• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, September 8, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Dodol Bojong Tenggerraharja, Legitnya Jajanan Tradisional yang Terus Bertahan

bydejurnalcom
Selasa, 11 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
Dodol Bojong Tenggerraharja, Legitnya Jajanan Tradisional yang Terus Bertahan
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal – Di tengah banyaknya pilihan makanan kekinian, jajanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Salah satunya Dodol Bojong, produk rumahan dari Dusun Bojong, Desa Tenggerraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, yang hingga kini terus mempertahankan cita rasa khasnya.

Usaha yang dirintis sejak 2019 oleh Ende Jujuitu mengandalkan bahan-bahan sederhana, seperti tepung beras, kelapa parut, gula merah, gula putih, air dan vanili.

Bahan tersebut diolah secara sederhana untuk menghasilkan dodol dengan tekstur lembut dan kenyal serta rasa manis yang legit.

BacaJuga :

DPRKPLH Ciamis Jadi Lokus PKN II, Strategi Pengelolaan Sampah Dipelajari

Mulai Digulirkannya Bapem Sarana Keterampilan Menulis 2026, Disdik Garut : Sekolah Wajib Pahami Juknis, Jangan Tergiur Arahan CV

17 Pemuda Pelopor Ciamis Dapatkan Pembinaan

“Dodol ini tidak menggunakan bahan pengawet. Kami tetap mempertahankan rasa original, tidak ada varian rasa, hanya ukuran yang berbeda,” kata Ende

Produksi Mulai Meningkat

Ende mengatakan, perkembangan penjualan Dodol Bojong menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya produksi dilakukan sekitar dua hari sekali, saat ini produksinya mulai diarahkan untuk dilakukan setiap hari.

Dalam sehari, usaha tersebut mampu menghasilkan sekitar 40 paket dodol dengan melibatkan dua orang tenaga kerja.

Produk kemudian dipasarkan secara langsung ke pasar-pasar terdekat dan sejumlah warung di sekitar wilayah Sukamantri. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp8 ribu hingga Rp10 ribu, tergantung ukuran.

Menurut Ende, peningkatan permintaan menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

“Rencananya kami ingin mempertahankan produksi setiap hari. Kalau memungkinkan, ke depan bisa dua kali produksi dalam sehari,” ujarnya.

Terkendala Modal untuk Pengembangan Kemasan

Meski penjualan mulai meningkat, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya keterbatasan modal untuk mengembangkan bahan pendukung kemasan.

Ende menyebut, salah satu rencana yang ingin dikembangkan adalah pemanfaatan kebun pisang sebagai sumber bahan untuk kemasan produk. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan dukungan permodalan.

“Kalau ada modal, kami ingin mengembangkan kebun pisang untuk bahan kemasan. Jadi bisa lebih mandiri dan kemasannya juga bisa dikembangkan,” katanya.

Dukungan pemerintah sebelumnya juga pernah diterima. Bagi Ende, dukungan tersebut menjadi salah satu dorongan agar usaha yang dijalankannya tetap bertahan dan berkembang.

Legalitas Lengkap, Siap Perluas Pasar

Dodol Bojong juga telah memiliki legalitas usaha yang diperlukan, di antaranya sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT).

Kelengkapan legalitas tersebut menjadi modal penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ende berharap Dodol Bojong tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pihak yang dapat membantu pemasaran.

“Harapannya usaha ini bisa semakin berkembang, semakin dikenal luas, dan ada yang membantu dalam pemasaran,” tuturnya.

Bagi Ende, mempertahankan produk tradisional bukan sekadar menjaga usaha keluarga, tetapi juga menjaga keberadaan makanan lokal agar tetap dikenal di tengah perubahan selera masyarakat.

Dari produksi rumahan di Dusun Bojong, Dodol Bojong kini perlahan menapaki pasar yang lebih luas. Dengan cita rasa original, tanpa pengawet, serta legalitas yang telah lengkap, produk tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa pangan tradisional masih memiliki peluang untuk berkembang jika dikelola secara konsisten. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Aksi Begal Berdarah di Purwadadi, Satu Warga Tewas, Dua Pelaku Ditangkap

Next Post

BAZNAS Ciamis Salurkan Bantuan untuk 4 Keluarga Korban Kebakaran di Margaharja

Related Posts

MILANGKALA KABUPATEN SUKABUMI NU KA  -156
deBisnis

MILANGKALA KABUPATEN SUKABUMI NU KA -156

Selasa, 8 September 2026
KADIN Ciamis Jajaki Ekspor UMKM Bersama PT Export Tani
deNews

KADIN Ciamis Jajaki Ekspor UMKM Bersama PT Export Tani

Selasa, 8 September 2026
Bersaing 430 Peserta, 4 Anak Ciamis Sabet Prestasi di Lomba Jarimatika Nasional
deNews

Bersaing 430 Peserta, 4 Anak Ciamis Sabet Prestasi di Lomba Jarimatika Nasional

Selasa, 8 September 2026
DPRKPLH Ciamis Jadi Lokus PKN II, Strategi Pengelolaan Sampah Dipelajari
deNews

DPRKPLH Ciamis Jadi Lokus PKN II, Strategi Pengelolaan Sampah Dipelajari

Selasa, 8 September 2026
Mulai Digulirkannya Bapem Sarana Keterampilan Menulis 2026, Disdik Garut : Sekolah Wajib Pahami Juknis, Jangan Tergiur Arahan CV
deNews

Mulai Digulirkannya Bapem Sarana Keterampilan Menulis 2026, Disdik Garut : Sekolah Wajib Pahami Juknis, Jangan Tergiur Arahan CV

Selasa, 8 September 2026
17 Pemuda Pelopor Ciamis Dapatkan Pembinaan
deNews

17 Pemuda Pelopor Ciamis Dapatkan Pembinaan

Selasa, 8 September 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

KabarDaerah

Songsong Tahun 2026, PDI Perjuangan Garut Perkuat Tekad Politik Kerakyatan

Rabu, 31 Desember 2025

Kabupaten Bandung Juara Umum MTQH XXXIX, H. Andris Fajar : Wajar Sebab dari Dulu Tak Jauh dari Juara Dua

Sabtu, 21 Juni 2025
Tampilan e-KTP atas nama Dedi dengan status perkawinan cerai hidup padahal belum ada akta cerai yang menjadi polemik, karena klaim BPJS Ketenagakerjaan jadi sulit dicairkan.

Camat Cilaku Dipandang Tak Serius Sikapi Polemik e-KTP Resmi Status Abal-Abal

Minggu, 18 April 2021

Sambut Hari Santri 2025 LTN MWC NU Kecamatan Katapang Siapkan 3 Program

Jumat, 10 Oktober 2025

Komisi II DPRD Garut Terima Audiensi GLMPK Terkait Bangunan Lebihi Batas Sempadan Sungai

Rabu, 8 Oktober 2025
Ilustrasi.

RKPDes Hal Vital, Setiap Desa Wajib Menyusun dan Menetapkan

Sabtu, 7 November 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste