CIAMIS, deJurnal – Sebuah inovasi sederhana namun sarat makna lahir di SMP Negeri 4 Ciamis. Berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan de-Sille Barbershop Goes To School menghadirkan program potong rambut bertajuk “Siswa untuk Siswa”, sebuah gerakan sosial yang memadukan pembinaan kedisiplinan dengan semangat gotong royong di kalangan pelajar. Jumat (24/07/2026)
Melalui program tersebut, siswa diajak tampil rapi dengan model rambut sesuai ketentuan sekolah. Di balik layanan potong rambut tersebut tersimpan nilai kepedulian, di mana biaya yang dibayarkan oleh siswa yang mampu akan dihimpun untuk membantu teman-temannya yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat memperoleh layanan potong rambut tanpa dipungut biaya.
Kepala SMP Negeri 4 Ciamis, Memet Priadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kami bukan sekadar merapikan rambut siswa, tetapi membentuk karakter mereka. Anak-anak kami ajarkan pentingnya disiplin melalui penampilan yang rapi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap teman-temannya. Program ini menjadi ruang belajar tentang empati dan gotong royong,” ujarnya
Menurut Memet, sekolah ingin mengubah pandangan bahwa potong rambut di sekolah identik dengan hukuman. Sebaliknya, kegiatan tersebut dikemas menjadi gerakan positif yang melibatkan seluruh warga sekolah.
“Ini bukan kegiatan yang bersifat menghukum. Kami ingin anak-anak merasa bahwa menjaga kerapian merupakan kebutuhan dan bagian dari karakter. Di sisi lain, mereka juga belajar bahwa teman yang memiliki rezeki lebih bisa membantu teman yang membutuhkan,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh siswa tetap memperoleh model rambut yang sama sesuai aturan sekolah sehingga tidak ada perbedaan perlakuan di antara mereka. Semangat yang dibangun adalah kebersamaan dan saling mendukung.
“Konsepnya sederhana, dari siswa untuk siswa. Yang mampu membantu yang membutuhkan. Dengan cara ini kami berharap tidak ada siswa yang terkendala untuk memenuhi aturan sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi,” tambahnya.
Ke depan, Memet berharap program “Siswa untuk Siswa” dapat dilaksanakan secara rutin dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Ciamis.
Tidak hanya membangun budaya disiplin, gerakan tersebut juga menjadi media untuk menanamkan nilai empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, AKS., M.M., menilai kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan pelaku usaha merupakan bentuk inovasi pelayanan sosial yang patut dikembangkan.
“Pelayanan sosial tidak selalu identik dengan bantuan tunai atau bantuan barang. Membangun budaya saling peduli juga merupakan bagian dari pelayanan sosial. Program seperti ini mengajarkan nilai kemanusiaan kepada anak-anak sejak dini,” kata Ihsan.
Menurutnya, Dinas Sosial terus mendorong lahirnya kolaborasi yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadiran de-Sille Barbershop sebagai mitra juga menjadi contoh bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam pembangunan sosial melalui keahlian yang dimiliki.
Dalam pelaksanaannya, barber profesional dari de-Sille Barbershop memberikan layanan potong rambut kepada para siswa dengan model yang telah disepakati bersama pihak sekolah. Kegiatan berlangsung tertib dan disambut antusias oleh para peserta.
Selain membantu siswa tampil lebih rapi, program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban orang tua, khususnya bagi keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi.
Melalui mekanisme gotong royong, seluruh siswa tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan.
Kolaborasi antara SMP Negeri 4 Ciamis, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, dan de-Sille Barbershop membuktikan bahwa langkah sederhana dapat menghadirkan dampak besar.
Potong rambut bukan lagi sekadar soal penampilan, melainkan menjadi gerakan peduli sesama yang memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. (Nay Sunarti)
















