Selasa, 16 Juli 2024
BerandadeNewsSudah Dua Nakes Kena Pukul, Wakil Bupati Garut Sampaikan Keprihatinan

Sudah Dua Nakes Kena Pukul, Wakil Bupati Garut Sampaikan Keprihatinan

Dejurnal.com, Garut – Dalam kurun seminggu ini, sudah dua kali pemukulan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dalam situasi pandemi covid -19, satu terjadi Puskesmas Pameungpeuk dan satu lagi di Puskesmas Sukasenang Banyuresmi.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian dan keprihatinan termasuk Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman yang ikut angkat bicara terkait hal itu, Minggu (27/6/2021).

“Saya menyesalkan atas kejadian tersebut dan itu tidak boleh terjadi lagi, harusnya kan tenaga kesehatan itu kita berikan suport sekarang, penyakit covid-19 itu lagi naik perlu penanganan dari tenaga medis,” tandasnya saat ditemui dejurnal.com di kediamannya.

Lanjut Helmi, selain itu sekarang tenaga medis sudah sedikit, karena tenaga kesehatan, banyak yang terkena covid-19, termasuk dokternya, perawat, bidan, apoteker semua banyak yang terkena.”Tenaga kesehatan kurang sedangkan pasien sekarang naik, nah seharusnya kita memberikan suport kepada tenaga kesehatan yang ada, agar bekerja walaupun mereka sudah kelelahan,” ujarnya.

Menurut Helmi, untuk warga masyarakat kita banyak yang paham hanya sebagian kecil saja, Nah oleh karena itu tetap kita harus sabar, sekali lagi tenaga kesehatan kita semakin sedikit maka kita harus tutup seharusnya puskesmas dua bulan kita tutup kenapa karena kita sangat sayang kepada masyarakat walaupun hanya satu dua tenaga kesehatan yang tidak positif tetap kita buka sekarang dibawa ke puskesmas Ciledug berapa kali tenaga kesehatan yang positif.

“Sekarang rumah sakit juga banyak, rumah sakit swasta juga banyak yang positif, tetapi tetap dibuka tetap untuk melayani masyarakat dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Helmi berharap kepada tenaga kesehatan tetap sabar dan akin ini adalah waktunya pahlawan dengan idealismenya mereka bekerja dengan keterbatasan, walaupun teman temannya banyak yang terkena covid-19. Puskesmas dan rumah sakit tidak utuh tim harusnya kan ada sekian perawat ada lima atau enam dalam satu kali jaga tetapi sekarang tinggal 3 atau kurang.

“Insya Allah tenaga medis akan mendapatkan pahala disamping pemerintah juga agar memberikan perhatian kepada tenaga tenaga kesehatan kita dalam bentuk apapun,” pungkasnya.***Udg

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI