Dejurnal.com, CIAMIS. Program PUTRI BERANI yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis terus dikembangkan setelah sebelumnya menjadi proyek perubahan dalam Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Program tersebut kini diarahkan menjadi bagian dari pembiasaan di lingkungan sekolah.
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menginstruksikan agar PUTRI BERANI tidak berhenti setelah tahapan PKA berakhir, tetapi diteruskan dalam kegiatan pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan peserta didik.
Dinas Pendidikan kemudian memanfaatkan kegiatan keputrian sebagai salah satu ruang untuk meneruskan semangat program tersebut.
Kegiatan yang berlangsung saat siswa laki-laki melaksanakan salat Jumat itu diisi dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja putri. Implementasinya terlihat di SMPN 2 Ciamis, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan keputrian di sekolah tersebut terintegrasi dengan program DWP Mengajar yang dilaksanakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Ciamis bersama Dinas Pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, para siswi mengikuti edukasi bertajuk “Remaja Putri Bebas Anemia” dengan konsep yang lebih interaktif melalui penyampaian materi, permainan, ice speaking, pemberian buah-buahan bergizi dan photo booth edukasi.
Dari Proyek Perubahan Menjadi Pembiasaan
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris Gunanto, M.Pd., mengatakan keberlanjutan PUTRI BERANI merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Ciamis agar program tersebut memberikan manfaat lebih panjang bagi peserta didik.
“PUTRI BERANI ini tidak berhenti pada proyek perubahan PKA. Pak Bupati menginstruksikan agar program ini dilanjutkan dan menjadi pembiasaan di sekolah,” ujar Aris.
Menurutnya, pembiasaan menjadi penting karena nilai yang ingin dibangun melalui PUTRI BERANI tidak cukup diberikan dalam satu kali kegiatan.
“Kalau hanya kegiatan, setelah selesai ya selesai. Tetapi kalau menjadi pembiasaan, anak-anak akan terus mendapatkan penguatan dalam kesehariannya,” katanya.
Aris menjelaskan, Disdik tidak menjadikan keberlanjutan PUTRI BERANI sebagai program yang harus selalu dikemas dalam kegiatan khusus.
Nilai-nilai yang dibawa program tersebut dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas sekolah yang sudah tersedia.
“Kita mencari ruang yang memang sudah ada di sekolah. Salah satunya kegiatan keputrian. Di sana bisa diberikan materi yang berkaitan dengan kebutuhan remaja putri,” jelasnya.
Menurut Aris, materi keputrian dapat berkembang sesuai kebutuhan peserta didik. Tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga karakter, pergaulan, komunikasi, etika serta penggunaan media digital.
“Jadi keputrian ini bukan hanya sekadar mengisi waktu. Kita ingin ada pembinaan yang memberikan bekal kepada anak-anak,” ujarnya.
18 Sekolah Mulai Menerapkan
Aris menyebut kegiatan keputrian pada tahap awal telah diterapkan di 18 sekolah. Disdik Ciamis berharap pelaksanaannya terus meluas sehingga semakin banyak sekolah memiliki ruang pembinaan khusus bagi peserta didik perempuan.
“Alhamdulillah untuk antusiasmenya cukup baik. Tahap pertama ada 18 sekolah yang melaksanakan kegiatan keputrian. Mudah-mudahan setelah pelaksanaan ini semakin banyak sekolah yang melaksanakan kegiatan tersebut,” tutur Aris.
Ia mengatakan keterlibatan berbagai pihak juga diperlukan agar materi yang diberikan kepada siswa semakin beragam.
“Kolaborasi menjadi penting. Ketika ada pihak lain yang masuk memberikan materi sesuai bidangnya, sekolah tidak berjalan sendiri dan anak-anak memperoleh wawasan yang lebih luas,” katanya.
Dalam konteks tersebut, DWP Mengajar menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat mengisi kegiatan keputrian dengan materi yang dekat dengan kehidupan remaja.
DWP Mengajar Angkat Isu Anemia
Ketua Tim DWP Setda Ciamis, Ila Wawan Ruhiyat, mengatakan program DWP Mengajar di SMPN 2 Ciamis berlangsung selama tiga bulan, yakni September, Oktober dan November dengan materi yang berbeda.
“Program DWP Mengajar ini merupakan program DWP Kabupaten yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Pelaksanaannya selama tiga bulan, yakni September, Oktober dan November dengan materi yang berbeda,” kata Ila.
Untuk September, materi yang diberikan berfokus pada pencegahan anemia pada remaja putri. Pada Oktober, materi akan beralih pada adab dan akhlak di era digital, kemudian November mengangkat tema “Putri Tangguh, Keluarga Sanggup.”
Penyampaian materi dibuat lebih komunikatif. Para siswi tidak hanya menerima penjelasan, tetapi diajak mengikuti permainan dan ice speaking serta mendapatkan buah-buahan bergizi.
“Kami ingin waktu keputrian ini dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif dan produktif. Materi formal hanya sekitar 30 persen, sementara 70 persennya kami kemas dalam bentuk edukasi, ice breaking dan permainan,” jelas Ila.Dalam materi kesehatan, siswi dikenalkan dengan upaya pencegahan anemia, termasuk pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah dan memenuhi kebutuhan gizi melalui pola makan seimbang.
Konsep “Isi Piringku” juga diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi. Para siswi didorong lebih bijak memilih makanan, mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda serta mengenal pangan lokal Ciamis.
“Kami mengingatkan anak-anak tentang bahaya anemia dan bagaimana cara mencegahnya. Selain minum tablet tambah darah, mereka juga harus memenuhi gizi seimbang,” ujarnya.
SMPN 2 Ciamis Sambut Positif
Kepala SMPN 2 Ciamis, Amar, S.Pd., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, keputrian memang dapat menjadi ruang yang bermanfaat bagi siswi ketika siswa laki-laki mengikuti salat Jumat.
“Kalau anak-anak putra salat Jumat, maka putri melaksanakan kegiatan keputrian. Dengan adanya program ini, anak-anak tidak bingung lagi harus melakukan kegiatan apa. Justru waktunya bisa diisi dengan kegiatan yang positif,” kata Amar.
Ia menilai materi yang diberikan DWP relevan dengan kebutuhan peserta didik, terutama karena menyentuh kesehatan sekaligus pembentukan karakter.
Pelaksanaan DWP Mengajar di SMPN 2 Ciamis dibagi berdasarkan jenjang kelas. September diperuntukkan bagi siswi kelas 7, Oktober kelas 8 dan November kelas 9.
Dengan pembagian tersebut, seluruh siswi akan mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian materi.
“Ini sangat luar biasa karena programnya berlangsung tiga bulan. Semua anak putri nantinya mendapatkan materi. Kami berharap kegiatan ini bisa ikut membentuk karakter anak-anak menjadi lebih baik,” ungkap Amar.
Bagi Disdik Ciamis, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk membawa PUTRI BERANI dari ruang proyek perubahan menuju praktik pembinaan yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan keputrian, sekolah memiliki ruang untuk membangun pembiasaan yang mendukung remaja putri agar lebih berani berkomunikasi, peduli terhadap lingkungan sosial, memahami cara menjaga diri serta memiliki bekal menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun ruang digital.



















