Ciamis,- Selepas rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Para siswa SMA Katolik Santo Yakobus Jakarta melanjutkan kegiatan ekskursi kebinekaan mereka ke Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Ciamis. Selasa (29/10/2024).p
Kedatangan 114 siswa Santo Yakobus untuk berpartisipasi dalam program live on disambut hangat oleh para santri, yang berbaris di sepanjang gerbang pesantren, menciptakan suasana persahabatan yang terasa kental.
Selama program berlangsung, siswa Santo Yakobus ikut menjalani kehidupan sehari-hari pesantren bersama para santri.
Para siswa melakukan aktivitas keagamaan dan pembelajaran hingga makan dan kegiatan non-formal lainnya, dengan penuh semangat mereka membaur bersama para santri.
Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi siswa adalah latihan pencak silat bersama para santri.
Miftah Fauzi, pelatih pencak silat, memperkenalkan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa kepada para siswa.
“Pagar Nusa adalah salah satu badan otonom NU yang berperan dalam mengembangkan dan melestarikan seni bela diri ini sebagai warisan dari Wali Songo,” jelasnya.

Brigita Vadstena Ceva Larasati, salah satu peserta ekskursi, menyampaikan bahwa meskipun beberapa gerakan cukup menantang dia dna siswa lainnya belajar dengan penuh semangat.
“Meski gerakan pencak silat tidak mudah dikuasai,latihan bersama dengan santri adalah pengalamanku yang berkesan dan penuh sukacita serta kebersamaan,” ucapnya.
Ekskursi kebinekaan ini menjadi kesempatan istimewa bagi para siswa dan santri untuk belajar tentang persahabatan dan toleransi antarumat beragama.
Dengan merasakan hidup dalam keberagaman, mereka menyadari betapa kebersamaan dalam perbedaan dapat memperkuat persatuan bangsa yang penuh warna.(Nay)**
Discussion about this post