• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in OpiniKita

Rematch Ipong VS Sugiri Dalam Pilkada Ponorogo, Siapa Pemenang?

bydejurnalcom
Senin, 24 Agustus 2020
Reading Time: 3 mins read
Rematch  Ipong VS Sugiri Dalam Pilkada Ponorogo, Siapa Pemenang?
ShareTweetSend

Oleh : Agus Darmawan *)

ULASAN akan menjadi menarik seandainya benar benar akan terjadi tanding ulang antara Ipong melawan Sugiri dalam Pilkada Ponorogo tahun 2020. Melihat opini yang berkembang dan melihat dinamika yang ada di masyarakat sangat dimungkinkan akan terjadi head to head antara Ipong vs Sugiri dalam kontestasi kali ini. Pergerakan dari masing masing pendukung sudah mulai nampak mulai dari pemasangan baliho utk sosialisasi perang opini di media dan sebagainya. Pertanyaan yang muncul adalah : Siapa yg akan diuntungkan dalam kontestasi pilkada tahun ini?

Dalam ulasan ini terkait rekom syarat pendaftaran yang masih debatable untuk sementara dikesampingkan, diasumsikan bahwa keduanya sudah mendapat rekom. Demikian juga masalah calon wakil belum dimasukkan perhitungan karena Incumbent belum pasti siapa wakilnya sementara Sugiri sudah jelas wakilnya yaitu Lisdyarita sehingga untuk wakil sementara belum bisa di analisa apple to apple.

BacaJuga :

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekda Sukabumi Targetkan Masuk 20 Besar Nasional

Dengan menggunakan analisa SWOT yaitu dengan melihat Kekuatan, Kelemahan, Kendala dan Peluang dari masing masing calon, minimal akan dapat terpotret peluang dari masing masing calon.

Dari sisi Petahana keunggulannya adalah mempunyai sumber daya yang besar dan itu sangat wajar karena memang sudah menjadi bupati selama satu periode. Tentu dari sisi popularitas pasti sudah dikenal namanya oleh masyarakat luas, mesin politik tentu sudah disiapkan jauh jauh hari, politik anggaran dan anggaran politik tentu saja incumbent sudah punya investasi politik.

Kelemahan Petahana

Incumbent tentunya sekaligus mempunyai tantangan yang tidak ringan. Pasti kinerja pemerintahannya yang hampir 5 tahun ini menjadi pertaruhan dalam menghadapi pilkada ini. Terutama kebijakan yang tidak populis dan menimbulkan pro kontra dimasyarakat seperti hiruk pikuk urusan relokasi pasar, pembangunan pagar disepanjang barat pasar legi, dan kebijakan yang tidak populis lainnya kadang bisa menjadi persoalan tersendiri dalam sebuah kontestasi Pilkada. Dalam studi kasus pelaksanaan pilkada sumberdaya yang kuat dari Incumbent terkadang menjadi tidak berdaya jika kinerja pemerintahannya diapresiasi negatif oleh masyarakat.

Dalam teory survey yg perlu diukur pertama dari petahana adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinannya. Minimal tingkat kepuasan adalah 60%. Jika angkanya kurang dari 60 % secara teory akan mudah dikalahkan karena posisinya sebagai incumbent. Kalau lebih dari 70% juga akan sulit dikalahkan. Kendala l yang dihadapi seorang incumbent adalah situasi dimana sudah menjadi kebiasan jika pelaksanaan pulkada sudah dekat biasanya memory publik akanmengingat kembali janji janji, program kerja, slogan slogan yg disampaikan kepada masyarakat pada saat kampanye dulu. Sebagai contoh: misalnya janji pemberian dana pembangunan desa 300 Juta perdesa pertahun sudah terpenuhi atau belum? Terkait kontrak politik yang pernah dibuat yang dituangkan dalam perjanjian bermaterai Rp 6.000,00 yang pernah ditanda tangani incumbent sebagai calon bupati saat itu dan perwakilan masyarakat hampir di seluruh desa di Ponorogo apakah sudah terealisasi apa belum?

Belum lagi terkait Slogan Emoh Korupsi Emoh Ngapusi sebagai jargon yangg menarik simpati masa pada waktu itu. Boleh jadi masyarakat akan mengingat kembali tentunya masyarakat akan menilai dan mengaitkan dengan pelaksanaan program proyek pemerintah Daerah. Apakah pelaksanaannya sudah dilaksanakan dengan prosedur yg benar atau belum? Transparan apa tidak? Tentu masih banyak program yang menjadi penilaian dan perbincangan masyarakat.

Tentang Bantuan siswa miskin, bantuan baju batik untuk murid sekolah dari Pemkab Ponorogo sudahkah dilaksanakan dengan baik sesuai aturan apa belum? Sudah wajar dan lumrah bila masyarakat memberikan penilaian karena Incumbent sudah memerintah hampir satu periode.

