Dejurnal.com, Garut — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PKB Garut, H. Subhan Fahmi, S.I.P., partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang tersebut menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Garut menjadi 12 kursi, sekaligus mempersiapkan kader terbaik untuk menduduki posisi eksekutif, baik sebagai bupati maupun wakil bupati.
Langkah tersebut disampaikan Subhan Fahmi saat diwawancarai awak media seusai kegiatan konsolidasi PKB Kabupaten Garut yang digelar di Hotel Graha Patriot, Garut, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi kepengurusan baru PKB Garut untuk menyatukan langkah, memperkuat struktur organisasi, serta merumuskan strategi politik yang lebih terarah dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Menurut Subhan Fahmi, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa dilakukan secara mendadak. Karena itu, konsolidasi organisasi, perekrutan kader potensial, pemetaan wilayah, dan penguatan pelayanan kepada masyarakat mulai dipersiapkan sejak dini.
“Dengan kepengurusan yang baru ini, kita sudah mulai melakukan persiapan secara struktural untuk memenangkan PKB pada Pemilu 2029. Target kita adalah meraih 12 kursi DPRD Kabupaten Garut dan mengantarkan kader terbaik untuk menjadi pemimpin eksekutif, baik bupati maupun wakil bupati,” ungkapnya.
Bidik 12 Kursi DPRD, Konsolidasi Diperkuat hingga Tingkat Ranting
Target meraih 12 kursi DPRD Kabupaten Garut menjadi salah satu agenda utama yang ingin diwujudkan PKB dalam Pemilu 2029.
Untuk mencapai target tersebut, penguatan organisasi menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan. PKB Garut berupaya memastikan seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari tingkat cabang, kecamatan hingga ranting, memiliki arah perjuangan dan strategi yang sejalan.
Konsolidasi tidak hanya dimaknai sebagai pertemuan antarpengurus, tetapi juga sebagai sarana mengevaluasi kekuatan organisasi, memetakan potensi dukungan masyarakat, serta menyusun langkah konkret untuk memperluas basis pemilih.
PKB Garut juga mulai melakukan pemetaan wilayah dan perekrutan calon anggota legislatif potensial. Langkah ini diarahkan untuk mendapatkan figur yang memiliki kapasitas, integritas, kedekatan dengan masyarakat, serta kesiapan memperjuangkan aspirasi warga.
Subhan menyebutkan, proses penjaringan calon potensial telah mulai dipersiapkan sejak Januari 2026. Dengan waktu persiapan sekitar 27 bulan menuju tahapan politik yang menjadi sasaran mereka, partai ingin memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkuat kesiapan organisasi dan sumber daya manusia.
Penjaringan tersebut, menurutnya, terbuka bagi kader internal maupun figur dari luar partai. PKB juga berupaya memberikan ruang kepada calon laki-laki dan perempuan yang dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi dalam perjuangan politik partai.
Dengan strategi tersebut, PKB Garut berharap dapat membangun komposisi calon legislatif yang lebih kompetitif dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Garut.
Program Bedah Rumah hingga Beasiswa Jadi Andalan Pelayanan Masyarakat
Selain mempersiapkan strategi elektoral, PKB Garut menegaskan pentingnya menjalankan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Subhan Fahmi menyebutkan sejumlah program yang menjadi perhatian partainya, antara lain bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan, pengawalan beasiswa untuk mahasiswa dan pelajar, serta pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan medis.
Menurutnya, keberadaan partai politik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Aspirasi warga tidak cukup hanya didengar ketika menjelang pemilu, tetapi perlu diperjuangkan melalui program dan kerja nyata secara berkelanjutan.
Program bedah rumah diarahkan untuk membantu masyarakat yang tinggal di hunian tidak layak. Sementara itu, pengawalan beasiswa diharapkan dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi pelajar dan mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Di bidang kesehatan, Subhan menyampaikan bahwa PKB memiliki sekitar 10–11 orang yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelayanan masyarakat, termasuk mengantar warga yang sakit agar memperoleh penanganan kesehatan.
Upaya tersebut mencerminkan pendekatan pelayanan langsung yang ingin terus diperkuat oleh PKB Garut. Melalui kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat, partai berharap dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.
Meski demikian, keberhasilan program-program tersebut tentu perlu diukur melalui pelaksanaan yang konsisten, jangkauan penerima manfaat, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Perkuat Basis Pesantren dan Nahdlatul Ulama
Dalam membangun kekuatan politik di Kabupaten Garut, Subhan Fahmi juga menyinggung hubungan historis PKB dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan lingkungan pesantren.
Menurutnya, NU memiliki peran penting dalam sejarah kelahiran PKB. Warisan sejarah tersebut menjadi salah satu modal sosial yang perlu dijaga melalui hubungan yang sehat, komunikasi yang baik, dan kerja sama yang berorientasi pada kepentingan umat.
Namun, upaya memperkuat basis dukungan di lingkungan pesantren harus dilakukan dengan cara yang baik dan tetap menghormati kemandirian setiap lembaga maupun komunitas.
PKB, lanjutnya, tidak hanya perlu membangun komunikasi dengan kalangan pesantren, tetapi juga membuka diri kepada berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, sosial, keagamaan, dan pembangunan daerah.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena persaingan politik tidak dapat hanya mengandalkan kedekatan historis atau identitas organisasi. Kepercayaan masyarakat juga harus dibangun melalui rekam jejak, konsistensi perjuangan, serta kemampuan partai dalam menjawab kebutuhan warga.
Dengan demikian, penguatan basis NU dan pesantren diharapkan berjalan seiring dengan perluasan komunikasi kepada kelompok masyarakat lainnya.
Musyawarah Kerja Cabang Rumuskan Strategi yang Lebih Faktual
Sementara itu, Luqi Sa’adilah Farindani, S.E., yang turut menyampaikan keterangan dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa konsolidasi PKB Garut juga diisi dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Ia mengatakan, dirinya ditunjuk sebagai ketua panitia untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada penguatan komunikasi dan koordinasi organisasi.
Menurut Luqi, Muskercab menjadi forum penting untuk menindaklanjuti berbagai rumusan strategis partai agar dapat diterjemahkan menjadi langkah kerja yang lebih konkret di lapangan.

“Melalui kegiatan hari ini, kita ingin memperkuat komunikasi dari tingkat PAC sampai ranting. Kebetulan hari ini juga dilaksanakan Musyawarah Kerja Cabang untuk menindaklanjuti rumusan strategis yang lebih faktual. Apa yang menjadi arahan dari pusat akan kita coba operasionalkan dan jalankan melalui strategi yang dibahas bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan menuju Pemilu 2029 menuntut seluruh kader untuk bekerja lebih konsisten. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi, melakukan konsolidasi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Luqi, kerja politik tidak boleh berhenti pada agenda rapat atau kegiatan seremonial. Seluruh hasil konsolidasi harus diterjemahkan menjadi kegiatan yang nyata, terukur, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, pengurus di setiap tingkatan diharapkan mampu bergerak bersama, menjaga komunikasi, serta membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan sosial dan pendampingan berbagai persoalan masyarakat.
“27 Bulan ke Depan Harus Terus Bergerak”
Luqi menekankan bahwa waktu menuju Pemilu 2029 harus dipandang sebagai kesempatan untuk membangun kesiapan organisasi secara serius.
Ia menggambarkan bahwa setiap hari dan setiap jam memiliki arti penting dalam proses memperkuat partai. Kader dituntut terus bergerak, menjalin silaturahmi, memperkuat konsolidasi, dan hadir di tengah masyarakat.
Semangat tersebut menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh jajaran PKB Garut, terutama dalam menghadapi tantangan memperbesar perolehan kursi legislatif dan menyiapkan kader untuk kepemimpinan daerah.
Menurutnya, kerja politik harus dijalankan melalui kedekatan dengan masyarakat, bukan hanya mengandalkan popularitas atau aktivitas menjelang pemilu.
Konsistensi kader dalam mendengarkan aspirasi, membantu menyelesaikan persoalan warga, dan menjaga komunikasi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Tantangan PKB Garut: Target Besar Harus Diikuti Kerja Nyata
Target 12 kursi DPRD dan upaya menyiapkan kader untuk posisi bupati atau wakil bupati merupakan agenda politik yang membutuhkan persiapan matang. Pencapaiannya tidak hanya ditentukan oleh kekuatan struktur partai, tetapi juga oleh kualitas kader, ketepatan strategi, kemampuan membangun koalisi, serta tingkat kepercayaan masyarakat.
Di sisi lain, program bedah rumah, pengawalan beasiswa, dan pelayanan kesehatan perlu terus diperjelas pelaksanaan serta manfaatnya agar tidak berhenti sebagai janji politik.
Konsolidasi yang digelar di Hotel Graha Patriot menjadi langkah awal bagi PKB Garut untuk menyatukan visi dan memperkuat kesiapan menghadapi Pemilu 2029. Namun, ukuran keberhasilan sesungguhnya akan terlihat dari kemampuan partai menerjemahkan keputusan organisasi menjadi kerja nyata yang menjawab persoalan masyarakat.
Dengan penguatan struktur hingga tingkat ranting, penjaringan kader potensial, serta pelayanan yang berkelanjutan, PKB Garut berharap dapat memperluas dukungan sekaligus memperkuat posisinya dalam politik daerah.
Pesan yang mengemuka dari konsolidasi tersebut jelas persiapan menuju 2029 harus dimulai sekarang. Bagi PKB Garut, tantangannya bukan sekadar memenangkan pemilu, melainkan membuktikan bahwa kekuatan politik dapat berjalan beriringan dengan pengabdian dan keberpihakan kepada masyarakat.***Wilesha




















