Selasa, 16 Juli 2024
BerandadeNewsRibuan Guru Honorer Garut Unjuk Rasa Perjuangkan Nasib, Ketua Fagar : Masih...

Ribuan Guru Honorer Garut Unjuk Rasa Perjuangkan Nasib, Ketua Fagar : Masih Ada yang Digaji Rp 150 Ribu Per Bulan

Dejurnal.com, Garut – Ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) Kabupaten Garut hari ini kembali menggelar unjuk rasa di halaman gedung DPRD Kabupaten Garut Jumat (14/6/2024). Mereka menuntut pemerintah kabupaten untuk memenuhi janji pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru dan tenaga teknis, selain itu juga menuntut gaji yang layak bagi guru honorer yang tidak terangkat di PPPK.

Aksi yang dihadiri oleh lebih dari 3500 guru honorer dari berbagai daerah di Kabupaten Garut ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya yang belum juga membuahkan hasil, tercatat FAGAR Kabupaten Garut telah demo sebanyak tiga kali untuk mempertanyakan dan menuntut hal yang sama.

Ketua Umum DPP FAGAR, Ma’mol Abdul Faqih, menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah kabupaten yang telah dua kali mengingkari janji mereka. “Kami telah di PHP (Pemberi Harapan Palsu) dua kali oleh pemerintah kabupaten Garut yang hanya terus memberikan janji kepada kami,” ujarnya.

Pada aksi pertama dan kedua, pemerintah kabupaten telah berjanji untuk mengangkat 6000 honorer, namun angka tersebut kemudian dikurangi menjadi 2000 untuk guru dan 1400 untuk tenaga teknis, dan hingga saat ini belum ada realisasi. “Kita semua menuntut untuk seluruh kuota tersebut bisa segera diangkat secepatnya dan diberikan kejelasan,” tegasnya.

Menurut Ma’mol, kendala yang disampaikan DPRD selalu berkisar pada anggaran atau keuangan yang tidak cukup. Namun, ia meyakini bahwa dana APBD sangat besar dan cukup untuk pengangkatan para honorer. “Alangkah baiknya apabila anggaran belanja pegawai, perjalanan dinas, dan kunjungan kerja itu diefisiensi, insyaallah pasti pengangkatan para honorer ini akan terlaksana,” harapnya.

Selain itu, lanjut Ma’mol, para guru honorer yang tidak masuk PPPK, juga memperjuangkan nasibnya untuk mendapatkan penghasilan yang layak karena kewajiban sudah ditunaikan

“Kami menginginkan gaji yang layak bagi para guru honorer di Kabupaten Garut, karena secara fakta hari ini masih ada guru honor yang penghasilannya 150 ribu per bulan,” tandasnya.

Hari ini, lanjut Ma’mol, kita para guru honorer ini tidak menuntut banyak, hanya menginginkan gaji yang layak, minimal Rp 1,5 juta perbulan. “Jika dibandingkan dengan gaji guru ASN tentu jauh sekali gaji yang guru honorer minta,” pungkasnya.

Sampai pukul 21.00 WIB, terpaantau ribuan guru honorer ini masih bertahan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Garut menunggu keputusan dari perwakilan mereka yang sedang beraudiensi dan mendapatkan jawaban sesuai tuntutan para guru hononer.***Red

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI