• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Januari 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Metoda SCAT, Untuk Investigasi Kecelakaan Kerja di Industri Pengecoran Logam

bydejurnalcom
Senin, 14 Oktober 2019
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com – Bandung

Industri pengecoran logam terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi – teknologi terbaru yang mampu menghasilkan kualitas yang baik dengan harga yang kompetitif. Negara – negara maju memanfaatkan teknologi tersebut sehinggu industri pengecoran logamnya menghasilkan produk – produk yang menguasasi pasar dunia. Di Indonesia pun industri pengecoran logam ini terus berkembang dan semakin memberi harapan baru bagi Indonesia untuk tampil sebagai negara industri berbasis pada kemandirian dan keunggulan produk – produk industri dalam negerinya ysng bermuara pada sejauhmana penguasaan industri dalam negeri ini pada industri pengecoran logam itu sendiri.

BacaJuga :

Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet

Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih

27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis

Dilihat dari sejarah, sebenarnya teknologi pengecoran itu sudah berlangsung cukup lama. Sekitar 500 tahun yang lalu manusia sudah mengenalnya, meskipun masih terbatas pada produk – produk patung, perkakas, senjata dan perhiasan dari bahan perunggu. Dalam perkembangannya produk indutri pengecoran logam ini terus berkembang dengan varian produk yang sangat bervariatif, seperti besi cor, baja cor, aluminium, magnesium, perunggu, kuningan, nikel, chrom, niob, tantal, titan, timah hitam, timah putih dan seng. Dalam prakteknya produk – produk tersebut banyak yang berupa paduan untuk meningkatkan karakteristik material yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada kesempatan ini, media mewawancarai seorang ahli pengecoran logam lulusan Politeknik Manufaktur Bandung (dulu Politeknik Mekanik Swiss – ITB) dan juga sebagai Certified Investigator bidang Kecelakaan Kerja Dede Farhan Aulawi yang ditemui sesaat setelah melakukan investigasi kecelakaan kerja di salah satu industri pengecoran logam terbesar di Sumatera, Minggu (14/10). Dede mengatakan bahwa kecelakaan kerja bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, namun demikian kecelakaan kerja pada prinsipnya bisa dicegah. Untuk itulah dibutuhkan komitmen dari pimpinan puncak agar peduli dan memiliki perhatian yang besar terhadap berbagai upaya untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Komitmen ini harus tertuang secara tertulis dalam bentuk Kebijakan Keselamatan (safety policy) dan ditandatangani oleh pimpinan puncak serta dipajang di tempat yang mudah terbaca oleh banyak orang. Di samping itu juga harus ada sosialisasi kepada seluruh karyawannya. Ujar Dede.

“ Tentu tidak cukup hanya dengan itu, tetapi juga harus membuat sebuah sistem yang disebut dengan Sistem Manajemen K3 atau Safety Management System. Hal ini baik untuk memenuhi ketentuan perundangan yang mengatur tentang perlindungan dan keselamatan tenaga kerja, juga bagian dari salah satu persyaratan internasional yang mensyaratkan harus dipenuhinya ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan safety “, ungkap Dede.

Selanjutnya Dede juga mengatakan bahwa investigasi kecelakaan harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan dengan maksud agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Investigasi ini merupakan suatu cara untuk mencari data dan fakta yang berhubungan dengan kecelakaan kerja yang mengakibatkan personnal injury dan/atau property damage. Namun demikian, satu hal lagi yang perlu ditekankan bahwa investigasi kecelakaan kerja tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, tetapi harus dilakukan oleh ahlinya yang sudah terlatih dan terdidik mengenai bagaimana cara melakukan investigasi kecelakaan kerja. Jika dilakukan oleh orang yang tidak terlatih, maka hasil investigasinya bisa diragukan.

Adapun metode yang biasa dipakai dalam melakukan investigasi kecelakaan kerja, salah satunya adalah Metode Systematic Cause Analysis Technique (SCAT). Metode ini dikembangkan oleh International Loss Control Institute (ILCI) yang digunakan untuk menyelidiki dan mengevaluasi kecelakaan kerja. Keuntungan menggunakan metode ini adalah (1) Metode yang sederhana, (2) Menganalisis dan mengevaluasi penyebab kecelakaan, (3) Mengembangkan efektivitas pengendalian kecelakaan, dan (4) Menjadi reminder akan penyebab dan pengendalian terhadap kecelakaan. Ungkap investigator kecelakaan kerja jebolan Belanda ini sambil menutup perbincangan ringan di sore hari.***

@tarybud

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Masyarakat Desa Suci Pertanyakan Kepastian Hukum Ruislag Tanah Carik

Next Post

Camat Majalaya Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

Related Posts

Pedagang Lokasana Pertanyakan Data Dishub, Klaim 299 Pengunjung Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan
deNews

Pedagang Lokasana Pertanyakan Data Dishub, Klaim 299 Pengunjung Dinilai Tak Sesuai Fakta Lapangan

Senin, 5 Januari 2026
Kontroversi Gate Parkir Taman Lokasana, Dishub Ciamis Janji Evaluasi dan Cari Solusi Bersama Pedagang
deNews

Kontroversi Gate Parkir Taman Lokasana, Dishub Ciamis Janji Evaluasi dan Cari Solusi Bersama Pedagang

Senin, 5 Januari 2026
Budaya

Dalang Khanha Giri Harja 2 Putu di Bulan Perdana 2026 Baru Punya Tiga Agenda Manggung

Senin, 5 Januari 2026
Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet
deNews

Meriahkan Kebersamaan Syukuran Hajat Lembur ‘Sayuran Sauyunan’ di Desa Girimulya Kecamatan Pacet

Senin, 5 Januari 2026
Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih
deNews

Alusmanis 75 Rayakan 50 Tahun dengan Aksi Nyata Tanam Pohon di Bantaran Sungai Cipalih

Minggu, 4 Januari 2026
27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis
GerbangDesa

27 Desa dan Kelurahan Ciamis Dapatkan Stimulus Anugerah Sri Baduga 2025, PPDI Apresiasi dengan Catatan Kritis

Minggu, 4 Januari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

1.571 PPPK Dilantik, 10 Orang Berkantor di DPMD Kabupaten Garut

Rabu, 16 April 2025

BAZNAS Kabupaten Bandung dan Brader Gercep Turun Tangan Terapkan Sedekah Cahaya di Pangalengan

Rabu, 30 April 2025

Suplai Air PDAM Tirta Raharja Terganggu Akibat Perbaikan Pipa Jebol

Kamis, 22 Oktober 2020

Kapolres Purwakarta Berikan Bingkisan Paket Lebaran Kepada Personelnya

Senin, 18 Mei 2020

FPPG Tuding Ada Oknum TKSK Bermain Di Program BPNT, Dinsos Harus Berani Berhentikan

Kamis, 9 Juli 2020

GNPK RI Nilai Disdik Garut Tak Profesional Kelola DAK 2020, Terindikasi Mal Administrasi

Selasa, 27 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste