Dejurnal.com, Bandung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung sudah melaksanakan 6 dari 11 tahapan Pemilihan Umum Tahun 2024. Ke 6 tahapan tersebut, yakni pemutahiran data pemilih, ferivikasi Parpol, penataan Daerah Pemilihan (Dapil), pencalonan DPD, pencalonan DPRD, dan Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) per 3 Oktiber 2023 yang sudah diumumkan tanggal 4 November 2023.
Hal tersebut disampaikan Katua KPU Kabupaten Bamdung, Syam Zamiat Nursyamsi seusai acara Media Gathering KPU dengan Insan Pers Kabupaten Bandung
di sebuah rumah makan di Soreang Kabupaten Bandung, Senin (13/11/2023).
“Tahap selanjutnya nanti tanggal 28 November 2023 sampaii 10 Februari 2024 , selama 75 hari kita akan melaksanakan tahapan kampanye. Jad masa tenang tanggal 11, 12,13 Februari 2024,”
Menurut Syam, Media Gathering tersebut digelar selain untuk menyampaikan informasi terkait pemilu sekaligus juga mengenalkan lebih dekat kepada awak media kepengurusan KPU Kabupaten Bandung yang baru dilantik tanggal 30 Oktiber 2023.
Pada Media Gathering tersebut, Ketua KPU Syam Zamiat Nursyamsi didampingi komisioner KPU Kabupaten Bandung lainnya, yakni : Abdur Rozaq (Wakil Ketua),
Yohanes Paulus ( Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan), Griebaldi (Ketua Divisi Teknik Penyelenggaraan), dan Indra Kurniawan, Sekretaris KPU . Sedangkan Ahmad Rosadi (Ketua Divisi Peremcanaan, Data dan Informasi) berhalangan hadir.
Disampaikan Sekretaris KPU Kabupaten Bandung, Indra Kurniawan tahapan kampanye terbuka dan tertutup, pemasangan alat peraga dan lain-lain. ‘Kampamye rapat terbuka atau yang sering dikenal masyarakat konpoi- konpoian itu akan diatur oleh KPU pada tanggal 21 Januari 2024 sampai menuju akhir masa tenang, ” katanya.
Menurut Indra, tiga hari sebelum dimulai kampamye , partai politik harus menyerahkan petugas kampanye , pelaksana kampanye melalui medsos akunnya itu harus didaftarkan ke KPU, Bawaslu dan salinannya disampaikan ke Polri.
” Hari Rabu tanggal 15 November 2023 kami akan mengundang Parpol untuk mensosialisasikan sistem informasinya terkait dengan sekadeka. Selain dengan kampanye yang menggunakan aplikasi, ada yang namanya dana kampanyenya yang harus disampaikan melalui aplikasi, ” kata Indra.
Dari 18 Parpol di KPU Kabupaten Bandung, lanjut Indra, semua sudah melaksanakan sesuai dengan regulas. “Baik itu nomer rekening dana kampanye senua Parpol sudah menyampaikan, tinggal terkait dengan sekadeka, ” katanya.
Menurut Indra, di Kabupaten Bandung yang terdiri dari 31 kecamatan, 2i0 desa/ kelurahan, jumlah DPT 2.600.000, tidak mudah mengelola pemilu dengan jumlah terbanyak kedua nasional itu.
Indra menyebut, Pemilu tahun 2019 jadi cermin banyak anggota PPS yang gugur, dan hal ini tidak diharapkan terulang. Meski kematian itu tidak diharapkan, namun untuk memneri perlindungan jaminan kesehatan badan adhock yang tersebar ke tiap desa . perhari jumat kemarin KPU melakukan kerja sama dengan BPJS ketenagakerjaan.
“Kami sudah mendaftarkan teman-teman adhoc dan pendukung yang ada di kecematan MoU mendaftarkan sebanyak 101 320 orang penyelenggara pemili sampai tingkat KPPS, akan dicover dengan BPJS ketemagakerjaan, ” ujar Indra.
Indra mengaku sukur dan bangga karena Intruksi dari KPU RI dengan pemerintahan untuk kerjasama dengan BPJS Ketenagakerkaan , dan KPU Kabupaten Bandung yang pertama sudah melakukannya.*** Sopandi