Dejurnal.com, Garut – Salah satu anggota KPU Kabupaten Garut Aneu Nursifah, S.E, M.M. memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar melalui pesan di grup whatsapp terkait adanya saweran kepada PPK dan PPS yang dilakukan bersama pengusaha pada saat bulan puasa (acara bukber) menjelang lebaran 1444 H di Karangpawitan, beberapa waktu lalu.
“Ya, isu itu saya juga sudah tahu, pengusaha itu suami saya, bukan ketua partai dan tak ada urusan dengan politik,” ujar Aneu sambil tertawa saat berbincang santai dengan dejurnal.com, Minggu (4/6/2023).
Baca juga Ditandai Pelepasan 1.000 Balon, KPU Garut Lantik 1.326 PPS
Aneu yang juga memegang Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Garut ini, awalnya tak ingin menanggapi isu yang digoreng tersebut, beberapa anggota PPK juga memberikan jawaban atas postingan yang disebar di grup whatsapp.
“Saya ini kan dulu pernah jadi anggota PPK, beberapa rekan PPK seangkatan mengajak untuk mengadakan acara silaturahmi, inisiasi kegiatan itu ya mereka, saya diundang ke acara tersebut, kebetulan waktu itu menjelang hari raya, suami saya hadir juga di acara itu, dan dia memberikan bingkisan berupa sarung dan mukena sebagai THR,” terangnya.
Bahkan, lanjut Aneu, acara silaturahmi yang rencananya hanya 150 orang malah yang datang menjadi sekitar 200 orang, bukan saja PPK namun juga ada anggota PPS.
Baca juga Selain Hilwan Fanaqi, Ade Sudrajat Sebut Ada Anggota KPU Garut Lain Diduga Langgar Kode Etik
“Kenapa isunya jadi saweran dengan ketua partai yang juga pengusaha, itu kan suami saya,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala dan tertawa.

Aneu mengaku, selama ini suaminya tak pernah muncul di publik dan tak banyak yang mengetahui sebagai pengusaha di bidang beras di Indramayu. “Lagian untuk apa pula dipamerin, suami saya orangnya tak banyak bicara,” tukasnya.
Bahkan Aneu juga menyatakan bahwa dia menghadiri acara yang sama dengan mantan anggota PPK tahun 2014 dan 2019 di tempat yang berbeda di sekitar Tanjung, menurut Aneu “Untung saja ada suami saya Mas Alvin yang paham dan dekat dengan anak-anak PPK, dan suami sudah menganggap mereka ya teman dan keluarga,” tandasnya.
Aneu mengungkapkan, untuk hal itu dirinya pernah diminta diklarifikasi oleh salah satu aktifis sambil ngopi, bersama suami, Alvinardo Tri Yuditio Wibowo, S.H.
Baca juga Buntut Sawer Uang Terus Bergulir, Bawaslu Periksa Bacaleg Nasdem dan Ketua KPU Garut
“Ya itu, bertanya tentang bukber bersama salah satu pengusaha dan juga katanya ketua partai, saya jawab iyaa.. pengusahanya ini suami saya, silahkan cek foto giat bukber, ini kan pengusahanya? Ya itu suami,” terangnya.
Mengakhiri pembicaraan, Aneu berharap siapapun untuk bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, apalagi ini tahun politik. “Tadinya saya tak ingin menanggapi, namun untuk menciptakan kondusifitas, isu itu saya jawab,” katanya.
Acara silaturahmi itu menurut keterangan beberapa pihak tidak ada muatan politis apapun, Aneu hanya menyampaikan ucapan syukur atas telah dilantiknya PPK dan PPS, juga mengklarifikasi tentang isue yang menyatakan ada transaksional saat perekrutan PPK dan PPS.
Terakhir, berkaitan dengan isu adanya janji pemberian mobil, Aneu menanggapi dengan tersenyum. “Duh, terlalu murah jika sebuah integritas hanya di hargai sebuah mobil,” pungkasnya.***Red