• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Oktober 26, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kemenkes Siapkan Investasi Ratusan Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Perluasan RS Rotinsulu Jadi Prioritas

bydejurnalcom
Senin, 26 Oktober 2026
Reading Time: 6 mins read
Kemenkes Siapkan Investasi Ratusan Miliar untuk RSUD dr. Slamet Garut, Perluasan RS Rotinsulu Jadi Prioritas
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui rencana pembangunan *Central Medical Unit* (CMU) di RSUD dr. Slamet serta pengembangan Rumah Sakit Rotinsulu, Garut diproyeksikan memiliki fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, modern, dan mampu menangani lebih banyak pasien tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung.

Rencana pengembangan tersebut mengemuka saat kunjungan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, beserta jajaran, ke Kabupaten Garut pada Senin (26/10/2026). Kunjungan itu turut dihadiri Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar, S.Pd., serta jajaran Dinas Kesehatan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan membahas rencana pembangunan fasilitas pelayanan medis terpadu di RSUD dr. Slamet sekaligus meninjau rencana perluasan Rumah Sakit Rotinsulu. Kedua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan, terutama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat Garut yang terus berkembang.

BacaJuga :

Kisah Sinta Melati Gantungkan Asa pada Pelatihan Kerja Disnaker Ciamis

Ari Setiyadi Nomor Urut 1, Usung Visi Patimban Lebih Maju

Dari Pelatihan Disnaker Ciamis, Keterampilan Barista Jadi Modal Cari Kerja

Pembangunan CMU RSUD dr. Slamet Ditargetkan Mulai 2027

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kunjungan jajaran Kementerian Kesehatan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di Kabupaten Garut.

Menurutnya, terdapat dua agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni rencana pembangunan *Central Medical Unit* di RSUD dr. Slamet dan perluasan Rumah Sakit Rotinsulu.

“Pada 26 Oktober 2026, kami kedatangan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan beserta jajaran untuk mengunjungi lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan dan pengembangan fasilitas rumah sakit. Salah satunya adalah rencana pembangunan Central Medical Unit di RSUD dr. Slamet yang insyaallah ditargetkan pada 2027,” ujar Syakur.

Ia menjelaskan, pembangunan CMU diharapkan dapat menambah kemampuan RSUD dr. Slamet dalam memberikan pelayanan medis kepada masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, pasien diharapkan memperoleh penanganan yang lebih cepat dan optimal tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Syakur menilai, peningkatan kapasitas rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak yang harus dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Kami berharap komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan bisa semakin intensif sehingga rencana ini dapat direalisasikan. Ini merupakan harapan kita bersama karena masih banyak keluhan masyarakat mengenai pelayanan rumah sakit, dan pengembangan fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu solusinya,” katanya.

CMU Senilai Lebih dari Rp100 Miliar, Berisi Fasilitas Medis Terpadu

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, menjelaskan bahwa pembangunan Central Medical Unit merupakan bagian dari rencana peningkatan kemampuan pelayanan RSUD dr. Slamet.

Ia mengatakan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan fasilitas tersebut dapat dimulai pada 2027, dengan catatan seluruh persyaratan dan kesiapan yang diperlukan telah terpenuhi.

Menurut Azhar, CMU dirancang sebagai gedung terpadu yang menampung berbagai layanan medis penting, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), hingga fasilitas laboratorium dan pelayanan penunjang lainnya.

“Kalau seluruh persyaratan dan kesiapan sudah terpenuhi, pada 2027 kita akan membangun Central Medical Unit di RSUD dr. Slamet. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas tindakan medis, mulai dari IGD, ruang operasi, ICU, NICU, PICU, laboratorium, dan fasilitas penunjang lainnya,” ungkap Azhar.

Ia menyebutkan, bangunan tersebut direncanakan memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dengan perkiraan dua hingga tiga lantai. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan medis lanjutan dan tindakan khusus.

Dengan tersedianya fasilitas yang lebih lengkap, RSUD dr. Slamet diharapkan mampu menangani lebih banyak kasus yang selama ini berpotensi membutuhkan rujukan ke rumah sakit di Kota Bandung.

“Kalau fasilitas ini sudah selesai, kami berharap RSUD dr. Slamet dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Pasien tidak perlu selalu dirujuk ke Bandung karena berbagai pelayanan yang dibutuhkan bisa diselesaikan di rumah sakit ini,” jelasnya.

Azhar menegaskan, pembangunan CMU bukan sekadar penambahan gedung, melainkan upaya memperkuat kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan medis yang terintegrasi.

Kendati demikian, manfaat pembangunan tersebut nantinya juga akan bergantung pada kesiapan tenaga medis, peralatan kesehatan, sistem pelayanan, serta kemampuan rumah sakit dalam mengoperasikan fasilitas baru secara optimal.

Perluasan RS Rotinsulu, Kapasitas Bisa Mencapai 400 Tempat Tidur

Selain pembangunan CMU di RSUD dr. Slamet, Kementerian Kesehatan juga merencanakan pengembangan Rumah Sakit Rotinsulu agar memiliki kapasitas pelayanan yang lebih besar.

Azhar menjelaskan, rencana perluasan tersebut membutuhkan tambahan lahan yang memadai. Luas lahan yang dapat disediakan akan berpengaruh langsung terhadap kapasitas tempat tidur dan pengembangan fasilitas rawat inap.

Ia menyampaikan, apabila lahan yang tersedia mencapai sekitar 2,5 hektare, pengembangan rumah sakit diperkirakan dapat menyediakan sekitar 250 tempat tidur. Sementara itu, jika luas lahan mencapai sekitar tiga hektare, kapasitasnya berpotensi meningkat hingga sekitar 400 tempat tidur.

“Kalau tambahan lahannya sekitar 2,5 hektare, kemungkinan bisa menampung kurang lebih 250 tempat tidur. Namun, apabila pemerintah daerah bisa menyediakan lahan hingga tiga hektare, kapasitasnya berpotensi mencapai sekitar 400 tempat tidur,” papar Azhar.

Menurutnya, ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor utama yang perlu segera diselesaikan agar rencana pengembangan dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Azhar juga menjelaskan bahwa dukungan anggaran pembangunan direncanakan berasal dari pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah diharapkan berperan dalam menyiapkan lahan sesuai kebutuhan proyek.

Karena itu, ia meminta dukungan masyarakat agar proses penyediaan lahan dapat berjalan dengan baik, tanpa mengabaikan hak-hak pemilik tanah.

Ia turut mengingatkan agar proses pembebasan lahan berlangsung secara wajar dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui praktik percaloan.

“Ini untuk kepentingan masyarakat Garut, bukan untuk pembangunan stadion atau fasilitas yang tidak berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Karena itu, kami berharap masyarakat mendukung. Jangan sampai ada praktik percaloan tanah yang justru menghambat pembangunan rumah sakit,” tegasnya.

Azhar berharap seluruh pihak dapat mengutamakan kepentingan masyarakat luas, mengingat fasilitas kesehatan yang memadai merupakan kebutuhan dasar yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

DPRD Garut Dukung Pengadaan Lahan dan Penganggaran

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, S.Pd., menyambut baik kunjungan jajaran Kementerian Kesehatan dan rencana pengembangan fasilitas kesehatan tersebut.

Ia menegaskan, DPRD Kabupaten Garut pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit, terutama jika pembangunan tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Menurut Aris, rencana pengembangan ini bukan hal baru. Namun, kepastian dukungan dari pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk memperkuat langkah pemerintah daerah dalam menyiapkan kebutuhan proyek.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan beliau. Pada prinsipnya, saya bersama teman-teman di DPRD sangat mendukung karena rencana ini memang sudah menjadi pembahasan sebelumnya. Dengan adanya penjelasan mengenai dukungan anggaran dari pemerintah pusat, kami semakin yakin untuk mendorong agar rencana ini dapat direalisasikan,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah merencanakan langkah-langkah untuk mempersiapkan pengadaan lahan, termasuk proses penilaian atau appraisal sebagai dasar penentuan nilai tanah yang akan digunakan dalam penganggaran.

Menurutnya, tahapan tersebut penting agar proses pengadaan lahan memiliki dasar penilaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aris berharap, koordinasi antara eksekutif, legislatif, dan pemerintah pusat terus diperkuat sehingga kebutuhan lahan dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia juga menilai, keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pembangunan, tetapi juga oleh kesiapan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan administratif dan teknis yang menjadi kewenangannya.

Pemkab Garut Siapkan Dukungan Pengadaan Lahan

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, khususnya dalam penyediaan lahan yang dibutuhkan bagi pengembangan fasilitas rumah sakit.

Syakur menyebutkan, semakin luas lahan yang dapat disiapkan sesuai kebutuhan teknis, semakin besar pula peluang untuk mengembangkan kapasitas pelayanan dan menampung lebih banyak pasien.

Ia mengatakan, pemerintah daerah bersama DPRD akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan Kementerian Kesehatan.

“Kami sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk mendukung persiapan ini. Kami berharap semakin luas lahan yang bisa diperoleh, semakin banyak pula masyarakat yang dapat dilayani. Saya bersama DPRD berkomitmen untuk berupaya semaksimal mungkin menyediakan lokasi sesuai dengan kebutuhan,” kata Syakur.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Kesehatan yang telah memberikan perhatian terhadap pengembangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Ia berharap rencana pembangunan CMU di RSUD dr. Slamet dan perluasan Rumah Sakit Rotinsulu dapat berjalan sesuai tahapan yang direncanakan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Syakur turut mengajak insan pers untuk membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai tujuan dan manfaat pembangunan tersebut.

“Kami memohon dukungan rekan-rekan wartawan untuk mengajak masyarakat memahami dan mendukung rencana ini. Sekali lagi, pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat Garut seluruhnya,” ujarnya.

Tantangan Berikutnya: Lahan, Transparansi, dan Kualitas Pelayanan

Rencana pembangunan CMU dan perluasan Rumah Sakit Rotinsulu menjadi peluang besar bagi Kabupaten Garut untuk memperkuat layanan kesehatan. Namun, rencana tersebut juga membutuhkan pengawalan agar tidak berhenti pada tahap perencanaan dan penyampaian komitmen.

Setidaknya terdapat beberapa hal penting yang perlu dipastikan, mulai dari kejelasan tahapan pengadaan lahan, keterbukaan proses penilaian harga tanah, kepastian dukungan anggaran pemerintah pusat, hingga kesiapan sumber daya manusia dan peralatan medis.

Pengadaan lahan perlu dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan, dengan tetap menghormati hak pemilik tanah. Masyarakat juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai kebutuhan lahan, mekanisme penilaian, serta tahapan pembangunan yang akan dilakukan.

Di sisi lain, pembangunan gedung baru harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Ketersediaan dokter spesialis, tenaga keperawatan, fasilitas penunjang, serta sistem rujukan yang efektif akan menentukan sejauh mana pembangunan tersebut mampu menjawab persoalan pelayanan kesehatan.

Harapan masyarakat tentu bukan hanya memiliki rumah sakit yang lebih luas dan modern, melainkan juga memperoleh pelayanan yang cepat, terjangkau, aman, dan berkualitas.

Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan dengan baik, pembangunan CMU RSUD dr. Slamet dan perluasan Rumah Sakit Rotinsulu berpotensi menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Kini, tantangan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD adalah memastikan komitmen tersebut diwujudkan melalui perencanaan yang matang, pengadaan lahan yang transparan, serta pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.***Willy Esha

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Bupati Herdiat Kenang Perjuangan Datangkan Investor, CGU Jadi Harapan Pekerja Ciamis

Next Post

ASLI KEREN Ciamis Lindungi Ratusan Pekerja Rentan, Buruh, Ojol dan Insan Media Terima BPJS Ketenagakerjaan

Related Posts

H. Oling: Warga Sepakat Tolak Perubahan Status Desa Sayati Menjadi Kelurahan
deNews

H. Oling: Warga Sepakat Tolak Perubahan Status Desa Sayati Menjadi Kelurahan

Senin, 26 Oktober 2026
Pemkab Garut Dorong Gapensi Perkuat Kemitraan dan Tingkatkan Kualitas Infrastruktur
deNews

Pemkab Garut Dorong Gapensi Perkuat Kemitraan dan Tingkatkan Kualitas Infrastruktur

Senin, 26 Oktober 2026
Dispora Garut Bergerak Cepat Benahi Penerangan SOR RAA Adiwijaya, Evaluasi Kericuhan Futsal Series Jadi Sorotan
deNews

Dispora Garut Bergerak Cepat Benahi Penerangan SOR RAA Adiwijaya, Evaluasi Kericuhan Futsal Series Jadi Sorotan

Senin, 26 Oktober 2026
Kisah Sinta Melati Gantungkan Asa pada Pelatihan Kerja Disnaker Ciamis
deNews

Kisah Sinta Melati Gantungkan Asa pada Pelatihan Kerja Disnaker Ciamis

Senin, 26 Oktober 2026
Ari Setiyadi Nomor Urut 1, Usung Visi Patimban Lebih Maju
GerbangDesa

Ari Setiyadi Nomor Urut 1, Usung Visi Patimban Lebih Maju

Senin, 26 Oktober 2026
Dari Pelatihan Disnaker Ciamis, Keterampilan Barista Jadi Modal Cari Kerja
deNews

Dari Pelatihan Disnaker Ciamis, Keterampilan Barista Jadi Modal Cari Kerja

Senin, 26 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Buka Ciamis Open Marching Band Ke-9, Sekda Pertanyakan Absen Kadisdik.

Minggu, 23 Februari 2025

Pencemaran Limbah Sukaregang Kejahatan Lingkungan, Lantas ?

Senin, 8 April 2019

Jasa Tirta II Purwakarta Gotong Royong Bersihkan Waduk Jatiluhur Dari Sampah Dan Eceng Gondok

Kamis, 16 April 2020
Foto : Sejumlah ruas jalan di Ciamis sepi dari pengendara arus balik Minggu malam (06/04/2025)

Arus Balik Minggu Malam Landai, Prediksi Kadishub Ciamis Tepat

Senin, 7 April 2025

Pangdam III Siliwangi Kunjungi Korban Banjir Bandang Garut

Rabu, 1 Desember 2021

RSUD Bayu Asih dan PWI Purwakarta Jalin Kerjasama melalui Program Penta helik

Selasa, 14 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste