Ciamis, deJurnal — Tekanan fiskal serius tengah membayangi Kabupaten Ciamis. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami defisit hingga Rp150 miliar, ditambah keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menjadi ujian nyata bagi kinerja pemerintahan.
Di tengah situasi tersebut, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menegaskan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menjadikan kondisi anggaran sebagai alasan untuk menurunkan kinerja.

Penegasan disampaikan saat memimpin apel pagi hari pertama kerja pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Rabu (25/03/2026).
Herdiat menekankan, dalam kondisi keterbatasan anggaran, dibutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.
“Jangan sampai kita melempem karena anggaran terbatas. Justru di saat seperti ini kita harus lebih kuat, lebih kompak, dan tetap maksimal melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, besarnya defisit APBD menjadi tantangan berat, terlebih dengan kapasitas PAD yang masih relatif kecil. Kondisi ini membuat ruang gerak pembangunan dan pelayanan publik semakin terbatas.
Meski demikian, Herdiat menyatakan tekanan fiskal bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Ia justru mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan etos kerja serta mencari terobosan dalam menggali potensi daerah.
“Ini realitas yang harus kita hadapi. Bukan hanya Ciamis, hampir seluruh daerah mengalami hal serupa. Yang membedakan adalah bagaimana kita meresponsnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herdiat memastikan upaya peningkatan pendapatan daerah tidak akan dilakukan dengan cara instan yang justru membebani masyarakat.
“Sampai saat ini Pemkab Ciamis tidak akan mengambil kebijakan seperti menaikkan pajak, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi COVID-19,” katanya.
Menurutnya, beberapa tahun terakhir merupakan fase berat, mulai dari dampak pandemi hingga kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung hingga saat ini.
Karena itu, ia mendorong ASN untuk mengedepankan inovasi, efisiensi, dan kemandirian dalam menjalankan program kerja, agar keterbatasan anggaran tidak berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Herdiat juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai ASN, termasuk dalam menjaga kerahasiaan jabatan serta kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di ruang publik.
Mengawali arahannya, Bupati turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN, seraya berharap nilai-nilai Ramadan dapat memperkuat semangat pengabdian.
Apel pagi tersebut ditutup dengan kegiatan halal bihalal atau musofahah sebagai simbol mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas ASN di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. (Nay Sunarti)














