Dejurnal.com, CIAMIS. Lapang Bola Cigorowong, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, berubah menjadi arena adu ketangkasan ratusan pelajar sekolah dasar, Rabu (17/9/2026).
Sebanyak 549 siswa dari 40 SD se-Kecamatan Ciamis ambil bagian dalam Invitasi Olahraga Tradisional Tingkat SD Kecamatan Ciamis Tahun 2026. Mereka beradu kemampuan dalam lima cabang olahraga tradisional, mulai dari hadang, tarompah panjang, dagongan, sumpitan hingga egrang.
Suasana pertandingan berlangsung meriah. Para siswa tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan individu, tetapi juga kekompakan dan strategi, terutama pada nomor yang dimainkan secara beregu.

Ketua Panitia Pelaksana, Yana Rustiana, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan semata-mata untuk mencari juara. Invitasi olahraga tradisional juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus melihat potensi peserta didik.
“Yang pertama tentu silaturahmi. Kegiatan seperti ini momennya cukup jarang, sehingga menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu dan membangun kebersamaan melalui olahraga,” ujar Yana.
Di sisi lain, pertandingan menjadi kesempatan bagi panitia dan sekolah untuk mengamati siswa yang memiliki bakat serta minat terhadap olahraga tradisional.
Potensi yang muncul dari tingkat kecamatan diharapkan dapat dikembangkan untuk menghadapi persaingan di tingkat Kabupaten Ciamis.
“Yang kedua, kita mencari bakat dan minat peserta didik untuk persiapan ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat kabupaten,” katanya.
Dari lima nomor yang dipertandingkan, hadang dan dagongan menjadi cabang yang cukup diandalkan Kecamatan Ciamis. Panitia berharap wakil terbaik yang terjaring dari kegiatan tersebut dapat melanjutkan perjuangan pada kompetisi tingkat kabupaten.

“Insyaallah hadang dan dagongan yang kita jagokan. Mudah-mudahan semuanya bisa lolos,” ucap Yana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan olahraga tradisional kepada anak-anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Permainan seperti hadang, tarompah panjang, dagongan, sumpitan, dan egrang memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Di dalamnya terdapat unsur kerja sama, disiplin, keberanian, konsentrasi, strategi, serta kemampuan menjaga keseimbangan.
Menurut Yana, antusiasme peserta pada pelaksanaan tahun ini cukup baik. Jumlah peserta yang mencapai 549 siswa menunjukkan olahraga tradisional masih memiliki tempat di kalangan pelajar.
“Alhamdulillah antusiasmenya bagus,” katanya.
Kecamatan Ciamis juga memiliki pengalaman dalam kompetisi olahraga tradisional. Pada 2024, perwakilan Ciamis berhasil menembus tingkat provinsi. Sementara pada 2025, hasil yang diharapkan belum berhasil diraih.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus motivasi untuk kembali menjaring dan mempersiapkan atlet-atlet muda sejak tingkat sekolah dasar.
Melalui invitasi ini, setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bagi sekolah, ajang tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menemukan potensi yang selama ini mungkin belum terlihat dalam kegiatan olahraga sehari-hari.
Setelah seluruh pertandingan selesai, siswa dengan performa terbaik akan memiliki peluang untuk dipersiapkan mewakili Kecamatan Ciamis pada ajang tingkat Kabupaten Ciamis.
Lebih dari sekadar perebutan juara, kegiatan di Lapang Bola Cigorowong menjadi bagian dari upaya menjaga olahraga tradisional tetap hidup di kalangan generasi muda. Dari hadang hingga egrang, para siswa belajar bahwa permainan tradisional juga dapat menjadi jalan menuju prestasi. (Nay Sunarti)

















