CIAMIS, deJurnal,- CEO PSGC Ciamis yang juga Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membeberkan sejumlah perubahan regulasi pada kompetisi Liga 2 musim 2026 yang dinilai jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu.
Menurut Herdiat, salah satu aturan baru yang paling terasa bagi klub peserta adalah kewajiban menyediakan dana deposit sebagai bentuk jaminan profesionalitas klub selama kompetisi berlangsung.
Ia mengatakan, pada musim-musim sebelumnya saat PSGC tampil di Liga 2 sekitar tujuh hingga delapan tahun lalu, kewajiban tersebut belum diberlakukan.
“Sekarang berbeda dengan tujuh atau delapan tahun lalu ketika PSGC bermain di Liga 2. Dulu tidak ada kewajiban deposit, sekarang harus ada deposit sebagai penjamin,” ujar Herdiat Jumat (22/06/2026)
Herdiat menjelaskan, dana deposit tersebut nantinya akan digunakan apabila klub terlambat memenuhi kewajiban terhadap pihak lain, mulai dari pembayaran gaji pemain, hotel, katering hingga kebutuhan operasional lainnya.
“Kalau ada keterlambatan bayar gaji pemain, hotel, katering atau kewajiban lain yang merugikan pihak lain, nanti langsung dipotong dari deposit tersebut,” katanya.
Meski regulasi baru itu dinilai cukup berat, Herdiat memastikan PSGC Ciamis telah memenuhi kebutuhan deposit berkat dukungan sponsor yang sudah masuk membantu manajemen klub.
“Alhamdulillah untuk deposit sudah sepenuhnya dibantu sponsor,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui tantangan terbesar PSGC musim ini bukan hanya soal deposit. Biaya operasional selama mengikuti kompetisi Liga 2 disebut meningkat cukup signifikan.
Mulai dari kebutuhan kontrak pemain, akomodasi hotel, konsumsi harian, transportasi hingga operasional pertandingan tandang harus dipersiapkan secara matang oleh manajemen.
“Operasional Liga 2 sekarang luar biasa besar. Pertandingan away, hotel, konsumsi pemain sehari-hari dan kebutuhan lainnya harus benar-benar disiapkan,” ujarnya.
Herdiat mengaku belum bisa mempersentasikan secara detail total kebutuhan anggaran PSGC musim ini.
Namun ia berharap dukungan sponsor dan berbagai pihak dapat terus membantu keberlangsungan klub kebanggaan masyarakat Ciamis tersebut.
Selain membahas kesiapan menghadapi Liga 2, Herdiat juga menyinggung komunikasi yang terjalin antara PSGC dan Persib Bandung.
Menurutnya, hubungan tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Ciamis, terutama dalam pembinaan pemain muda.
“Kita merasa terbantu. Salah satu syarat yang tetap harus dijalankan adalah pembinaan pemain muda harus berjalan dengan baik,” katanya.
Bahkan, Herdiat mengungkapkan adanya rencana pembukaan akademi sepak bola oleh Persib Bandung di Ciamis.
Ia menilai langkah tersebut menjadi kemajuan besar bagi sepak bola daerah sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit pemain muda potensial dari Kabupaten Ciamis.
“Insyaallah Persib akan membuka akademi sepak bola di Ciamis. Ini tentu menjadi langkah kemajuan yang luar biasa,” ujarnya.
Dengan regulasi yang semakin ketat dan kebutuhan operasional yang terus meningkat, Herdiat berharap PSGC tetap mampu bersaing di Liga 2 musim 2026 sekaligus menjadi wadah pembinaan sepak bola daerah yang profesional dan berkelanjutan. (Nay Sunarti)















