhasil menjadi juara pertama tingkat Jawa Barat,” kata bupati.
Menurut Bupati, kekuatan utama Sindangrasa bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan tingginya partisipasi masyarakat.
Budaya gotong royong, swadaya, kepedulian sosial, hingga aktivitas keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal besar yang nilainya bahkan diperkirakan melampaui miliaran rupiah.
“Semangat gotong royong masyarakat itulah yang menjadi kekuatan utama. Keuangan kita mungkin terbatas, tetapi kebersamaan dan kepedulian masyarakat tidak bisa diukur dengan uang,” ujarnya.
Keberhasilan Sindangrasa juga mendorong banyak daerah melakukan studi tiru.
Sebelum diundang Pemerintah Kota Bekasi, Kelurahan Sindangrasa telah beberapa kali menerima kunjungan dari pemerintah daerah lain.
Pada Mei 2026, rombongan dari Kota Tasikmalaya yang terdiri atas empat kecamatan, yakni Kecamatan Tawangsari, Tamansari, Bungursari, dan Cihideung bersama 26 lurah berkunjung untuk mempelajari berbagai inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di Sindangrasa.
Jauh sebelumnya, Kecamatan Kawalu juga lebih dahulu melakukan studi tiru pada 12 Mei 2026.
Rangkaian kunjungan tersebut mempertegas bahwa keberhasilan Kelurahan Sindangrasa tidak hanya diakui melalui penghargaan, tetapi juga menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun pemerintahan kelurahan yang inovatif, partisipatif, dan tetap mampu menghadirkan pelayanan publik berkualitas meski dengan keterbatasan anggaran. (Nay Sunarti)