Dari sisi Penantang

Munculnya figur Sugiri Sancoko jilid 2 ini cukup menghentak publik. Di tengah merebaknya isu wacana dan opini yang berkembang terkait pilkada Ponorogo akan diikuti calon tunggal yaitu petahana. Secara mengejutkan tampil Sugiri Sancoko yang menjadi Antitesa dari Petahana. Tampil sebagai simbol perlawanan bagi masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja Petahana. Dalam teory politik, orang yang tidak puas terhadap petahana cenderung tidak memilih Incumbent. Tetapi akan punya kecenderungan untuk memberikan suaranya kepada calon lain pada saat coblosan. Inilah mungkin termasuk salah satu kelebihan sang penantang tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Masa aksi dan mobilitas yang tinggi dari pendukungnya akan menjadi bola salju yg makin hari makin kuat, menjadi magnet dan idola baru di tengah tengah masyarakat.

Kelemahan Penantang

Jadwal Waktu yang mepet terkait tahapan pilkada menjadi kelemahan Penantang untuk sosialisasi dalam rangka meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Kendala yang dihadapi mungkin juga karena dalam suasana pandemi covid 19 tentu ada kendala untuk sosialisasi yang menjangkau 307 desa dan kecamatan. Tentu perlu kerja keras dari seluruh elemen tim pemenangan Sugiri Sancoko untuk memenangkan jagonya. Kontestasi baru akan dimulai. Terlalu prematur untuk menilai siapa yang lebih berpeluang, karena politik itu sangat dinamis. Saat ini pun tahapannya baru mencari tiket syarat pendaftaran.

So jangan terlalu tegang santuy saja. Saya kira itu saja ulasan tentang pilkada kali ini, mudah mudahan bermanfaat, saling belajar politik dan berdemokrasi. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan dan mohon koreksinya.. Ini hanya ulasan umum yang masih jauh dari sempurna belum memperhitungkan variabel variabel yang mempengaruhi anggap saja ini perkiraan, prediksi atau apa sajalah namanya yang jelas manusia tempatnya kesalahan, kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Kekuasaan juga demikian adanya semua pasti sudah ada dalam genggaman suratan takdir Allah SWT. Yang terpenting tingkatkan Istighfar, Sholawat Nabi, tingkatkan kualitas ibadah, rasa syukur dan silaturami kita.Percayalah pada saatnya nanti Allah SWT pasti akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin kita. Jadi Bupati kitaTerakhir mari kita ciptakan Pilkada di Bumi Reog yg sama sama kita cintai ini dalam suasana yang sejuk dan gembira.Lereng Wilis akhir Agustus 2020. (***)

*) Penulis Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, berdomisili di Desa Pulung Kecamatan Pulung, Ponorogo

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Siang Ini DPRD Karawang Rapat Paripurna LKPJ 2016-2021 Digelar

Next Post

Satres Narkoba Polres Garut Ungkap Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu-Sabu dan Ganja Kering

Related Posts

Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami
deNews

Pentas PAI SD Ciamis 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa Tampilkan Bakat Islami

Sabtu, 9 Mei 2026
Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar
deNews

Hanya 6 Hari Latihan, Paduan Suara PGRI Ciamis Tembus Final Jabar

Sabtu, 9 Mei 2026
TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik
deNews

TPK Cihaurbeuti Raih Juara 1 Lomba Paduan Suara Tingkat Jabar, Bawa Pulang Hadiah Motor Listrik

Sabtu, 9 Mei 2026
Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban
Hukum dan Kriminal

Kang Rey Dorong Payung Hukum Tegas untuk Percepat Pembangunan Tol Akses Patimban

Jumat, 8 Mei 2026
Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional
Nasional

Sistem Kearsipan Purwakarta Salah satu Nominator Simpul Jaringan terbaik Nasional

Jumat, 8 Mei 2026
Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekda Sukabumi Targetkan Masuk 20 Besar Nasional
deNews

Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekda Sukabumi Targetkan Masuk 20 Besar Nasional

Jumat, 8 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Garut Gaduh! Ada Isu Makam Raden Tumenggung Ardikusumah Digali, Ini Fakta Sebenarnya

Senin, 14 Agustus 2023

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Bupati Garut : Besok, 760 TPS Siap Gelar Pilkades Serentak 2023

Minggu, 14 Mei 2023

MPPKG Desak DPRD Garut Bentuk Pansus Guna Telisik Pengangkatan DPKG

Selasa, 11 Maret 2025

385 Desa di Garut Telah Terima Dana Desa Tahap 1, Tercepat di Jawa Barat

Rabu, 2 April 2025

Polsek Subang Tingkatkan Kesadaran Warga Pakai Masker Melalui Ops Yustisi

Selasa, 20 Oktober 2020

Bupati Sukabumi Lantik 78 Orang PPPK Paruh Waktu

Jumat, 5 Desember 2025

Peringati Hut TNI ke -75, Kodim 0611 Garut Laksanakan Bhakti Sosial Donor Darah

Kamis, 1 Oktober 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste