Dejurnal.com, Garut – Polres Garut terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Tidak hanya menegakkan aturan, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam berlalu lintas.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bundaran Suci, Kabupaten Garut, Kamis (29/10/2026). Sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi pengguna jalan, petugas membagikan 25 helm dan 150 kotak makanan kepada pengendara yang tertib mematuhi peraturan lalu lintas.
Langkah ini menjadi upaya Polres Garut untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Selain memberikan apresiasi, petugas juga memasang stiker, membagikan leaflet berisi imbauan keselamatan, serta melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Edukasi tersebut menyasar masyarakat luas, khususnya kalangan pelajar, agar memahami pentingnya disiplin berlalu lintas sejak dini.
Kasat Lantas Polres Garut, AKP Muthia Khansa Nurwijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengutamakan edukasi dan pendekatan persuasif untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah tertib sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan raya. Kami berharap kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh dari kesadaran diri sendiri, bukan semata-mata karena adanya petugas,” ujar AKP Muthia saat ditemui awak media.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu dan marka jalan, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar dalam mencegah kecelakaan. Oleh karena itu, setiap pengguna jalan diharapkan tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menghormati hak dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan preemtif ini, Polres Garut berharap Operasi Patuh Lodaya 2026 mampu meningkatkan disiplin masyarakat, menekan angka pelanggaran, serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Garut.
Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Garut berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan profesional. Upaya ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab, sehingga keselamatan di jalan raya menjadi kesadaran dan komitmen bersama.***Deri Acong



















