• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Nyangku 2026 Masyarakat Tumplek Ruah, Wisata Budaya Terintegrasi dan UMKM Hidupkan Ekonomi Panjalu

bydejurnalcom
Senin, 7 September 2026
Reading Time: 4 mins read
Nyangku 2026 Masyarakat Tumplek Ruah, Wisata Budaya Terintegrasi dan UMKM Hidupkan Ekonomi Panjalu
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,-  Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah di kawasan Panjalu, Kabupaten Ciamis, saat puncak Upacara Adat Nyangku 2026, Senin (7/9/2026).

Keramaian tidak hanya terlihat dari padatnya masyarakat yang mengikuti rangkaian prosesi adat, tetapi juga dari geliat pedagang dan pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum tersebut.

Sejak pagi, masyarakat berdatangan untuk menyaksikan kirab hingga prosesi pencucian pusaka. Ada yang datang bersama keluarga, komunitas, maupun rombongan dari luar Panjalu.

BacaJuga :

Diduga Tanah yang Sudah Dibayar Uang Muka Dijual Kembali, Yayasan Rumah Yatim Siap Tempuh Jalur Hukum

Bupati Bandung Doakan Almarhum Kades Dayeuhkolot, Minta Pjs Lanjutkan Program Desa

Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik

Di sepanjang kawasan kegiatan, pedagang ikut mengambil bagian dalam keramaian. Penjual makanan, minuman, jajanan hingga kaos khas Nyangku membuka lapak dan melayani pengunjung yang datang silih berganti.

Situasi tersebut membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak. Pengunjung yang datang untuk menyaksikan tradisi tidak sedikit yang kemudian membeli makanan, minuman maupun produk UMKM sebagai buah tangan.

Pengunjung Tumplek, Pedagang Ikut Merasakan Ramainya Nyangku

Bagi masyarakat yang datang, Nyangku bukan hanya menjadi kesempatan untuk menyaksikan prosesi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Keramaian kegiatan juga menjadi ruang bagi pengunjung untuk menikmati suasana Panjalu sekaligus mengenal berbagai produk lokal.

Salah seorang pengunjung, Nana dari Ciamis mengaku sengaja datang untuk menyaksikan langsung pelaksanaan Nyangku 2026.

“Ramai sekali, masyarakat benar-benar tumplek di Panjalu. Saya datang untuk melihat langsung Nyangku, sekalian jalan-jalan dan menikmati suasana. Banyak juga makanan dan UMKM yang berjualan, jadi bisa sekalian membeli,” ujarnya.

Menurutnya, suasana seperti itu membuat Nyangku memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat prosesi, tetapi juga dapat menikmati berbagai aktivitas yang muncul di sekitar kegiatan.

“Sekali datang banyak yang bisa dilakukan. Bisa melihat tradisi, menikmati kuliner, dan membeli produk UMKM, ini saya beli kaos,” katanya

Dari Penjual Minuman hingga Kaos Nyangku

Keramaian pengunjung menjadi peluang tersendiri bagi para pedagang. Berbagai jenis usaha terlihat memanfaatkan momentum Nyangku untuk menawarkan dagangan kepada masyarakat.

Mulai dari penjual minuman yang melayani pengunjung yang membutuhkan minuman setelah mengikuti rangkaian kegiatan, pedagang makanan dan jajanan, hingga penjual kaos bertema Nyangku yang menawarkan cendera mata khas kegiatan.

Salah seorang penjual kaos Nyangku, Linda, mengaku ikut merasakan dampak dari tingginya jumlah pengunjung.

“Alhamdulillah ramai. Dari pagi pengunjung sudah banyak. Ada yang beli kaos Nyangku untuk dipakai sendiri, ada juga yang dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” ujar Linda.

Menurut Linda, keramaian Nyangku memberikan kesempatan bagi pedagang kecil untuk mendapatkan pembeli lebih banyak dibandingkan hari biasa.

“Pedagang minuman, makanan, sampai yang jual kaos seperti kami juga ikut merasakan ramainya. Mudah-mudahan setiap tahun semakin ramai, karena kalau pengunjung banyak, pedagang kecil juga ikut terbantu,” katanya.

Geliat tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan budaya dapat memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat ketika mampu menarik kunjungan dalam jumlah besar.

Wajar Jika Nyangku Disebut Konsep Wisata Terintegrasi

Melihat masyarakat yang tumpah ruah dan aktivitas ekonomi yang ikut bergerak, Ketua BP2D Ciamis, Endnag Haris Juandana menyebut wajar jika Nyangku disebut sebagai salah satu konsep wisata terintegrasi.

Menurutnya, hal tersebut bukan semata-mata berbicara mengenai potensi. Unsur-unsur yang menjadi bagian dari wisata terintegrasi sudah terlihat dalam pelaksanaan Nyangku.

Ada tradisi dan sejarah yang menjadi daya tarik utama, masyarakat yang datang sebagai pengunjung, kawasan wisata Panjalu sebagai ruang kegiatan, kuliner yang ikut dinikmati, serta UMKM yang mendapatkan manfaat ekonomi dari ramainya kunjungan.

“Melihat antusias masyarakat yang tumpah ruah seperti ini, wajar kalau Nyangku disebut sebagai salah satu konsep wisata terintegrasi. Di sini ada budaya, ada masyarakat yang datang, ada kuliner, ada UMKM yang berjualan, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ujarnya

Dikatakan Endang, kekuatan Nyangku justru terletak pada berbagai aktivitas yang dapat berjalan bersamaan tanpa menghilangkan inti dari tradisi itu sendiri.

“Orang datang bukan hanya untuk melihat prosesi. Mereka juga menikmati suasana Panjalu, membeli makanan, membeli produk UMKM, dan mengenal daerah ini lebih jauh. Semuanya bertemu dalam satu momentum,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lokal dapat menjadi magnet kunjungan sekaligus menciptakan pergerakan ekonomi di lingkungan masyarakat.

Jika dikembangkan dengan tetap menjaga nilai adat dan kearifan lokal, pola seperti ini dapat menjadi bagian penting dalam penguatan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Ciamis.

Kirab Pusaka Menjadi Magnet Utama

Keramaian masyarakat tidak terlepas dari rangkaian utama Upacara Adat Nyangku 2026.

Pemerintah Desa Panjalu mencantumkan prosesi pengeluaran pusaka dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Pusaka dikeluarkan dari Pasucian Bumi Alit untuk kemudian dibawa dalam kirab menuju kawasan Situ Lengkong dan Pulau Nusa Gede.

Rangkaian tersebut juga mencakup ziarah ke makam leluhur Panjalu di Nusa Gede sebelum pusaka kembali dibawa menuju Taman Borosngora.

Prosesi pencucian pusaka di kawasan Taman Borosngora dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB.

Sejumlah pusaka yang dibawa dalam rangkaian tersebut antara lain pedang, cis, keris, bangreng dan gong. Setelah melalui prosesi pencucian, pusaka kemudian dibungkus dan dikembalikan ke tempat penyimpanannya di Bumi Alit. Puncak Nyangku 2026 bertepatan dengan 25 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Tradisi yang Terus Menghidupkan Panjalu

Upacara Adat Nyangku merupakan tradisi masyarakat Panjalu yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Pemerintah Kabupaten Ciamis menjelaskan, Nyangku berkaitan dengan penghormatan terhadap pusaka leluhur Panjalu sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi tersebut juga memiliki kaitan erat dengan sejarah Prabu Sanghyang Borosngora dan perkembangan Islam di Panjalu.

Rangkaian Nyangku tidak hanya berlangsung pada hari puncak. Sebelumnya telah digelar Tradisi Samida sekitar sepekan sebelum acara utama, disusul berbagai kegiatan kesenian, budaya, pengajian dan doa bersama.

Rangkaian yang panjang tersebut membuat aktivitas masyarakat di Panjalu ikut hidup. Pengunjung berdatangan, pedagang membuka lapak, UMKM menawarkan produk, sementara masyarakat tetap menjalankan dan menyaksikan tradisi yang menjadi identitas daerah.

Pada akhirnya, keramaian Nyangku 2026 memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.

Budaya menjadi daya tariknya, masyarakat menjadi pengunjungnya, UMKM menjadi bagian dari geliat ekonominya, dan Panjalu menjadi ruang yang mempertemukan semuanya.

Dalam konteks itulah, Nyangku semakin menunjukkan bentuknya sebagai sebuah konsep wisata terintegrasi berbasis budaya dan masyarakat, bukan hanya sebagai sebuah upacara adat tahunan. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Rawink Rantik Soroti Penataan PKL Jalan Pasar Baru, Pemkab Garut Diminta Sinkronkan Pembangunan dengan Raperda

Next Post

Kejari Ciamis Geledah Kantor LKM Cidolog, Amankan Dokumen dan Data Digital

Related Posts

Futsal Series Regional Garut Diikuti 24 Tim Sekolah, Tiket Penonton Final Dibanderol Rp15 Ribu
deNews

Futsal Series Regional Garut Diikuti 24 Tim Sekolah, Tiket Penonton Final Dibanderol Rp15 Ribu

Sabtu, 24 Oktober 2026
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penganiayaan Gunakan Sajam jenis Celurit
Hukum dan Kriminal

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penganiayaan Gunakan Sajam jenis Celurit

Jumat, 23 Oktober 2026
Polres Purwakarta Amankan Sejumlah Pelajar Terkait Dugaan Tawuran
dehukum

Polres Purwakarta Amankan Sejumlah Pelajar Terkait Dugaan Tawuran

Jumat, 23 Oktober 2026
Diduga Tanah yang Sudah Dibayar Uang Muka Dijual Kembali, Yayasan Rumah Yatim Siap Tempuh Jalur Hukum
dehukum

Diduga Tanah yang Sudah Dibayar Uang Muka Dijual Kembali, Yayasan Rumah Yatim Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 23 Oktober 2026
Bupati Bandung  Doakan Almarhum Kades Dayeuhkolot, Minta Pjs Lanjutkan Program Desa
deNews

Bupati Bandung Doakan Almarhum Kades Dayeuhkolot, Minta Pjs Lanjutkan Program Desa

Jumat, 23 Oktober 2026
Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik
deNews

Yusuf Musyafa: Seleksi Sekda Garut Harus Berbasis Merit, Jangan Terpengaruh Tarik-Menarik Politik

Jumat, 23 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

KabarDaerah

Sinkronisasi Data, Bupati Herdiat Siapkan Dana Rp1 Juta Tiap Desa/Kelurahan Bentuk Tim Survey Bersama Kader PKK

Senin, 19 Mei 2025

Warga Mengeluh, Peternakan Sapi Tanpa Izin Dibiarkan Tetap Beroperasi

Kamis, 7 Mei 2020

Momentum Penguatan Kolaborasi SPPG Haurpanggung dan Forkopimcam di Bale Tingtrim

Selasa, 9 Desember 2025

Puluhan Aktifis Berkumpul, Gaungkan Gerakan “Bebenah” Garut

Senin, 24 November 2025

Purwakarta Agendakan PSBB Parsial Di Enam Kecamatan

Kamis, 30 April 2020

KOK Serta KNPI Kabandungan Persiapkan Atlet Hadapi Porkab Sukabumi 2020

Kamis, 3 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste