• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

SMKS Bakti Kusumah Garut Terapkan Absensi Digital, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa

bydejurnalcom
Kamis, 5 November 2026
Reading Time: 3 mins read
SMKS Bakti Kusumah Garut Terapkan Absensi Digital, Orang Tua Bisa Pantau Kehadiran Siswa

Kepala SMKS Bakti Kusumah, H. Aming Kurniawan, S.Pd.I., M.Si.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Bakti Kusumah yang berlokasi di Desa Sukamerang, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, mulai menerapkan sistem absensi digital sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan siswa sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas kehadiran di lingkungan sekolah. Melalui sistem ini, orang tua dapat memantau kehadiran anak secara langsung melalui aplikasi yang terintegrasi dengan sekolah.

Kepala SMKS Bakti Kusumah, H. Aming Kurniawan, S.Pd.I., M.Si., mengatakan bahwa penerapan absensi digital tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

Menurutnya, sistem absensi digital memungkinkan pencatatan kehadiran siswa dilakukan secara lebih akurat dan transparan. Setiap siswa nantinya memiliki kartu pelajar yang dilengkapi barcode untuk dipindai oleh guru saat memasuki kelas dan memulai kegiatan pembelajaran.

BacaJuga :

Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional

Pilkades Serentak 2026, Ciamis Teguhkan Komitmen Lewat Deklarasi Damai

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dorong Penataan Alun-alun Soreang, Jadi Ikon dan Wajah Ibu Kota

“Jadi, ketika guru masuk kelas, absensi siswa langsung dilakukan dengan memindai barcode pada kartu pelajar masing-masing. Dengan begitu, kehadiran siswa dapat tercatat secara langsung melalui aplikasi,” jelas Aming kepada Dejurnal.com, Kamis (5/11/2026).

Tidak hanya mencatat kehadiran, aplikasi tersebut juga memberikan kemudahan bagi orang tua untuk mengetahui aktivitas kehadiran anaknya di sekolah. Termasuk ketika siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran karena sakit atau izin, orang tua cukup menyampaikan pemberitahuan melalui aplikasi tanpa harus membuat surat izin secara tertulis.

Sekolah juga dapat memantau informasi kehadiran maupun aktivitas siswa yang tercatat dalam sistem tersebut. Dengan demikian, komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua diharapkan menjadi lebih efektif.

Aming menjelaskan, sebelum diterapkan secara lebih luas, sistem absensi digital tersebut telah melalui tahap uji coba selama kurang lebih satu bulan. Dalam pelaksanaannya, sekolah sempat menemukan kendala pada mekanisme pemindaian barcode.

Pada sistem awal, siswa melakukan pemindaian kartu secara mandiri. Namun, cara tersebut memiliki kelemahan karena kartu pelajar berbarcode berpotensi dititipkan kepada teman, sehingga siswa yang sebenarnya tidak hadir tetap tercatat masuk.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah kemudian melakukan penyempurnaan mekanisme absensi. Kini, pemindaian barcode dilakukan langsung oleh guru yang mengajar di kelas dengan memeriksa kartu setiap siswa satu per satu.

“Awalnya siswa melakukan pemindaian sendiri, tetapi ada kekhawatiran kartu dititipkan kepada teman. Sekarang sistemnya diubah, pemindaian dilakukan langsung oleh guru yang bersangkutan ketika masuk kelas. Jadi, kehadiran siswa benar-benar dapat dipastikan,” ungkapnya.

Sosialisasi penerapan aplikasi tersebut saat ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari siswa kelas X yang terdiri atas tiga rombongan belajar, dengan program keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Kegiatan sosialisasi kepada orang tua juga dilaksanakan secara terpisah agar penjelasan mengenai penggunaan aplikasi dapat diterima dengan baik. Sekolah membagi kegiatan berdasarkan jurusan, sehingga orang tua memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai fungsi dan manfaat sistem tersebut.

Setelah kelas X, penerapan dan sosialisasi direncanakan berlanjut ke kelas XI dan XII. Aming menyebutkan, jumlah siswa SMK Bakti Kusumah dari kelas X hingga XII saat ini mencapai sekitar 240 orang.

Ia juga mengakui bahwa tidak semua orang tua terbiasa menggunakan teknologi digital. Sebagian orang tua masih membutuhkan pendampingan dalam mengakses aplikasi, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan telepon pintar.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah akan melibatkan wali kelas guna membantu dan memberikan pendampingan kepada orang tua agar dapat menggunakan aplikasi dengan baik.

