Selasa, 16 Juli 2024
BerandadeNewsPetani di Desa Sukamukti Katapang 80 Persen Penggarap Lahan Milik Orang Lain,...

Petani di Desa Sukamukti Katapang 80 Persen Penggarap Lahan Milik Orang Lain, Hanya 20 Persen Petani Lahan Sendiri

Dejurnal.com, Bandung – Petani yang menggarap lahan sendiri di Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung jumlahnya jauh lebih sedikit dari jumlah petani penggarap. Perbandingannya 20 persen petani lahan sendiri, 80 persennya petani penggarap.

Hal ini diutarakan A Suhendi warga RT 03 RW 02 Desa Sukamukti kecamatan setempat. Ia sendiri sejak muda hingga kini berusia 60 tahunan menjadi petani penggarap lahan orang lain.

Selain dirinya, banyak petani yang tergabung dalam kelompok tani menggarap lahan milik orang lain. Pemiliknya, kata Suhendi orang luar Desa Sukamukti.

“Pemiliknya orang luar kota. Yang kami garap di sini bersama anggota kelompok tani lainnya sekitar 10 hektar, ” kata Suhendi di sela menerima bantuan alat penyemprot hama dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung di halaman Kantor Desa Sukamukti, Rabu, 10 Juli 2024.

Sampai saat ini, kata Suhendi tidak ada kendala yang berarti dalam menggarap lahan. Hasil dari panen dibagi dua dengan pemilik lahan. ” Misalkan jika dapat 2 ton, masing-masing kebagian 1 ton. Sedangkan biaya menggarap lahan penggarap yang ngemodal,” katanya.

Sehingga, ungkap.Sehendi dengan adanya bantuan penyemprot hama atau pupuk dari pemerintah, para petani terbantu meringankan biaya produksi pertanian. “Apa lagi ada BPJS kesehatan dan Ketenagakerjaan bagi petani itu sangat membantu, ” katanya.

Meski tak ada kendala berarti dalam bertani namun ada kekhawtiran membayangi, yakni jika satu saat lahan sawah dijual oleh pemiliknya, mengingat perumahan kapling sudah merambah ke pelosok, termasuk ke Desa Sukamukti.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamukti Agus Tajudin bersyukur warganya mendapat bantun alat penyemprot hama. Ia berterima kasih kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan berharap bantuan terhadap petani terus ditingkatkan.

Agus Tajudin berharap para petani dapat memanfaatkan bantuan tersebut. Para petani yang mendapat bantuan tersebut tergabung dalam 5 kelompok tani, yakni Kelompok Tani Bina Melati, Sauyunan, Padaringan, Cibango, dan Bina Sawargi.* Sopandi

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI