CIAMIS, deJurnal,- Semangat gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Ciamis kembali terlihat di Dusun Kertajaga, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah.
Ratusan warga RW 05 bahu-membahu melaksanakan kerja bakti untuk mengantisipasi potensi longsor di belakang Masjid Al-Jauhar sekaligus menyiapkan lahan bagi pembangunan pondok pesantren dan lapangan bola voli lingkungan. Minggu (19/07/2026)
Kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat itu menjadi gambaran nyata budaya sabilulungan yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
Tanpa menunggu bantuan besar, warga memilih turun langsung menyumbangkan tenaga, waktu, dan kebersamaan demi kepentingan bersama.
Aksi gotong royong tersebut diikuti tokoh kasepuhan H. Amat dan H. Hasan, Ketua RW 05 A. Hadiat, Ketua DKM Masjid Al-Jauhar A. Tedi, Ketua Paguyuban Pemuda A. Didin, serta seluruh masyarakat RW 05 Dusun Kertajaga.
Sejak pagi, warga bergotong royong memperkuat tebing di belakang Masjid Al-Jauhar yang dinilai berpotensi mengalami longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Selain membersihkan area sekitar, warga juga melakukan penataan lahan sebagai langkah mitigasi bencana agar aktivitas ibadah di masjid tetap aman dan nyaman.
Tak hanya itu, semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui penyiapan lahan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan pondok pesantren dan lapangan bola voli sebagai sarana pembinaan generasi muda.
Ketua DKM Masjid Al-Jauhar A. Tedi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga tradisi gotong royong yang telah diwariskan para sesepuh.
“Semua dilakukan secara bersama-sama. Tidak ada yang merasa paling penting ataupun paling berjasa. Kami ingin menjaga lingkungan tetap aman sekaligus menyiapkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kegiatan keagamaan dan pembinaan pemuda,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan terbesar masyarakat bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada rasa memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat serupa juga ditunjukkan para tokoh masyarakat yang sejak awal ikut menggerakkan warga agar tetap menjaga budaya saling membantu dalam setiap kegiatan sosial.
Budaya gotong royong tersebut sejalan dengan semangat “Guyub Ngawangun Galuh” yang terus digaungkan Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya.
Di berbagai kesempatan, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemampuan anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Menurut Herdiat, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong merupakan kekuatan besar masyarakat Ciamis yang harus terus dijaga sebagai modal pembangunan.
Kegiatan di RW 05 Dusun Kertajaga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat mampu menyelesaikan berbagai persoalan melalui kebersamaan.
Mulai dari upaya mitigasi bencana, penguatan sarana ibadah, hingga penyiapan fasilitas pendidikan dan olahraga dilakukan dengan semangat sabilulungan tanpa membedakan usia maupun latar belakang.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat menjadi modal sosial yang sangat berharga.
Kebersamaan inilah yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Tatar Galuh, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan Ciamis yang maju dan berkelanjutan melalui semangat Guyub Ngawangun Galuh. (Nay Sunarti)