Menariknya, aplikasi absensi digital tersebut merupakan hasil pengembangan salah seorang guru di SMKS Bakti Kusumah sendiri. Dengan demikian, sekolah tidak perlu membeli aplikasi dari pihak luar untuk mulai menerapkan sistem tersebut.

Aming berharap inovasi ini dapat membawa perubahan signifikan terhadap kedisiplinan siswa maupun tenaga pendidik. Sistem digital tersebut juga berlaku bagi guru, termasuk dalam pencatatan izin maupun cuti, sehingga aktivitas kehadiran tenaga pendidik dapat terpantau dan kegiatan pembelajaran tetap terkoordinasi, termasuk dalam pemberian tugas kepada siswa.

Ia menegaskan, kehadiran siswa merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Semakin baik tingkat kedisiplinan dan kehadiran siswa, semakin besar pula kesempatan mereka mengikuti materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru secara optimal.

“Harapan kami, melalui sistem ini tingkat kehadiran siswa bisa semakin baik, idealnya mencapai 100 persen. Orang tua juga bisa mengetahui apakah anaknya benar-benar sudah sampai di sekolah atau belum. Jadi, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga,” tuturnya.

Lebih jauh, Aming berharap penerapan absensi digital di SMKS Bakti Kusumah dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang belum menggunakan sistem serupa. Ia juga membuka peluang agar aplikasi hasil karya guru tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Menurutnya, transformasi digital di lingkungan sekolah bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi langkah nyata untuk membangun tata kelola pendidikan yang lebih disiplin, transparan, efektif, dan akuntabel.***Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional

Next Post

Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah

Related Posts

Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Beri Bunga dan Reward kepada Pengendara Tertib
deNews

Operasi Patuh Lodaya 2026, Satlantas Polres Garut Beri Bunga dan Reward kepada Pengendara Tertib

Kamis, 5 November 2026
Modal Hanya Rp2,5 Juta, Pedagang Lansia di Jalan Otista Garut Terancam Gulung Gerobak, Kasbon Pekerja Proyek Hotel Suminar Hampir Rp1,1 Juta Belum Dibayar
deNews

Modal Hanya Rp2,5 Juta, Pedagang Lansia di Jalan Otista Garut Terancam Gulung Gerobak, Kasbon Pekerja Proyek Hotel Suminar Hampir Rp1,1 Juta Belum Dibayar

Kamis, 5 November 2026
Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah
deNews

Pengajian Rutin Malam Jumat Masjid Al-Haq Margahayu, Ustad HM. Nurudin Bahas Keutamaan Salat Berjamaah dan Imamah

Kamis, 5 November 2026
Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional
deNews

Disdukcapil Ciamis Kawal Penguatan Pelayanan Publik Sindangrasa di Ajang Nasional

Kamis, 5 November 2026
Pilkades Serentak 2026, Ciamis Teguhkan Komitmen Lewat Deklarasi Damai
deNews

Pilkades Serentak 2026, Ciamis Teguhkan Komitmen Lewat Deklarasi Damai

Kamis, 5 November 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dorong Penataan Alun-alun Soreang, Jadi Ikon dan Wajah Ibu Kota
deNews

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Dorong Penataan Alun-alun Soreang, Jadi Ikon dan Wajah Ibu Kota

Kamis, 5 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

AP3KI Bersama FP3 Beraudiensi ke DPRD Garut Pertanyakan Kejelasan Pengangkatan P3K

Sabtu, 18 Januari 2025
Ketua FPPG, Asep Nurjaman (Foto : Istimewa)

Usir Wartawan, FPPG Nilai Oknum Pejabat DPMD Arogan, Cocok Ditempatkan di Daerah Terpencil

Minggu, 23 Mei 2021

Tindak Lanjut KPU Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, DPRD Kabupaten Bandung Gelar Rapat Pleno Usulan Penetapan dan Pelantikan

Rabu, 5 Februari 2025

Puluhan Miras Diamankan Polsek Tarogong Kidul Dalam Operasi Pekat

Selasa, 20 April 2021

DPC PBB kabupaten Bandung Konsisten Dukung Pasangan NU Pasti

Kamis, 8 Oktober 2020

Gelar Pesona Budaya Garut, Ketua DKKG : Even Tahunan Sebagai Wujud Implementasi Pemajuan Kebudayaan

Minggu, 23 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste