• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Oknum Mengaku Pegawai Bank BIJ Garut “Tipu” Pedagang Cakue Keliling

bydejurnalcom
Rabu, 31 Juli 2019
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Berencana meminjam permodalan tambahan ke salah satu Bank, berujung dugaan penipuan oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank. Nasib sial ini terjadi pada seorang Pedagang Keliling Cakue di Kabupaten Garut.

Ano (48 Tahun) yang sehari – harinya berdagang cakue keliling dengan gerobak dorong ke sekolah-sekolah sepanjang jalan Wanaraja-Cibatu Pangatikan, sambil bercucuran keringat panas dan debu masih saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi seperti itu, sunggu tidak manusiawi.

Ano merupakan salah satu korban janji dan harapan manis oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank di Garut, menuturkan kepada Dejurnal.com, waktu itu saya ketemu dengan sesorang yang berinisial D, menawarkan bantuan modal melalui perbankan kepada saya, dengan proses cepat sekitar 14 hari kerja sudah bisa cair namun sebelumnya disurvai dulu ke rumah dan untuk segera melengkapi pemberkasan kredit ke salah satu Bank, yaitu BIJ Lewi Goong Kab. Garut, selang beberapa hari ada tim survai, yang waktu itu menjajikan sebelum Ramadhan bisa dicairkan, untuk memperlancar maka harus ada uang buat setor ke pimpinan satu juta rupiah, saat itu tidak ada uang, saran D yang hampir 3 kali ke rumah saya, D menyarakan meminjam dulu ke tetangga nanti keganti lagi.

“Akhirnya saya pinjam ketetangga satu juta dengan lebih tiap bulan 300 ribu, eh sampai sekarang sudah 4 bulan tidak ada cair malah saya harus bayar beban bunga ke tetangga sekitar Rp.1, 2 Juta,” jelas Ano.

Ano yang akhirnya merasa tertipu akhirnya menelepon D yang saat itu ada dirumah Y Sebagai AO salah satu pegawai Bank BIJ Leuwigoong pada 27/05/2019 dan langsung mendatangi ke lokasi, bahkan Y memang wilayah masih tanggung jawabnya, namun kait kasus Pak Ano dirinya tidak tahu menahu, adanya uang tersebut, silahkan ke D dan C karena yang pertama menerima uang tersebut dan membawa calon konsumen ke ke kantor, minta penjelasan dan tangung jawab bagaimana.

“Ke kantor aja biar nanti jelas jika benar yah harus bertanggu jawab ” kata Y

Sementara D mengatakan bahwa uang tersebut di setor ke C, namun saat C dihubungi melalui jejaring sosial C mengatakan, gini saya tidak pernah terima uang dari Pa Ano sebesar 1 jt, pada saat itu memang saya survai ke rumahnya, ngasih rorokpun saya tolak ” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BIJ Leuwigoong Nandang saat dikonfirmasi dejurnal.com mengaku tak pernah menerima berkas pinjaman dari saudara Ano, sementara Saudara Y dan C memang stafnya namun D tidak kenal.

“Saudara C sudah mutasi ke BIJ pusat,” ujarnya.

Hal senada juga datang dari Bagian HRD BIJ Garut Irvan yang menyatakan bahwa suadara C memang pindah ke BIJ Garut dan setelah dikonfirmasi ke saudara C, ia mengaku tidak terima uang seperti yang disebutkan.

“Sudah dikonfirmasi ke yang saudara C, ia tak menerima uang untuk urusan Ano, sudah begitu pa,” ujar Irvan melalui sambungan telepon.

Terkait hal ini, Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Rizal menanggapi, sungguh sangat disayangkan dan memalukan, Bank BIJ yang mendapat bantuan modal dari Pemda Garut, tidak bisa membina dan mengawasi pegawai dan sungguh tidak manusiawi dan memalukan.

“Siapapun pelakunya harus bisa mempertanggung jawabkannya, tidak menutup kemungkinan banyak puluhan-puluhan Ano yang ditipu juga seperti ini dan luput dari pengamatan karena orang kecil biasanya takut melapor, uang 1 juta buat pedagang cakue keliling itu besar!” tandas Rizal.***Yohannes

Dejurnal.com, Garut – Berencana meminjam permodalan tambahan ke salah satu Bank, berujung dugaan penipuan oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank. Nasib sial ini terjadi pada seorang Pedagang Keliling Cakue di Kabupaten Garut.

Ano (48 Tahun) yang sehari – harinya berdagang cakue keliling dengan gerobak dorong ke sekolah-sekolah sepanjang jalan Wanaraja-Cibatu Pangatikan, sambil bercucuran keringat panas dan debu masih saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi seperti itu, sunggu tidak manusiawi.

Ano merupakan salah satu korban janji dan harapan manis oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank di Garut, menuturkan kepada Dejurnal.com, waktu itu saya ketemu dengan sesorang yang berinisial D, menawarkan bantuan modal melalui perbankan kepada saya, dengan proses cepat sekitar 14 hari kerja sudah bisa cair namun sebelumnya disurvai dulu ke rumah dan untuk segera melengkapi pemberkasan kredit ke salah satu Bank, yaitu BIJ Lewi Goong Kab. Garut, selang beberapa hari ada tim survai, yang waktu itu menjajikan sebelum Ramadhan bisa dicairkan, untuk memperlancar maka harus ada uang buat setor ke pimpinan satu juta rupiah, saat itu tidak ada uang, saran D yang hampir 3 kali ke rumah saya, D menyarakan meminjam dulu ke tetangga nanti keganti lagi.

“Akhirnya saya pinjam ketetangga satu juta dengan lebih tiap bulan 300 ribu, eh sampai sekarang sudah 4 bulan tidak ada cair malah saya harus bayar beban bunga ke tetangga sekitar Rp.1, 2 Juta,” jelas Ano.

Ano yang akhirnya merasa tertipu akhirnya menelepon D yang saat itu ada dirumah Y Sebagai AO salah satu pegawai Bank BIJ Leuwigoong pada 27/05/2019 dan langsung mendatangi ke lokasi, bahkan Y memang wilayah masih tanggung jawabnya, namun kait kasus Pak Ano dirinya tidak tahu menahu, adanya uang tersebut, silahkan ke D dan C karena yang pertama menerima uang tersebut dan membawa calon konsumen ke ke kantor, minta penjelasan dan tangung jawab bagaimana.

“Ke kantor aja biar nanti jelas jika benar yah harus bertanggu jawab ” kata Y

Sementara D mengatakan bahwa uang tersebut di setor ke C, namun saat C dihubungi melalui jejaring sosial C mengatakan, gini saya tidak pernah terima uang dari Pa Ano sebesar 1 jt, pada saat itu memang saya survai ke rumahnya, ngasih rorokpun saya tolak ” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BIJ Leuwigoong Nandang saat dikonfirmasi dejurnal.com mengaku tak pernah menerima berkas pinjaman dari saudara Ano, sementara Saudara Y dan C memang stafnya namun D tidak kenal.

“Saudara C sudah mutasi ke BIJ pusat,” ujarnya.

Hal senada juga datang dari Bagian HRD BIJ Garut Irvan yang menyatakan bahwa suadara C memang pindah ke BIJ Garut dan setelah dikonfirmasi ke saudara C, ia mengaku tidak terima uang seperti yang disebutkan.

“Sudah dikonfirmasi ke yang saudara C, ia tak menerima uang untuk urusan Ano, sudah begitu pa,” ujar Irvan melalui sambungan telepon.

Terkait hal ini, Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Rizal menanggapi, sungguh sangat disayangkan dan memalukan, Bank BIJ yang mendapat bantuan modal dari Pemda Garut, tidak bisa membina dan mengawasi pegawai dan sungguh tidak manusiawi dan memalukan.

“Siapapun pelakunya harus bisa mempertanggung jawabkannya, tidak menutup kemungkinan banyak puluhan-puluhan Ano yang ditipu juga seperti ini dan luput dari pengamatan karena orang kecil biasanya takut melapor, uang 1 juta buat pedagang cakue keliling itu besar!” tandas Rizal.***Yohannes

BacaJuga :

Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal

Dejurnal.com, Garut – Berencana meminjam permodalan tambahan ke salah satu Bank, berujung dugaan penipuan oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank. Nasib sial ini terjadi pada seorang Pedagang Keliling Cakue di Kabupaten Garut.

Ano (48 Tahun) yang sehari – harinya berdagang cakue keliling dengan gerobak dorong ke sekolah-sekolah sepanjang jalan Wanaraja-Cibatu Pangatikan, sambil bercucuran keringat panas dan debu masih saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi seperti itu, sunggu tidak manusiawi.

Ano merupakan salah satu korban janji dan harapan manis oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank di Garut, menuturkan kepada Dejurnal.com, waktu itu saya ketemu dengan sesorang yang berinisial D, menawarkan bantuan modal melalui perbankan kepada saya, dengan proses cepat sekitar 14 hari kerja sudah bisa cair namun sebelumnya disurvai dulu ke rumah dan untuk segera melengkapi pemberkasan kredit ke salah satu Bank, yaitu BIJ Lewi Goong Kab. Garut, selang beberapa hari ada tim survai, yang waktu itu menjajikan sebelum Ramadhan bisa dicairkan, untuk memperlancar maka harus ada uang buat setor ke pimpinan satu juta rupiah, saat itu tidak ada uang, saran D yang hampir 3 kali ke rumah saya, D menyarakan meminjam dulu ke tetangga nanti keganti lagi.

“Akhirnya saya pinjam ketetangga satu juta dengan lebih tiap bulan 300 ribu, eh sampai sekarang sudah 4 bulan tidak ada cair malah saya harus bayar beban bunga ke tetangga sekitar Rp.1, 2 Juta,” jelas Ano.

Ano yang akhirnya merasa tertipu akhirnya menelepon D yang saat itu ada dirumah Y Sebagai AO salah satu pegawai Bank BIJ Leuwigoong pada 27/05/2019 dan langsung mendatangi ke lokasi, bahkan Y memang wilayah masih tanggung jawabnya, namun kait kasus Pak Ano dirinya tidak tahu menahu, adanya uang tersebut, silahkan ke D dan C karena yang pertama menerima uang tersebut dan membawa calon konsumen ke ke kantor, minta penjelasan dan tangung jawab bagaimana.

“Ke kantor aja biar nanti jelas jika benar yah harus bertanggu jawab ” kata Y

Sementara D mengatakan bahwa uang tersebut di setor ke C, namun saat C dihubungi melalui jejaring sosial C mengatakan, gini saya tidak pernah terima uang dari Pa Ano sebesar 1 jt, pada saat itu memang saya survai ke rumahnya, ngasih rorokpun saya tolak ” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BIJ Leuwigoong Nandang saat dikonfirmasi dejurnal.com mengaku tak pernah menerima berkas pinjaman dari saudara Ano, sementara Saudara Y dan C memang stafnya namun D tidak kenal.

“Saudara C sudah mutasi ke BIJ pusat,” ujarnya.

Hal senada juga datang dari Bagian HRD BIJ Garut Irvan yang menyatakan bahwa suadara C memang pindah ke BIJ Garut dan setelah dikonfirmasi ke saudara C, ia mengaku tidak terima uang seperti yang disebutkan.

“Sudah dikonfirmasi ke yang saudara C, ia tak menerima uang untuk urusan Ano, sudah begitu pa,” ujar Irvan melalui sambungan telepon.

Terkait hal ini, Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Rizal menanggapi, sungguh sangat disayangkan dan memalukan, Bank BIJ yang mendapat bantuan modal dari Pemda Garut, tidak bisa membina dan mengawasi pegawai dan sungguh tidak manusiawi dan memalukan.

“Siapapun pelakunya harus bisa mempertanggung jawabkannya, tidak menutup kemungkinan banyak puluhan-puluhan Ano yang ditipu juga seperti ini dan luput dari pengamatan karena orang kecil biasanya takut melapor, uang 1 juta buat pedagang cakue keliling itu besar!” tandas Rizal.***Yohannes

Dejurnal.com, Garut – Berencana meminjam permodalan tambahan ke salah satu Bank, berujung dugaan penipuan oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank. Nasib sial ini terjadi pada seorang Pedagang Keliling Cakue di Kabupaten Garut.

Ano (48 Tahun) yang sehari – harinya berdagang cakue keliling dengan gerobak dorong ke sekolah-sekolah sepanjang jalan Wanaraja-Cibatu Pangatikan, sambil bercucuran keringat panas dan debu masih saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi seperti itu, sunggu tidak manusiawi.

Ano merupakan salah satu korban janji dan harapan manis oleh oknum yang mengaku pegawai salah satu Bank di Garut, menuturkan kepada Dejurnal.com, waktu itu saya ketemu dengan sesorang yang berinisial D, menawarkan bantuan modal melalui perbankan kepada saya, dengan proses cepat sekitar 14 hari kerja sudah bisa cair namun sebelumnya disurvai dulu ke rumah dan untuk segera melengkapi pemberkasan kredit ke salah satu Bank, yaitu BIJ Lewi Goong Kab. Garut, selang beberapa hari ada tim survai, yang waktu itu menjajikan sebelum Ramadhan bisa dicairkan, untuk memperlancar maka harus ada uang buat setor ke pimpinan satu juta rupiah, saat itu tidak ada uang, saran D yang hampir 3 kali ke rumah saya, D menyarakan meminjam dulu ke tetangga nanti keganti lagi.

“Akhirnya saya pinjam ketetangga satu juta dengan lebih tiap bulan 300 ribu, eh sampai sekarang sudah 4 bulan tidak ada cair malah saya harus bayar beban bunga ke tetangga sekitar Rp.1, 2 Juta,” jelas Ano.

Ano yang akhirnya merasa tertipu akhirnya menelepon D yang saat itu ada dirumah Y Sebagai AO salah satu pegawai Bank BIJ Leuwigoong pada 27/05/2019 dan langsung mendatangi ke lokasi, bahkan Y memang wilayah masih tanggung jawabnya, namun kait kasus Pak Ano dirinya tidak tahu menahu, adanya uang tersebut, silahkan ke D dan C karena yang pertama menerima uang tersebut dan membawa calon konsumen ke ke kantor, minta penjelasan dan tangung jawab bagaimana.

“Ke kantor aja biar nanti jelas jika benar yah harus bertanggu jawab ” kata Y

Sementara D mengatakan bahwa uang tersebut di setor ke C, namun saat C dihubungi melalui jejaring sosial C mengatakan, gini saya tidak pernah terima uang dari Pa Ano sebesar 1 jt, pada saat itu memang saya survai ke rumahnya, ngasih rorokpun saya tolak ” jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BIJ Leuwigoong Nandang saat dikonfirmasi dejurnal.com mengaku tak pernah menerima berkas pinjaman dari saudara Ano, sementara Saudara Y dan C memang stafnya namun D tidak kenal.

“Saudara C sudah mutasi ke BIJ pusat,” ujarnya.

Hal senada juga datang dari Bagian HRD BIJ Garut Irvan yang menyatakan bahwa suadara C memang pindah ke BIJ Garut dan setelah dikonfirmasi ke saudara C, ia mengaku tidak terima uang seperti yang disebutkan.

“Sudah dikonfirmasi ke yang saudara C, ia tak menerima uang untuk urusan Ano, sudah begitu pa,” ujar Irvan melalui sambungan telepon.

Terkait hal ini, Ketua Komite Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Rizal menanggapi, sungguh sangat disayangkan dan memalukan, Bank BIJ yang mendapat bantuan modal dari Pemda Garut, tidak bisa membina dan mengawasi pegawai dan sungguh tidak manusiawi dan memalukan.

“Siapapun pelakunya harus bisa mempertanggung jawabkannya, tidak menutup kemungkinan banyak puluhan-puluhan Ano yang ditipu juga seperti ini dan luput dari pengamatan karena orang kecil biasanya takut melapor, uang 1 juta buat pedagang cakue keliling itu besar!” tandas Rizal.***Yohannes

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Proses Penyelenggaran Pemilu 2019 Di Kabupaten Garut Lancar

Next Post

Wabup Buka Muscab IX Pemuda Pancasila Garut

Related Posts

Bupati Garut Menerima Audiensi dari Gema BSP  di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut
deNews

Bupati Garut Menerima Audiensi dari Gema BSP di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut

Jumat, 21 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah
deNews

HUT ke-81 RI, Bupati Garut Tekankan Gerakan Bersih Lingkungan dari Perkantoran hingga Sekolah

Jumat, 21 Agustus 2026
Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI
deNews

Pemkab Garut Ajak 10 Orang dari Berbagai Instansi Ikuti Apel dan Gerakan ASRI Sambut HUT ke-81 RI

Jumat, 21 Agustus 2026
Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy
deNews

Jalan Rusak Jadi Sorotan, DPRD dan Bupati Garut Sepakati Perbaikan Ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy

Jumat, 21 Agustus 2026
Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga
deNews

Ciamis Dapat 561 Unit Bedah Rumah, Bupati Herdiat Dorong Gotong Royong Warga

Jumat, 21 Agustus 2026
Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal
deNews

Legislator F PKS DPRD, H. Dadang Suryana, S.Ip: Reses di Tengah Efisiensi Anggaran, Dewan Pastikan Aspirasi Warga Tetap Dikawal

Jumat, 21 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

Polisi Amankan Seorang Pelaku Pencabulan 3 Orang Anak di Megamendung Bogor

Selasa, 31 Januari 2023

Tidak Perlu Rapat, Dedi Mulyadi Selesaikan Konflik Penutupan Curug Tilu Purwakarta

Senin, 13 Desember 2021

Bravo Komando Peduli Pembagian Ta’jil

Sabtu, 16 Mei 2020

Potret Masyarakat Kampung Pondok Beureum Kabandungan, Cermin Kemiskinan Ekstrim?

Minggu, 28 September 2025

Aliansi Mahasiswa Audensi Dengan DPRD Purwakarta Terkait Pernyataan Tertulis Penolakan UU cipta kerja

Kamis, 8 Oktober 2020

Gempa Cianjur 5,6 SR : Korban Meninggal di Warungkondang 4 dan Luka-Luka Lebih 40 Orang

Senin, 21 November 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste