CIAMIS, deJurnal,- Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Umat Islam (PUI) dan DPD Wanita PUI Kabupaten Ciamis masa bakti 2026–2031 menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera.
Pelantikan yang mengusung tema “Meneguhkan Islah Wasathiyah dalam Mewujudkan Ciamis yang Dinamis” itu digelar di Aula PKK Kabupaten Ciamis, Kamis (2/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya, unsur Forkopimda, Ketua DPRD, tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta jajaran pengurus PUI dan Wanita PUI Kabupaten Ciamis.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik seraya berharap kepengurusan baru mampu membawa PUI semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD PUI Kabupaten Ciamis masa bakti 2026–2031. Selamat mengemban amanah yang mulia ini. Semoga dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan umat dan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, komposisi kepengurusan PUI kali ini diisi banyak tokoh yang memiliki pengalaman dan kapasitas di berbagai bidang. Hal tersebut menjadi modal besar bagi organisasi untuk semakin berkembang.
“Saya melihat hampir seluruh tokoh Ciamis ada di sini. Ada Ketua DPRD beserta anggotanya, Ketua MUI, Ketua BAZNAS, dan berbagai tokoh lainnya. Ketua DPD Wanita PUI juga merupakan sosok yang memiliki rekam jejak keluarga besar PUI. Dengan kekuatan seperti ini saya optimistis PUI akan semakin maju. Kalau tidak maju justru sangat disayangkan,” katanya.
Bupati menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan menjadi awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat pelayanan kepada umat.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program yang adaptif terhadap tantangan zaman sekaligus memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menitipkan empat pesan penting kepada jajaran pengurus baru.
Pertama, menjadikan PUI sebagai garda terdepan dalam membina akhlak dan moral generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kedua, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketiga, mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai program inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Keempat, menjaga persatuan umat Islam dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai fondasi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Bupati juga mengingatkan bahwa PUI merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia yang lahir sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, sejarah panjang tersebut menjadi bukti besarnya kontribusi PUI terhadap bangsa.
“Organisasi ini telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Artinya, PUI memiliki sejarah perjuangan yang panjang. Kini saatnya organisasi ini semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Ciamis siap menjalin kemitraan strategis dengan PUI dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi Islam seperti PUI. Pemerintah Kabupaten Ciamis siap bersinergi dalam setiap program yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PUI Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, mengungkapkan dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan organisasi tersebut.
Ia mengisahkan, ketika menjalani masa-masa sulit saat menempuh pendidikan pada 1986, PUI menjadi salah satu organisasi yang memberikan ruang pembinaan sehingga membentuk perjalanan hidupnya hingga sekarang.
“Kalau suatu saat PUI menghadapi persoalan, saya merasa berkewajiban membelanya. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa saya adalah kader PUI, tetapi sampai hari ini saya tetap menjadi bagian dari organisasi ini,” ujarnya.
Nanang berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap berbagai program PUI agar amanah organisasi dapat dijalankan secara optimal.
Dalam pidatonya, ia juga mengingatkan bahwa PUI memiliki kontribusi besar dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.
Pendiri PUI, KH Abdul Halim dan KH Ahmad Sanusi, merupakan tokoh nasional yang turut berperan dalam proses lahirnya negara, termasuk terlibat dalam perumusan dasar negara dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Kadang masih ada yang memandang PUI sebelah mata. Padahal para pendiri PUI ikut membangun negeri ini. Mereka berkontribusi dalam proses perumusan dasar negara dan konstitusi Indonesia. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh kader untuk meneruskan perjuangan tersebut,” katanya.
Menurut Nanang, sejak awal PUI dibangun sebagai gerakan yang memadukan dakwah, pendidikan, pesantren, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Karena itu, arah perjuangan organisasi tidak hanya berhenti pada penyampaian dakwah, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Islam bukan hanya untuk dipelajari atau diperdebatkan, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah juga tidak bisa dilakukan sendiri. Harus dilakukan secara berjamaah melalui organisasi yang kuat, solid, dan mampu memberikan manfaat bagi umat,” tandasnya.
Melalui kepengurusan baru ini, DPD PUI Kabupaten Ciamis diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam dakwah dan pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, serta mendukung terwujudnya visi Kabupaten Ciamis yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Nay Sunarti)















