dejurnal.com, Purwakarta – Penggunaan teknologi dalam dunia kedokteran saat ini semakin berkembang pesat. Salah satu terobosan dalam bidang ginekologi yaitu hadirnya prosedur laparoskopi.
Prosedur ini termasuk dalam metode pembedahan minimal invasive (minim sayatan) yang digunakan untuk terapi maupun pemeriksaan organ reproduksi wanita.
Secara umum, laparoskopi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk menangani sejumlah gangguan di organ perut dan panggul, seperti perlengketan, kista dan miom.
Namun, prosedur ini bisa juga digunakan untuk mengambil jaringan sampel biopsy.
Prosedur laparoskopi ginekologi telah tersedia di Siloam Hospitals Purwakarta dan dilakukan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Arko Pradipta, Sp.OG, D.MAS yang berpengalaman di bidangnya.
“Prosedur ini dilakukan dengan metode minimal invasif dan tanpa memerlukan pembedahan terbuka,” kata dr. Arko.
Yaitu, sambungnya, hanya dengan membuat sebuah sayatan kecil sebagai jalan untuk memasukkan alat berbentuk tabung panjang dan tipis bernama laparoskopi.
Alat tersebut telah terhubung dengan kamera, sehingga dokter bisa melihat kondisi organ dalam melalui monitor yang terpasang di luar.
Laparoskopi ginekologi ini bisa juga dilakukan apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan setelah menjalani pemeriksaan non-invasif.
Di antaranya, seperti ultrasonografi (USG), magnetic resonance imaging (MRI), atau computed tomography (CT Scan).
Disebutkan dr. Arko, laparoskopi menjadi prosedur yang efektif sebab memiliki beberapa keunggulan. Antara lain, mengurangi rasa nyeri dan waktu pemulihan lebih cepat.
Kemudian, hasil estetika yang lebih baik karena bekas luka tidak begitu terlihat, risiko komplikasi lebih kecil, serta memperpendek waktu rawat inap.
“Keunggulan prosedur Laparoskopi, kata dr. Arko diharapkan bisa mengurangi kekhawatiran pasien yang memerlukan tindakan untuk penanganan masalah organ reproduksi.
“Sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memeriksakan kondisi apabila ada keluhan guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter,” ujar dr. Arko.***budi