Dejurnal.com, Bekasi – Kontingen Kabupaten Garut kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang kompetisi olahraga tingkat provinsi. Kali ini, medali emas berhasil dipersembahkan atlet Muay Thai putri, Putri Yaasin Sastrianie, setelah tampil gemilang dan menaklukkan atlet Kontingen Kabupaten Bogor pada partai final kelas 54 kilogram putri di GOR Basket Kota Bekasi, Sabtu (7/11/2026).
Kemenangan tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi kontingen Garut dalam perburuan medali. Putri menunjukkan semangat juang, keberanian, serta kedisiplinan tinggi sepanjang pertandingan hingga akhirnya berhasil memastikan dirinya berdiri di posisi tertinggi podium.
Keberhasilan Putri bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Garut di tengah persaingan ketat antarkontingen. Medali emas tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan atlet daerah mampu melahirkan talenta berprestasi yang dapat bersaing di tingkat lebih tinggi.
Pertandingan final itu turut disaksikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Garut tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus perhatian pemerintah daerah terhadap perjuangan para atlet yang sedang berlaga.
Bupati Garut mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi atas pencapaian Putri. Ia menilai kemenangan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta kesungguhan atlet dalam menjalani proses latihan dan pertandingan.
“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Garut mendapat tambah satu medali emas dari cabor Muay Thai bersama ananda Putri, yang tadi saya melihat secara langsung begitu gigih dan begitu disiplin dalam menyerang lawannya. Tapi yang pasti bahwa kita mendapatkan medali emas, selamat ya buat Putri,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Dengan tambahan emas dari cabang olahraga Muay Thai, sementara ini Kontingen Kabupaten Garut telah mengumpulkan 2 medali emas, 5 medali perak, dan 9 medali perunggu. Sebelumnya, satu medali emas lainnya berhasil diraih melalui cabang olahraga berkuda.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Garut untuk terus meningkatkan daya saing dalam kompetisi olahraga. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat terus memperkuat pembinaan, memperhatikan kebutuhan atlet, serta meningkatkan kualitas pelatih dan sarana olahraga agar prestasi yang diraih tidak berhenti pada satu momentum kejuaraan.
Bonus Atlet dan Persiapan Menuju Tuan Rumah 2030
Di balik keberhasilan meraih medali, Bupati Garut juga menyoroti pentingnya persiapan jangka panjang. Menurutnya, prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan, melainkan membutuhkan perencanaan, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, pengurus cabang olahraga, pelatih hingga atlet.

Terlebih, Kabupaten Garut memiliki target besar untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga pada 2030. Karena itu, momentum kompetisi saat ini harus dijadikan bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk mempersiapkan atlet yang lebih kompetitif.
“Juga buat pimpinan cabor. Terima kasih, semoga kita nyiapin diri buat 2030, kita jadi tuan rumah, semoga nanti medalinya lebih banyak. Sukses ya,” lanjutnya.
Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk memberikan penghargaan berupa bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali. Besaran bonus tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, dengan komitmen nilainya lebih besar dibandingkan penghargaan pada tahun sebelumnya.
“Saya sampaikan bahwa kita akan memberikan penghargaan bonus kepada pemenang medali itu, sesuai dengan kemampuan kita, tapi lebih besar daripada tahun kemarin,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap pengorbanan dan perjuangan atlet yang telah membawa harum nama Garut. Namun, penghargaan terhadap atlet diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui bonus, tetapi juga melalui jaminan pembinaan, peningkatan fasilitas latihan, pendampingan prestasi, serta kesempatan mengikuti kejuaraan yang lebih tinggi.
Putri Terharu, Berharap Bisa Melangkah ke PON
Sementara itu, Putri Yaasin Sastrianie tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan dan rasa harunya setelah berhasil meraih medali emas. Ia mengaku tidak menyangka perjuangan panjang selama menjalani latihan akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.
Menurut Putri, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan prestasi di masa mendatang.
“Perasaannya sangat senang dan tidak menyangka ya. Dari latihan-latihan yang saya lakukan, saya tidak menyangka bisa sampai seperti ini, dapat medali emas. Dan akan mengikuti untuk PON, saya sangat tidak menyangka dan sangat terharu. Mohon doanya,” ungkap Putri.
Harapan Putri untuk dapat melangkah ke Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai atlet Muay Thai. Kesempatan tersebut tentu membutuhkan persiapan lebih matang, konsistensi latihan, serta dukungan dari berbagai pihak.
Prestasi Putri sekaligus menjadi pesan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah dapat mengantarkan atlet daerah meraih pencapaian tertinggi.
Kini, tambahan medali emas dari Muay Thai bukan sekadar angka dalam klasemen perolehan medali. Lebih dari itu, kemenangan Putri menjadi kebanggaan masyarakat Garut sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk terus membangun pembinaan atlet yang lebih serius, terarah, dan berkelanjutan demi mewujudkan target prestasi yang lebih besar pada 2030.***Willyesha
















