• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Februari 24, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Regional

Ada Dugaan Pemotongan Anggaran Dalam Program Pisew Di Kabupaten Cianjur?

bydejurnalcom
Senin, 14 September 2020
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Cianjur – Beberapa pelaksana Program Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (Pisew) yaitu Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) di Kabupaten Cianjur tidak menampik kondisi adanya beberapa pihak yang merongrong dalam kelancaran program Pisew sehingga membuat tidak nyaman. Rongrongan yang terjadi berupa saling klaim usulan program sampai kepada adanya pemotongan anggaran yang sangat besar dari pihak yang mengaku pengusung.

Pisew sendiri diketahui sebagai program dari Kementerian PUPR untuk meningkatkan infrastruktur yang mengkoneksikan beberapa desa. Diketahui dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 167/KPTS/M/2020, 26 kecamatan di Kabupaten Cianjur mendapatkan anggaran Pisew masing-masing Rp 600 juta.

Hasil penelususaran dejurnal.com ke beberapa BKAD yang menerima sekaligus menjadi pelaksana Pisew di Kabupaten Cianjur tak mengelak dengan kondisi adanya pemotongan anggaran dalam program Pisew, kendati juga tak mau gamblang menjelaskan adanya pemotongan tersebut.

BacaJuga :

Tim Gabungan Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal di Cianjur

DPRD Kabupaten Cianjur Dukung Rencana Pendirian Sekolah Rakyat

Cuaca Ekstrim, Disparbud Cianjur Larang Wisatawan Berenang di Pantai Selatan

Salah satu Sekretaris BKAD di salah satu kecamatan daerah Cianjur bagian utara berinisial Ded ini mengakui adanya potongan tersebut, bahkan ia mengeluh dengan adanya pemotongan dana dalam program Pisew sehingga dalam mengerjakannya sedikit tersendat.

“Jujur, kami merasa bingung dengan kondisional ini, karena anggaran yang dipotongnya cukup besar,” ungkapnya.

Ded enggan menyebutkan secara gamblang pihak yang memotong anggaran, namun yang pasti dirinya dan pengurus BKAD yang lain sampai bingung menghadapi hal ini.

Hal senada diungkapkan Ustad TT yang menjadi Sekretaris BKAD di belahan Cianjur bagian selatan yang merasa terjebak dengan program Pisew ini. Pasalnya, pemikiran awal melaksanakan program Pisew ini bisa ikut membangun secara baik, namun ternyata malah jadi bumerang.

“Fokus kita selaku BKAD ya akhirnya melaksanakan Pisew ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Kendati tidak mengiyakan atas adanya potongan Pisew, namun Ustad TT pun enggan mentidakan akan adanya hal itu.

“Saya tak bisa menjawab untuk mengiyakan atau mentidakkan, tapi saya tak menampik jika ada riak dalam pengerjaan program Pisew, silahkan terjemahkan sendiri,” ujarnya.

Hal yang lebih tandas dinyatakan oleh salah satu pengurus BKAD di bagian timur Cianjur, berinisial Ude yang justru merasa terbebani secara moral dengan adanya Pisew yang saat ini sedang dilaksanakan.

“Kami sebagai pelaksana dilapangan sangat bingung dan tertekan dengan program ini, bagaimana tidak tertekan program ini ibarat buah simalakama diambil salah, tidak diambil juga salah,” ujarnya saat ditemui dejurnal.com di kediamannya, Minggu (13/09/2020).

Ude mengungkapkan bahwa adanya komitmen dana yang diminta beberapa pihak, bisik-bisiknya sudah ada ketika pelaksanaan Bimtek di Bukit Dano.

“Di sini beban kami dalam melaksanakan program ini sangat berat, di sisi lain kami harus bekerja sesuai juklak juknis dengan tidak mengabaikan kualitas dan kuantitas fisik pekerjaan, sementara di sisi anggaran Pisew itu sendiri banyak kebocoran di sana sini,” tuturnya.

Ude pun sepakat jika persoalan kebocoran anggaran Pisew ini dibuka agar masyarakat tahu kedalamannya, karena secara moral pihak BKAD terbebani, satu sisi menginginkan hasil yang maksimal tapi masyarakat tidak tahu dalaman Pisew ini seperti apa.

“Secara pribadi, saya akan sampaikan kepada pengurus BKAD se Kabupaten Cianjur nanti dalam evaluasi, karena kami pun tidak ingin program Pisew ini menjadi bumerang kepada kami di kemudian hari,” pungkasnya.***Tim/Inv/Dj

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Cianjur
Previous Post

Pemkab Karawang Siapkan Aplikasi E-Dukcapil, Untuk Permudah Urus Dokumen

Next Post

Pemkab Ponorogo Terus Gali Bibit Muda Pemain Sepakbola

Related Posts

deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
BAZNAS Bantu Warga dari Bogor dan Cianjur, Terdampar di Alun-alun Ciamis
deHumaniti

BAZNAS Bantu Warga dari Bogor dan Cianjur, Terdampar di Alun-alun Ciamis

Kamis, 1 Mei 2025
Cianjur Luncurkan Pepeling : Bayar PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor di Satu Lokasi
deNews

Cianjur Luncurkan Pepeling : Bayar PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor di Satu Lokasi

Selasa, 29 April 2025
Tim Gabungan Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal di Cianjur
Regional

Tim Gabungan Pemprov Jabar Tutup Tambang Ilegal di Cianjur

Jumat, 18 April 2025
DPRD Kabupaten Cianjur Dukung Rencana Pendirian Sekolah Rakyat
Parlementaria

DPRD Kabupaten Cianjur Dukung Rencana Pendirian Sekolah Rakyat

Selasa, 8 April 2025
Cuaca Ekstrim, Disparbud Cianjur Larang Wisatawan Berenang di Pantai Selatan
deNews

Cuaca Ekstrim, Disparbud Cianjur Larang Wisatawan Berenang di Pantai Selatan

Selasa, 1 April 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

KabarDaerah

Pemkab Purwakarta Segera Diperbaiki Jalan Berlubang Arah Maracang

Sabtu, 8 Maret 2025

Kontroversi Video Penolakan Bansos, Kades Bako : Sebenarnya Menerima Tapi Dengan Syarat

Selasa, 5 Mei 2020

Legislator H. Uya Mulyana Tegaskan Insentif Guru Ngaji Tidak dari Motong Gaji ASN

Kamis, 2 Desember 2021

Lima Agenda Strategis PPDI Garut Segera Dikonsultasikan Kepada Pemda : Terobosan Untuk Dilibatkan Dalam Proses Perumusan Kebijakan Daerah

Jumat, 4 Juli 2025
Aktifis Garut, Rawink Rantik. (Foto : Istimewa)

Aktivis Rawink Soroti Kebijakan Bupati Garut Terkait Penataan PKL

Kamis, 7 Oktober 2021

Warga Mengeluh, Peternakan Sapi Tanpa Izin Dibiarkan Tetap Beroperasi

Kamis, 7 Mei 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste