Dejurnal.com, Cianjur – Sebanyak Tiga belas ekor Sapi bakalan jenis Pegon dan Madusin pada Program Desa Korporasi Sapi (DKS) Bantuan dari Kementrian Pertanian di lapokan mati Ketua Kelompok Tani Ternak Gede Hareupan, Uden.
Menurut Uden kematian sapi itu tidak sekaligus mati serentak 13 ekor secara bersamaan tapi matinya hewan ternak tersebut bertahap, kemungkinan karena kurang adaptasi dengan berbedaan cuaca karena di tempat asal sapi cuacanya panas juga ada di antaranya terkena angin duduk,” Tuturnya, Kamis (07/07/2022).
Selanjutnya Uden melanjutkan penuturannya dengan logat sundanya yang kental.
“Saya juga khawatir Pa terkait kematian sapi- sapi tersebut, makanya saya telpon dokter hewan Alhamdulilah kebetulan kata Dokter hari ini ada agenda Vaksin sapi di tempat saya,” tuturnya.
Menurut Uden, dari 13 ekor sapi yang mati diantaranya ada yang sempat disembelih.
“Keburu saya sembelih selanjutnya daging ya dimanfa’atkan, saya jual, berdasarkan masukan dari teman saya yang menggeluti bidang yang sama ” tuturnya.
Di singgung penyebab matinya hewan ternak tersebut kembali Uden menuturkan, sama dokter di bedah organ tubuhnya. “Nggak ada masalah dengan organ sapi tersebut kata dokter pun sama penyebab nya masuk Angin atau terkena Angin duduk ” pungkasnya seraya menirukan penjelasan dokter hewan.
Di hubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp Kepala Seksi Produksi Peternakan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kab. Cianjur, Offan Soffarudin Maulana, S. Pt. menanggapi tentang adanya belasan ekor sapi pada program Desa Koorporasi Sapi.
“Memang betul ada beberapa ekor sapi yang mati tapi itu kan ada berita acaranya di situ ada autopsi dari dokter hewan, terkait memanfa’atan daging sapi yang keburu di sembelih dananya masuk ke Kas Kelompok Tani Ternak, sapi program DKS sudah siap jadi pemenuhan kebutuhan daging lokal terutama menjelang Idul Adha, saat ini kami berupaya membantu memasarkan sapi- sapi tersebut ” pungkasnya.***(Ark)