Dejurnal.com, Garut – Sejarah membangun Indonesia tidak pernah lepas dari peran para pemuda khususnya mahasiswa, sebagai guardian of value atau penjaga nilai luhur masyarakat Indonesia dan sebagai agent of change atau agen perubahan.
Ketua Panitia Pelaksana Wahyudin mengatakan, Daurah Marhalah ini, sangatlah penting apalagi dihadiri dari beberapa daerah se Indonesia.
“Kita sebagai pribumi seharusnya menyambut dengan baik bukan malah kaya petak umpet dengan alasan sibuk, padahal kegiatan yang hanya seremoni saja sedangkan daurah Marhalah ini akan mencetak para pemuda yang akan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia kedepannya,” ujarnya.
Menurutnya, Daurah Marhalah 2 ini
Peserta 37 orang meliputi dari 11 kota di Indonesia dan acara dari tanggal 1 sampai 6 Maret 2021.
“Peserta meliputi dari Garut, Bandung, Subang, Sukabumi, Cirebon, Bogor, cilegon, Pandeglang, solo raya/Surakarta, Pekanbaru, ponorogo,” ujatnya.
Untuk Acara dibuka oleh kepala UPT Balai Diklat KKB Garut Mayang Mariana, S.Psi, M.Psi
Ketua PD KAMMI Garut Hamzah Syahidsuhada, S.T mengungkapkan kekecewaannya atas ketidak hadiran Bupati Garut dalam acara besar KAMMI padahal awalnya meyanggupi datang. “Padahal urusan Kammi terhadap bupati hanyalah ingin mengultimatum bupati karena banyak jalan rusak dan IPM yang stagnan,” tandasnya.
Hamzah berharap DM 2 ini melahirkan kader pemimpin yang menjadi solusi bagi masyarakat khususnya di daerah masing-masing dan umumnya untuk bangsa dan negara.
Sementara Riana Abdul Azis S.Pd Wakil Ketua Umum Pengurus Wilayah KAMMI Jawa Barat menjelaskan, Nalungtik diri ngaraksa raga piken ngawujudken muslim negarawan.
“Olehnya DM2 sebagai salah satu wadah pelat ihan para kader KAMMI agar menjadi pemimpin di masa depan,” katanya.
Ia berharap KAMMI Daerah Kota Garut bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Garut dalam mewujudkan visi pembangunan yakni “Garut yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera”
Pemeriksaan diri pahlawan tubuh untuk mewujudkan negara Muslim juga di harapkan hadir dalam diri kader-kader KAMMI khususnya peserta DM2 ini.
Berkenaan dengan pembangunan Indonesia, sejak tahun 2000 pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis bertahap yang tertuang dalam MDGs (Millenium Development Goals), kemudian pasca KTT Rio+20 2012 tujuan pembangunan dilanjutkan dalam rencana SDGs (Sustainable Development Goals).
Dimana SDGs akan berhasil jika kaum muda terlibat aktif memainkan perannya dalam bidang-bidang strategis.
Dengan implementing 2030 Agenda for Sustainable Development . KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), juga memiliki Platform Perjuangan Jayakan Indonesia 2045 adalah bentuk iktikad dan komitmen kebangsaan KAMMI untuk berkontribusi bagi kejayaan Indonesia.
KAMMI menyadari ukuran kejayaan Indonesia terletak pada cita-cita kemerdekaan yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Cita-cita kemerdekaan itulah yang menjadi arah dan tujuan, Diharapkan dengan pemahaman dan internalisasi yang baik atas cita-cita kemerdekaan itu Indonesia bisa menggerakkan semua anak bangsa untuk bergotong royong mewujudkannya.
Teropong jangka panjang sebuah gerakan adalah alat untuk memetakan bentuk cakrawala di masa depan. perlu ada sebuah peta jangka panjang dalam menerjemahkan kerangka ideologi gerakan pada basis nyata.
Tahun 2045 bukan masa yang sebentar untuk dijelang. Ledakan populasi produktif pada usia emas Indonesia pada 2045 mendatang diharapakan tidak menjadi masalah bagi kita. Jika kita bisa memaksimalkan daya dukung gerakan dengan lebih tersusun rapi, diharapkan kejayaan Indonesia benar-benar tercapai. KAMMI merumuskan Platoform Kejayaan 2045 sekaligus menyiapkan generasi emas yang merealisasikan cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Riana Abdul Azis S.Pd mengatakan, Inilah yang membuat saya tertarik dan ikut serta dalam Oraganisasi KAMMI, menjadi Mahasiswa yang tidak hanya fokus terhadap persoalan dunia akademisi kampus yangmana kebanyakan Mahasiswa hanya memikirkan tugas tugas yang diberikan dosen , hingga tidak menyiapkan diri dan terlibat didalam kemajuan bangsa dengan ikut andil dalam kerja nyata menyiapkan dan membentuk pemimpin – pemimpin bangsa dengan pemahaman yang baik , iyaa dikammi tidak hanya diajarkan nilai – nilai islam yang menjadi Ideologi (asas dasar) dalam pergerakan KAMMI melainkan juga menumbuhkan dan menciptakan manusia yang mencintai dan mengetahuin keadaan negerinya , maka dari itu setiap anggota KAMMI dia harus mampu menjadi seorang Muslim Negarawan.***Yohannes