Dejurnal.com, Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) menggelar Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sekaligus meluncurkan Program Penguatan Sistem Olahan dan Inovasi Produk Perikanan (Pesona). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Benih Ikan (BBI) Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Selasa (3/11/2026).
Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Dedy Mulyadi, mengatakan bahwa kedua program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, serta pengembangan usaha berbasis produk perikanan.
Menurut Dedy, peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu langkah penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Asupan protein dan gizi yang cukup dinilai dapat menunjang pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar anak.
“Dan tentu juga ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan IPM kita, di mana anak-anak supaya giat belajar. Penguatan dari nutrisi dan protein yang diberikan kepada anak usia sekolah ini sangat penting sekali,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, sosialisasi Gemarikan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein dan nutrisi. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi sejak dini.
Edukasi mengenai konsumsi ikan, lanjutnya, perlu diberikan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, ibu hamil, remaja putri, hingga anak-anak usia sekolah. Dengan demikian, kesadaran terhadap pentingnya pemenuhan gizi dapat terbentuk sejak dini.
Dedy juga menyoroti masih relatif rendahnya konsumsi ikan laut di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

Di sisi lain, peluncuran Program Pesona difokuskan pada penguatan sistem pengolahan dan inovasi produk perikanan. Program ini diharapkan mampu mendorong pelaku usaha mengembangkan produk olahan yang lebih beragam, memiliki kualitas dan daya saing, serta memberikan nilai tambah secara ekonomi.
“Mari kepada seluruh masyarakat Kabupaten Garut kita gelorakan gemar makan ikan dan kita perkuat sistem olahan produk ikan. Dengan inovasi yang baru ini, melalui Pesona semua bisa memanfaatkan produk ikan di daerahnya masing-masing, di lingkungannya masing-masing,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy turut mengapresiasi peningkatan omzet Balai Benih Ikan Bayongbong yang memiliki luas lahan sekitar 4 hektare dengan dukungan 48 kolam. Menurutnya, peningkatan omzet tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan benih ikan berkualitas untuk mendukung kegiatan budidaya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Diskannak dan pengelola BBI Bayongbong atas capaian tersebut. Dedy berharap peningkatan produksi dan kualitas benih ikan dapat terus dipertahankan seiring dengan berkembangnya usaha perikanan di Kabupaten Garut.
“Saya apresiasi kepada Pak Kepala UPTD dan Ibu Kadis Perikanan dan Peternakan, di mana omzetnya tahun ini melonjak tinggi. Artinya, kebutuhan masyarakat akan benih ikan juga tinggi. Kepada masyarakat, mari kita biasakan untuk mengolah makanan yang berasal dari produk ikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Dyah Savitri, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai manfaat konsumsi ikan sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan lokal.
Menurutnya, Program Pesona juga diarahkan untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok pengolah hasil perikanan, serta para pembudidaya ikan agar mampu mengembangkan usaha dan menghasilkan produk yang lebih inovatif.
“Secara lebih terperinci, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kemudian, para siswa-siswi mempunyai pengetahuan bahwa makan ikan itu sehat, makan ikan itu membuat kita menjadi kuat, dan akhirnya bisa menjadi generasi yang cerdas,” ungkap Dyah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 siswa yang mendapatkan edukasi mengenai dunia perikanan serta makanan tambahan dengan gizi seimbang. Pemberian makanan tersebut mengacu pada prinsip “Isi Piringku”, dengan komposisi 40 persen protein, 40 persen karbohidrat, serta 20 persen sayuran dan buah-buahan.
Dyah berharap, melalui Program Pesona, pengembangan produk olahan perikanan di Kabupaten Garut dapat semakin meningkat. Selain memperluas pemanfaatan potensi perikanan lokal, program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan nilai jual hasil perikanan, serta mendorong pendapatan kelompok wanita nelayan, pembudidaya, dan pelaku pemasaran produk perikanan.
Dengan sinergi antara peningkatan konsumsi ikan dan pengembangan inovasi produk olahan, Pemerintah Kabupaten Garut berharap sektor perikanan tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.***Deri Acong



















