Dejurnal.com, Bandung – Sebanyak 800 siswa SMP dan SMA Muhammadiyah 4 Margahayu, Kabupaten Bandung mengikuti Gebyar Suntik Vaksin Covid-19 yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Sayati, Sayati kecamatan setempat, Minggu (3/10/2021).
Gebyar vaksin ini diselenggarakan atas kerja sama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bandung Selatan -SMP Muhammadiyah 4 , SMA Muhammadiyah 4 Margahayu dengan FITP Polkes Baleendah TNI Kodam III/ Siliwangi.
Kepala SMA Muhammadiyah 4 Daddy Ahmad Fauzan, S. Pd menyebutkan, sejumlah 1300 dosis vaksin diprioritaskan untuk siswa SMP dan SMA Muhammadiyah sekitar 800 dosis pertama, sedangkan sisianya untuk masyarakat.
“Memang gebyar vaksin ini diprioritaskan untuk siswa, 800 siswa SMP/SMA dosis pertama. Dosis keduanya insyaallloh tanggal 31/10/2021. Ini sebagai ikhtiar untuk siswa dalam menghadapi Pelajaran Tatap Muka (PTM), ” ungkap Daddy di sela-sela vaksinasi.
Hal senada dikatakan Kepala SMP Muhammadiyah 4 Harry Nugraha, S. P d. Ia menyebut, sebanyak 450 siswa SMP mengikuti gebyar vaksinasi tersebut.Sebenarnya jumlah siswa SMP Muhammadiyah totak 500 orang, namun kata Harry ada beberapa siswa yang melakukan vaksinasi secara mandiri, dan ada beberapa orang yang tidak bisa divaksin karena penyakit bawaan dan lainnya.

Menurut Harry, selain untuk siswa SMP dan SMA Muhammadiyah, gebyar vaksin hari itu juga untuk masyarakat sebanyak 700 orang.
“Karena kita dari Perguruan Muhammadiyah sebagai penyelenggara vaksinasi ini, melibatkan juga kerjasama dengan warga sekitar masyarakat ini mungkin bentuk bakti sosial kita,” terangnya.
Sedangkan vaksinasi untuk siswa, terang Harry sebagai kesiapan pelaksanaan PTM.
“Karena SMP Muhammadiyah sekolah yang dituntut PTM kedua. Salah satu ihtiarnya kita melaksanakan vaksinasi. PTM di SMP Muhammadiyah sudah tiga minggu berjalan. Alhamdulillah lancar, tidak ada sisawa yang dikabarkan terpapar Covid-19, karena prokes yang ketat dengan perlengkapan sarana prokes di sekolah yang memadai, ” bebernya.
Harry mengakui kalau ada beberapa orang tua siswa yang enggan anaknya divaksin. “Bagi yang enggan divaksin, kami berikan pencerahan orang tunya. Ada yang menerima, ada yang menolak. Kami tidak paksakan. Kita berii eduukasi,” tutup Harry. ***Sopandi