Jumat, 19 April 2024
BerandadeNewsJual LKS dan Batik Jadi Ajang Bisnis Sekolah? Kadisdikpora Karawang : Kami...

Jual LKS dan Batik Jadi Ajang Bisnis Sekolah? Kadisdikpora Karawang : Kami Sudah Larang

Dejurnal.com, Karawang – Wajib belajar Pendidikan Dasar (WajarDikdas) Sembilan Tahun tingkat SD hingga SMP yang di dengungkan Gratis, dirasakan Warga Karawang hanya angin sorga.
Pada kenyataanya masih marak sejumlah biaya yang harus dikeluarkan. Diantaranya pembelian buku Lembar Kerja Siswa(LKS) yang diwajibkan pihak Sekolah serta pembelian seragam batik demgan harga yang cukup mahal.

Hal tersebut sontak, menjadi keluhan Orang Tua Siswa serta sorotan tajam termasuk Salah seorang Anggota Legeslatif, Endang Sodiqin angkat bicara. Menurut Endang tidak ada pembenaran pihak Sekolah mewajikan Siswa membeli LKS.

“Aturan mana yang mewajibkan Siswa membeli LKS, apalagi dijual di Sekolah. Pembuatan LKS itu tugas nya Guru. Jangan dijadikan alat berbisnis. Begitu juga dengan program penggunaan Batik Karawang, harga yang dikenakan yang rasional. Banyak informasi dari keluhan Orang Tua Siswa pembelian baju batik yang dibandrol Sekolah mencapai Rp.130.000, padahal dari pihak perusahan pengadaanya cuma Rp.50.000. Jelas itu jadi komuditas bisnis Sekolah. Kami akan lakukan penegasan kepada Disdikpora,” Tegas nya kepada Wartawan beberapa waktu lalu.

Dilain pihak Kepala Disdikpora Karawang, Dadan Sugardan, saat ditemui disela acara penyambutan Tahun Baru Hijriyah, Sabtu (30/08/2019).

Terkait hal itu Dadan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya larangan pihak Sekolah menjual LKS dan buku pegangan Siswa.

“Kami sudah layangkan surat edaran kepada tiap Sekolah untuk tidak menjual LKS dan buku pegangan Siswa di Sekolah. Karena itu melanggar aturan,” Tegas Dadan.

Menurut Dadan, Buku pegangan Siswa diberikan Gratis karena sudah disubsidi pemerintah.

“Buku pegangan Siswa diberikan secara gratis karena sudah disubsidi melalui Dana BOS. Adapun LKS jika Siswa butuh dan.mampu membeli, bisa dibeli ditoko buiku pihak Sekolah dilarang menjual,” Imbuh Dadang.

Ironisnya meskipun sudah adanya aturan dan ditegaskan, ternyata masih marak praktik jual LKS yang dilakukan pihak sekolah. Dengan siasat siswa di arahkan membeli LKS pada Toko Buku yang sudah kerjasama dengan Pihak Sekolah serta sudah berkomitmen memberikan Rabat/fee. ***Rif/Her

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI