CIAMIS, deJurnal,- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP IT dan SMA IT MD Fathahillah dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat pendidikan karakter bagi peserta didik baru.
Melalui kolaborasi dengan Polres Ciamis, sekolah berbasis pesantren tahfidz tersebut menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, edukasi anti-bullying, serta motivasi pendidikan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan menghadirkan pemateri dari Satuan Binmas Polres Ciamis, Sana Suksana, yang mengajak para siswa memahami berbagai bentuk ancaman penyalahgunaan narkoba beserta dampaknya terhadap masa depan generasi muda.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Karena itu, setiap siswa diharapkan memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Selain membahas bahaya narkoba, para peserta juga memperoleh motivasi untuk terus meningkatkan semangat belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Siswa diajak memiliki tujuan hidup yang jelas, disiplin, serta mampu memanfaatkan masa sekolah sebagai bekal meraih cita-cita.
Bangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah Anak
Sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran umum dengan pendidikan pesantren tahfidz, SMP IT dan SMA IT MD Fathahillah terus memperkuat pembinaan karakter peserta didik.
Tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik dan hafalan Al-Qur’an, sekolah juga berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan.
Kepala SMA IT MD Fathahillah mengatakan, sinergi bersama Polres Ciamis merupakan bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang positif sejak awal tahun ajaran.
“Lingkungan pesantren tahfidz harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia, saling menghormati, menjauhi narkoba, dan menolak segala bentuk bullying,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satunya aparat kepolisian, agar para siswa memperoleh pemahaman yang utuh mengenai konsekuensi hukum maupun dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba dan tindakan perundungan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pergaulan remaja, cara menghindari pengaruh negatif, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, SMP IT dan SMA IT MD Fathahillah berharap seluruh peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, berakhlak mulia, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba maupun perundungan. (Nay Sunarti)















