• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Januari 15, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in Budaya

Itang Wismana : Ngarumat Benda Pusaka di Bumi Alit Kabuyutan Hakikatnya Mencuci Diri

bydejurnalcom
Jumat, 30 Oktober 2020
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Bandung – Setiap tanggal 12 Mulud benda pusaka peninggalan nenek moyang dahulu yang tersimpan di situs Bumi Alit Kabuyutan Lebakwangi Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung dicuci.
Ritual pencucian benda pusaka seperti keris, gobang, skin, badik, kujang, tombak, dan lain sebagainya tu dinamakan Ngarumat Benda Pusaka atau Ngebakeun.

Ngarumat Benda Pusaka sudah menjadi tradisi masyarakat setempat atau seuweu siwi Lebakwangi Batukarut yang sudah lana dilakukan turun temurun sekaligus sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Menurut Itang Wismana, salah satu ais pangampih Sasaka Waruga Pusaka, lembaga yang memelihara situs Bumi Alit Kabuyutan, Ngarumat Benda Pusaka pada hakekatnya mencuci diri.

BacaJuga :

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

“Keris, kujang, gobamg dan benda pusaka lainnya dibuat manusia, bahannya dari.besi yang hakikatnua ciptaan Tuhan, harus dibersihkan. Sama seperti manusia ciptaan Tuhan harus bersih,” ujarnya.

Selain benda pusaka berupa perkakas senjata yang dirumat di setiap tanggal 12 Mulud, gamelan Goong Renteng Embah Bandong yang diyakini sebagai gamelan yang sudah ada sejak abad 16 dan memiliki laras tersendiri juga dirumat. Namun pencucian Goong Renteng Embah Bandong ini terpisah di luar Bumi Alit Kabuyutan. Sedangkan benda pusaka senjata dirumat di dalam Bumi Alit Kabuyutan.

“Goong Renteng Embah Bandong disimpan terpisah di juru simpan yang tidak jauh dari lingkungan Bumi Alit Kabuyutan. Sedangkan beberapa pusaka disimpan di dalam Bumi Alit Kabuyutan,” kata Itang di sela-sela acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di situs Bumi Alit Kabuyutan, Kamis (29/10/2020).

Pelaksanaan Ngarumat Benda Pusaka dipimpin oleh Pini sepuh Dengan memperhatikan prinsip-prinsip adat istiadat nenek moyang terdahulu yaitu antara lain dilaksanakan dengan penuh rasa khidmat, hormat, dan ikhlas.

Para pelaksana “Ngebakeun” dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama wajib memakai pakaian serba.putih, bertugas “ngebakeun” barang pusaka yang berupa peralatan perang jaman dulu yang tersimpan di kamar Bumi Alit Kabuyutan. Jumlahnya 12 orang dipimpin langsung oleh Juru Kunci. Pelaksanaan “ngebakeun” nya di dalam Bumi Alit Kabuyutan.

Sedangkan kelompok kedua bertugas “Ngebakeun” barang pusaka Goong Renteng yang tersimpan di rumah salah seorang sesepuh. Pelaksanaan “ngebakeun” di luar Bumi Alit Kabuyutan, di halaman luar disamping Bale Panglawungan. Jumlahnya lebih dari 12 orang, pakaiannya hitam-hitam.

Kelompok pertama mulai mgebakeun dimulai dari pkl. 07.00 pagi s/d selesai. Setelah dilaksanakan ritual pembuka oleh Juru Kunci, kemudian beberapa orang petugas mulai masuk ke kamar tempat penyimpanan barang pusaka lalu menurunkannya satu-persatu.

Petugas lainnya menerima barang pusaka tersebut dan mengumpulkannya di ruangan tengah dihadapan Juru Kunci dan para hadirin yang menyaksikan prosesi ini di dalam rungan Bumi Alit.

Barang Pusaka mulai dibuka satu persatu dari bungkusnya oleh Juru Kunci. Perlu diketahui setiap jenis barang pusaka masing-masing dibungkus dengan 5 lapis kain putih, dan seluruh barang pusaka tersebut disatukan dan dibungkus lagi dengan 7 lapis kain putih.

Oleh Juru Kunci Barang Pusaka tersebut kemudian diberikan kepada petugas ‘Ngebakeun” untuk dicuci dengan menggunakan air tebu dan air jeruk nipis.

Setelah selesai dicuci barang pusaka dibungkus kembali oleh Juru Kunci. Setelah selesai dibungkus kemudian dikembalikan lagi ke tempat semula. Sebagai penutup dari prosesi ini diadakan doa bersama.

Prosesi Ngebakeun Goong Renteng

Air bekas ngebakeun perkakas perang jaman dulu, kemudian dipakai untuk ngebakeun Gamelan Goong Renteng, di luar area Bumi Alit. Barang yang pertama di kebakeun (dicuci) yaitu Goong Besar kemudian goong kecil, kemudian Bonang yang jumlahnya 17 buah, kemudian saron 17 buah, beri 2 buah dan kecrek 2 buah.

Setelah seluruh perangkat gamelan tadi selesai dicuci kemudian dilap, dan dipasang di tempatnya masing-masing untuk dipersiapkan ditabuh. Jadi Goong Renteng yang asli ini ditabuh setaun sekali. Sedangkan yang dimainlan dalam latihan atau festival itu duplikatnya.

Di’acara serimonial seperti inilah Goong Renteng yang asli ditabuh. Seperti pada acara Peringatan Maulid Nabi, tahun ini bertepatan dengan 29 Oktiber 2020 yang dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Naser.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Bandung
Previous Post

Dian Hendrayana : Situs Bumi Alit Kabuyutan Perlu Kajian Untuk Dijadikan Buku

Next Post

Mengenal Goong Renteng Embah Bandong Bumi Alit Kabuyutan

Related Posts

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra
deNews

Kades Mandalahaji Bangga Warganya Senang dan Gembira Dapat Bantuan BLTS – Kesra

Kamis, 1 Januari 2026
Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat
deNews

Kabupaten Bandung Raih Juara 2 dan 3 Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tingkat Jawa Barat

Rabu, 31 Desember 2025
Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi  Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah
Kalam

Bupati Bandung Komitmen Perkuat Kaderisasi Ulama Desa untuk Pemulasaraan Jenazah

Selasa, 30 Desember 2025
Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar
GerbangDesa

Sambut Tahun Baru 2026, Pemdes Bumiwangi Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 27 Desember 2025
deBisnis

Ini Besaran UMK 2026 se-Jawa Barat Beserta Daftar Kabupaten dan Kota

Rabu, 24 Desember 2025
DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet
deNews

DPMD Kabupaten Bandung Gelar Monev Bantuan Keuangan Desa di Kecamatan Pacet

Rabu, 24 Desember 2025

ADVERTISEMENT

DeepReport

Terkait CSR Peternakan Ayam Manggis, Tak Seorang Pun Mengaku Terima Signifikan

Sabtu, 9 November 2019
Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

KabarDaerah

Pengusaha Bata Merah Itu Sah Jadi Dalem Bandung 1

Senin, 26 April 2021

Meski Antre Warga Gembira Terima Penyaluran BLT Kesra di Desa Serangmekar

Kamis, 27 November 2025

Polisi Selidiki Aksi Pembobolan Sebuah Minimarket di Bogor

Jumat, 16 Juni 2023

Ini Tanggapan Kakan BPN Purwakarta Perihal Publikasi yang Muncul

Selasa, 25 November 2025

Anggota DPR RI Teh Rieke Koordinasi dan Kunjungan Kerja di Purwakarta

Jumat, 16 Mei 2025

KMP Ajukan Permohonan Perlindungan ke LPSK, Usai Laporan Dugaan Korupsi DBHP Purwakarta ke KPK

Rabu, 26 November 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste